3 S

Entah mengapa, akhir-akhir ini saya teringat saat ngobrol-ngobrol dengan salah satu senior saya. Saat itu dia bercerita bahwa hidup manusia itu bisa di kategorikan dalam 3 level. Ketiga level tersebut adalah Survival, Success dan Significant atau 3S.  Itu pertama kalinya saya mendengar tentang 3 S ini. Kalau diartikan secara bebas, maka survival itu bisa diartikan dengan bertahan, success itu sukses dan significant adalah berguna/berarti/bermanfaat.

Survival adalah level dimana seseorang berjuang untuk memenuhi berbagai kebutuhan dasarnya, seperti kebutuhan pangan dan sandang. Dan sebagian besar manusia berada pada level ini, terutama di negara-negara dunia ketiga.

Success adalah level dimana kebutuhan dasar seseorang itu telah terpenuhi dengan baik. Orang di level ini juga mampu memenuhi kebutuhan sekunder atau tertiernya. Biasanya juga memiliki mobiltas yang tinggi, memiliki keahlian tinggi. Menurut pemahaman saya, success disini tidak serta merta berarti memiliki harta yang berkelimpahan,

Significant adalah level dimana seseorang “don’t simply live ON something, but to live FOR something“. Mungkin kalau di artikan secara bebas, level significant adalah level dimana seseorang itu tidak hanya sekedar hidup saja, tetapi  orang itu sudah menyadari bahwa dia hidup untuk suatu alasan, sesuatu yang membuatnya berguna bagi orang lain. Karena kesadaran itulah, orang di level ini akan memberikan waktunya, kemampuannya dan sumber daya yang dia miliki untuk  melakukan sesuatu yang bukan hanya untuk dirinya sendiri maupun keluarganya, tetapi untuk lingkup yang lebih luas.

Ada beberapa contoh orang yang telah melewati fase success, dan ada di dalam fase significant. Pernah mendengar tentang ‘Giving Pledge’ atau ‘club dermawan’, kumpulan orang-orang terkaya yang rela menyisihkan sebagian besar hartanya demi kemanusiaan ketimbang mewariskannya ke anak atau keluarganya? Orang-orang ini jelas telah melalui fase success, dan menurut saya, mereka kini menapaki fase significant. Contoh diatas bisa dikatakan cukup ekstrim karena melibatkan orang-orang terkaya di dunia, dengan komitmen yang cukup ‘nyentrik’. Untuk menjadi significant kita tidak perlu menjadi orang terkaya dulu, tetapi komitmen untuk ‘berdampak’ bagi orang lain itu saya pikir tidak bisa di tawar.

Apakah sahabat pernah mendengar tentang 3 S ini? Mungkin dengan versi yang berbeda.

==============================================

NB: ikuti kontes pertamax hanya di blog ini😀

34 thoughts on “3 S

  1. aku pernah jg baca yg mirip2 kaya 3S ini🙂 jd refleksi diri sendiri nih..sebenarnya applicable juga buat fase hidup saya pribadi. pertama fase survive merantau di negri orang, dan tahun ini pertama kali nya setelah 6 tahun, saya ngerasa di tahap yg ke dua, success. bukan berarti kelebihan duit apa gimana ya, lebih ke: sedikit banyak belajar ttg hidup dan nikmatin aja yg udah didapat tanpa babak belur. semoga bisa belajar lebih banyak tentang hal2 lain dan semoga aja bisa sampe ke fase berikutnya, significant. berguna buat orang lain. amin🙂 thanks for sharing ya!

  2. Jujur belum pernah dengar …
    namun demikian … untuk yang “significant” saya biasanya mendengar terminology … Phylantrophic spirit

    Salam saya Hind

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s