Aneka ria bahasa Indonesia

Bahasa akan terus berkembang, kosakata baru akan bermunculan, begitu juga istilah-istilah lokal maupun slang. Dan menurut saya, perkembangan bahasa Indonesia itu sangat cepat dibandingkan 2 bahasa lain yang saya ketahui (Jawa dan Inggris), setidaknya dari istilah-istilah sehari-hari yang sering digunakan. Bisa jadi hal ini disebabkan karena bahasa Indonesia tergolong masih cukup muda, sehingga masih banyak menyerap kata-kata asing (kata guru saya dulu sih).

Ungkapan-ungkapan dalam bahasa Indonesia di kota kelahiran saya memiliki kekhasan tersendiri jika di bandingkan dengan kota-kota lainnya. Dan saya pikir tiap daerah memiliki kekhasannya sendiri-sendiri, meskipun sama-sama menggunakan bahasa Indonesia.

Karena bahasa ibu di daerah saya adalah bahasa Jawa, maka penggunaan bahasa Indonesia itu sering tercampur dengan bahasa Jawa, misalnya:

“… sini Ooo” – dari kata mrene o (Jawa) yang artinya ‘ayo kesini’

” .. nek ndek situ gimana?”  yang artinya kurang lebih ‘kalau tempatmu bagaimana’

” …ya kamu ojo gitu  ”  yang artinya ‘ kamu jangan begitu dong’

” .. nek gitu yo nggak bener  …”  yang artinya ‘kalau begitu ya tidak benar’

Kalau di daerah Indonesia Timur, setahu saya (dari mendengar percakapan teman-teman), mereka sering menyingkat-nyingkat kata dalam bahasa Indonesia, misalnya

‘Kopi mana’. pas pertama kali dengar, saya pikir bertanya tentang kopi beneran, ternyata yang dimaksud adalah ‘Kau (mau) pergi kemana?’.

Kalau di daerah rekan-rekan, apakah kekhasan dalam penggunaan bahasa Indonesia?

==============================================

NB: ikuti kontes pertamax hanya di blog ini😀

40 thoughts on “Aneka ria bahasa Indonesia

  1. keduax deh,,,hahaha

    kalau di purwodadi itu ada tambahan “re” nya dan sampai segedhe ini saya gak nemu apa arti “re” itu

    contohnya..

    opo re… piye re.. kalau pemahamanku sih lebih ke penegasan kalimat aja mas..hihihihi

  2. Saya dari Jogja…
    Kalo saya kok jarang mendengar bahasa daerah sini (Jogja) dicampur Bahasa Indonesia.
    Bahasa Jawa ya Jawa aja. Yang terkadang ada kosakata yang malah sulit diterjemahkan ke Bahasa Indonesia.
    Misalnya: “Mingklik-mingklik”, “Kunduran truk”, dsb…

  3. Kalau di sumbar susunan kalimat bahasa indonesianya yang terpengaruh sama bahasa minang,…
    kata2nya tetap bahasa indonesia tapi susanannya make susunan bahasa minang…😀

  4. Saya tertawa baca kalimat: ya kamu ojo gitu.. sama nek gitu yo nggak bener.. bahasa jawa yang bercampur bahasa indonesia.
    Kenapa saya tertawa karena ketika baca kalimat ini saya jadi ingat dengan customer saya yang (maaf) China tapi medok banget kalau ngomong jawa. Customer saya ini orangnya ramah dan kalau saya tertawa mendengar dia bicara, dianya gak marah😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s