MIT

MIT yang saya maksud disini bukan universitas yang kesohor di negerinya paman gober sana, tapi ‘Made in Taiwan’. Setelah beberapa saat tidak membicarakan tentang Taiwan, boleh donk nulis tentang Taiwan lagi. Gara-garanya baca status teman yang intinya “suka belanja di waralaba asing dan belanja produk-produk luar negeri itu turut berkontribusi terhadap keterpurukan ekonomi nasional”. Tulisan ini tidak bermaksud untuk menjelekkan waralaba asing maupun mengajak untuk tidak membeli produk-produk luar negeri, tetapi lebih untuk mengingatkan diri saya sendiri bahwa cara belanja saya turut berpengaruh terhadap ekonomi nasional  (entah ini membuat terpuruk, maupun kebalikannya).

Saat baca status teman tersebut, saya teringat dengan krisis ekonomi yang di alami Taiwan beberapa waktu yang lalu, saat saya ada disana. Saya bukan orang ekonomi, tetapi cukup tertarik dengan langkah pemerintah Taiwan dalam memerangi krisis ekonomi tersebut. Saat itu ekonomi Taiwan sangat lesu, aktivitas ekonomi juga turun dratis. Teman saya ada yang kuliah lagi (dapet beasiswa) karena bisnisnya lagi sereettt. Tapi setelah ekonomi membaik, tuh anak nggak pernah nongol lagi di kampus:mrgreen: .

Taiwan itu ‘negara’ kecil, dengan perekonomian bertumpu pada sisi manufacture, terutama industri elektronik dan niaga (perdagangan). Saat ekonomi lesu, kegiatan niaga di dalam negeri menjadi lesu, sehingga otomatis perputaran uang turun dratis. Hal ini sangat membahayakan perekonomian karena sebagian besar penduduknya berprofesi sebagai pedangang/pengusaha, sehingga pemerintah Taiwan saat itu memberikan bantuan stimulus supaya aktivitas perdagangan tidak macet. Yang dilakukan adalah memberikan voucer belanja kepada warga negaranya. Dengan adanya voucer belanja ini, aktivitas perdagangan cukup terbantu. Selain itu juga menggalakkan ‘I Love Made in Taiwan’, alias cinta produk dalam negerinya Taiwan.

Sebenarnya program ini ya mirip saja dengan program yang ada di Indonesia, seperti BLT (Bantuan Tunai Langsung) dan gerakan cinta produk dalam negeri. Tapi entah mengapa, saya merasakan bahwa program yang dilakukan oleh pemerintah Taiwan itu lebih berhasil, dalam artian masyarakatnya terlihat lebih aktif dalam ikut serta mensukseskan program pemerintah ini, terutama dalam mencintai produk dalam negerinya. Dan perekonomian Taiwan bangkit dalam waktu yang cukup singkat. Di toko-toko, banyak iklan maupun poster yang intinya menerangkan bahwa itu MIT, dan masyarakat cukup antusias untuk membelinya.

Balik lagi ke status temen saya itu, memang cukup umum di dapati bahwa orang lebih suka berbelanja ke waralaba asing, karena lebih nyaman, kualitas terjamin, bisa untuk gaya juga. Bandingkan  dengan belanja di pasar tradisional yang kotor, harganya mesti tawar menawar, kualitasnya juga kadang tidak seragam. Ribet kan. Sebagai konsumen, wajar donk kalau memilih penjual yang lebih ‘menguntungkan’. Dilema juga ya. Maunya sih nasionalis, tetapi, kalau ada yang lebih bagus kan sangat sulit untuk menolak … *digetok rame-rame. Saya sendiri memang jarang belanja di waralaba asing (di desa ga ada waralaba asing sih:mrgreen: ).

Btw bus way, apakah sahabat sering belanja di waralaba asing?

==============================================

NB: ikuti kontes pertamax hanya di blog ini😀

28 thoughts on “MIT

  1. Lah kalau belanja di pasar nJetis dan mBlauran, labanya untuk Lik Wara ya Mas.
    MIT kebijakan pemerintah yang didukung oleh rakyat ya Mas, sehingga terasa dayanya.
    Salam

    • iya bu Prih, di negara kita sepertinya masyarakat sudah kehilangan kepercayaan kepada pemerintahnya, jadinya ya tidak merasa terpanggil untuk mensukseskan program2 pemerintah.

  2. tergantung juga sih, yang mau dibeli apa, kadang suka juga ke wara laba asing …🙂

    apa kabar Hin? sdh lama bunda gak bw kesini ..
    semoga selau sehat dan sukses yaa….. 🙂

    salam

  3. jarang, klo untu kebutuhan dapur ya ke pasar tradisional aja. klo gas, aqua dan barang kelontong habis, tinggal telpon toko di kompleks perumahan, nanti di antar dan dibayar di rumah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s