Cerita di balik koin

Kali ini saya tidak akan menulis tentang mengumpulkan koin, ala koin untuk Prita, atau gerakan koin untuk beli truk sampah. Tapi ini sisi lain dari sebuah koin … *halah …😀

Ketika menerima uang koin, yang biasanya dari hasil kembalian, apakah rekan-rekan pernah memperhatikan tahun terbitan koin tersebut? Berapakah tahun terbitan terlama yang pernah sahabat terima untuk koin yang masih beredar saat ini? Ketika saya memperhatikan koin-koin 500-an yang saya terima akhir-akhir ini, tahun terlama yang saya temukan adalah tahun 2000, untuk koin 500 yang logam kuning. Punya sih koin yang lebih lama, tetapi untuk nominal yang lebih kecil, sehingga sudah tidak terpakai lagi. Tahun 2000, koin 500 itu sudah bisa buat naik bis kota keliling Yogya. Tapi sekarang, buat beli tempe goreng aja ga dapet.

Hal yang cukup berbeda saya temui ketika saya di tetangga sebelah, dimana koin yang di buat dari jaman saya belum lahir pun masih beredar luas. Mengapa ??? Ya karena nilai nominalnya masih berlaku dipasaran. Seperti di foto berikut, koin buatan tahun 1967 pun masih layak disandingkan dengan koin buatan tahun 2008. Bayangpun, itu koin sudah beredar lebih dari 40 tahun. Bahkan dari cetakan koin di berbagai tahun, kita bisa melihat gimana dulu ratu Inggris itu masih muda- kinyis-kinyis, lalu setengah baya lalu masuk fase berumur. Dan koin tersebut dicetak dengan nominal yang sama. Wow …

Coin

Ketika pertama kali menyadari koin tahun jebot tersebut, jujur saya sedikit terngaga. Yang terpikirkan adalah, kok bisa negara ini nilai mata uangnya stabil, inflasinya kecil sehingga harga barang-barang juga tidak berganti seenaknya sendiri.Bahkan koin 40 tahun yang lalu pun masih laku. Tidak jarang ditemui toko yang memberikan kredit dengan bunga 0% (sekarang di Tanah air juga sudah ada sih, kredit 0 %, tapi harganya sudah dinaikin dulu:mrgreen: ).

Kok tiba-tiba saya bicara koin sih? Semuanya berawal dari kekagetan saya ketika ingin membeli sebuah barang. Ketika melihat harganya di toko, mata ini seolah tidak yakin karena harganya sekitar 3 kali lipat dari harga yang saya tahu beberapa tahun yang lalu. Belum sampai 5 tahun, harganya sudah naik hampir 3 kalinya. Jadi pantes saja koin Rp 25 maupun Rp 50 yang sering saya bawa saat SD sudah tidak berlaku lagi saat ini.

Ini cerita koinku. Cerita koin rekan-rekan bagaimana?

.

47 thoughts on “Cerita di balik koin

  1. Teteh mah banyaaak koin berwarna tembaga, 1 cent 2 cent dan 5 cent..kalau balanja dan antrian ngga ada, ya teteh keluarin itu uang koin kecil2 jd lamaaa ngitunginnya hihi

    Soalnya anak-anak suka nuker tuh, jdlah dompet teteh gendut dan berat sama uang koin😀

  2. saya juga punya koin seperti itu mba. bahkan ada yang udah 100 tahun umurnya.🙂 kalau koin indonesia, ga bakal bertahan sampai 40 tahun untuk jangka pemakaiannya, bentar aja udah muncul koin baru / duit baru

  3. Koin terendah yang sering beredar …
    Adalah Lima ratus Rupiah …
    yang seratus dan dua ratus … saya jarang bertransaksi dengannya

    Hebatnya nominalnya tidak berubah …
    hanya gambar profil saja yang berubah

    salam saya Hind

    (12/2 : 1)

  4. waktu saya kecil…uang jajan saya malah masih 1 rupiah – 2.5 rupiah alias 1 ringgit.. Sekarang uang ringgit malah tak bisa kita temukan lagi di pasar..
    Nilainya sudah tertinggal jauh dibawah kenaikan harga barang-barang..

  5. Aku juga sempat mengumpulkan koin dari tetangga itu, Mas. Semula memang gak memperhatikan, ternyata setelah diperhatikan memang wajah Sang Ratu berubah sesuai dengan umurnya. Hebat memang. Kalau di kita, jangankan 40 tahun, beberapa tahun berlalu saja ada beberapa nominal yang sudah gak bisa dipakai lagi. Dikasih ke peminta-minta pun dibuang😦

  6. Saya pernah lhooo nabung uang koin semua di dalem wadah air mineral yang paling gede dan penuh, tapi ujungnya tetep ditukerin ke bank dulu *ya keleus ke mall berat-berat bawa duit koin semua? hehehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s