Njagong teraneh

Njagong adalah istilah di daerah saya untuk suatu kegiatan dimana kita menghadiri acara pernikahan. Mungkin istilah di daerah rekan-rekan berbeda, tetapi saya yakin rekan-rekan sekalian pernah menghadiri acara pernikahan, entah itu pernikahan saudara maupun teman. Umumnya kita akan njagong ke tempat kerabat atau teman. Setidaknya kita tahu salah satu; yang menyelenggarakan pernikahan (biasanya orang tua pengantin) atau yang menikah (pengantin).

Belum lama ini saya mengalami peristiwa unik terkait dengan njagong, yang mungkin tidak akan terulang lagi. Kok bisa ??? ya bisalah. *dilempar sendal:mrgreen: .

Jadi ceritanya begini. *halah

Sebagai warga pendatang baru yang baik (*dibuly rame-rameπŸ˜€ ), saya berusaha untuk bisa hadir dalam acara warga di sekitar kontrakan (selama ini kegiatan rutin sih cuma pertemuan RT, ha.ha.ha.). Suatu kali ada pengurus RT yang datang ke rumah. Ternyata beliau menyampaikan pesan dari Bapak X, yang masih satu RT dengan saya, untuk mengundang seluruh warga RT dalam acara resepsi pernikahan putrinya.Β  Lhah, lha saya ini saja belum tahu, Bapak X itu yang mana? rumah tepatnya yang mana? terus putrinya yang akan menikah itu yang mana? Dan satu lagi, berhubung undangannya cuma lisan, jadi saya lupa yang punya hajatan itu namanya Bapak siapa ha.ha.ha. jadilah kita sebut saja Bapak X. Untungnya hajatan dilakukan dirumah Bapak X itu, jadi lumayanlah, ga bakalan kesasar, karena hari itu di RT hanya satu itu yang punya hajatan ha.ha.ha.

Kebetulan, pas hari hajatan itu saya juga ada acara lain. Dan waktunya berdekatan. Undangan Bapak X jam 10 pagi. Jadilah saya berangkat jam 10 kurang sedikit, dengan harapan sudah ada beberapa tetangga yang sama-sama njagong, jadinya kan saya tidak seperti orang hilang. Selain itu saya bisa pulang lebih awal karena ada acara lain itu.

Ketika sampai di tempat acara, memang sudah ada beberapa orang yang saya kenal, tetapi berhubung acaranya belum dimulai, saya masih belum tahu tuan rumahnya yang mana. Dan ternyata, acara hajatan molor, sehingga jam 10 lewat belum juga ada tanda-tanda acara akan dimulai (tetapi tamu-tamu sudah absen donk ya hi.hi.hi. ). Jadilah saya cuma duduk-duduk ngobrol sambil berkali-kali lihat jam, karena kepikiran dengan acara yang lain. Jam 10.15 masih lumayan tenang, 10.20 mulai gelisah, 10.25 duduknya sudah gak nyaman lagi, 10.30. mulai terpikir untuk kabur saja dari situ.Β  Saya coba tahan-tahan, ternyata masih belum nongol juga pengantinya. Alhasil saya pun memutuskan untuk pulang. Ee pas mo pulang, pengantinya datang. Ditunggu sebentar, kirain langsung duduk di pelaminan, ternyata masih ada acara seserahan dan lain-lain yang pastinya bakalan lama. Karena waktu yang sudah semakin mepet, akhirnya saya putuskan saja untuk pulang. Alhasil, waktu njagong kemarin saya masih belum tahu tuan rumahnya yang mana. Kalau pengantinya sempat lihat, tapi kalau ketemu lagi ya lupa. Dan satu lagi, karena acara resepsinya dilakukan di depan rumah, dengan menutup jalan dan membuat tenda (yang ikut menutupi beberapa rumah disekitarnya), jadi saya juga masih belum tahu, rumah Bapak X ini tepatnya yang mana …Jadi saya ini sudah njagong, tetapi masih saja belum kenal yang punya hajatan maupun pengantennya … ha.ha.ha.

Apakah rekan-rekan punya cerita njagong yang ‘aneh’ …πŸ˜€

28 thoughts on “Njagong teraneh

  1. haha.. persis banget.. cuma beda budaya, jadi kalo di kampungku, pemuda-pemudi yang belum nikah diundang di beda hari dengan para ibu dan bapak. pas dapet undangan, saya juga gak tau yang mana yang nikah, rumahnya yang mana karena pada saat itu keluarga saya memang baru pindah ke desa itu. hihi

  2. untung aja nggak salah masuk Hind…,
    mau ngakak aja ya he..he…

    lha kl kami pernah masuk ke ruang yg salah, harusnya di sebelah, padahal udah masukin amplop wk..wk.., nyadar pas udah lihat pengantinnya..
    langsung aja kabur ke ruang sebelah

    sekarang pake jurus kl datang jagongan, tanya sama penerima tamu dulu dan lihat foto pengantinssbelum kasih amplop

  3. Nggak kenal tuan rumah ? ok ndak masalah …
    hanya sekelebatan liat manten ? … ini juga ndak masalah…

    yang penting amplopnya … jangan lupa … hahaha
    (saya mewakili tuan rumah)(qiqiqi)

    Salam saya Hind

    (16/3 : 6)

  4. Asli cerita njagongnya bikin ngakak, Hind….πŸ™‚
    Kl bunda pernah salah masuk gedung , krn ada pesta pernikahan bersebelahan gitu, untung aja amplopnya blm dimasukkan ke tmptnya… πŸ™‚

    Salam

  5. haha
    sering ngalami
    -undangan ke kantor, orang satu dinas , tapi beda lokasi, nggak tahu orangnya pokokny datang dan makan, salaman jg nggk tau yg mana tuan rumahnya
    -nganter mertua, masih sodara, tapi jauh, gak tau jg yg mana orangnya

  6. Aku pernah juga mirip begitu, Mas. Malah sudah dua kali dundang oleh dua orang yang berbeda yang sampai sekarang juga kalau ketemu di jalan juga aku gak ngenalin lagi :mrgreen:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s