Sumo

Hari Minggu kemarin cuaca cukup cerah, meski sorenya sempat turun hujan lagi. Begitu juga Senin ini, cukup panas, tetapi sore ini gerimis lagi. Badai Soulik memang telah berlalu, tetapi mengapa badai di hatiku belum juga pergi. eaa.. eaa… , salah fokus.:mrgreen: .

dahan-dahan berjatuhankondisi Sabtu siang, masih berantakan

badai berlalukondisi Senin siang, sudah bersih

Lanjuuttt … Beberapa waktu lalu ada teman dari Taichung (Taiwan Tengah) yang mampir ke Chung Li. Ceritanya, temenku ini bikin lagu, terus pengen rekaman *yah elah, emang kami punya studio rekaman apa. Mungkin kerena dia pernah lihat lagu dan video yang pernah kami bikin sekitar setahun yang lalu untuk memperingati hari kemerdekaan RI ke 67, jadi mikirnya kami itu hobi rekaman dan bikin lagu. Padahal kan ya nggak gitu. Memang kami pernah nyanyi di Radio PPI dunia, terus lagunya memang direkam live, tapi kan ya cuma sekali itu doank, belum sempat siaran lagi.

Pengantarnya kok udah panjang ya:mrgreen:. Intinya pas merekam lagunya temen itu, saya dibilang ‘terjebak’ di tahun 90an. Karena saya memang sering nyetatus lagu-lagu tahun itu. Gegara itu jadi mikir, apa saya ini termasuk tipe sumo ya, alias susah move on. Memang sih, sampai sekarang saya masih lebih suka lagu-lagu jaman 90an atau band-band yang mulai eksis di tahun itu, kayak lagunya Dewa (jaman Ari Lasso), SLANK (yang masih ada Pay, Indra dan Bongky), Boomerang, Kla-project, Java Jive, Five Minutes, Sahara, Voodoo, maupun lagu dari band yang seumur jagung. Jaman itu juga masa jaya-jayanya alm. Nike Ardilla (setelah kepergian Nike, rasanya lagu-lagu Dedi Dores juga ikut tenggelam) maupun alm Andy Liani. Aah, ketik-ketik tentang Andy Liani, dulu itu ada lagu yang menjadi semacam lagu wajib bagi abg-abg jaman itu. Rasanya lagu ini juga menjadi lagu paling populer dari Andy. Sepenggal liriknya saya tulis disini


sanggupkah aku hidup bersama lagu-lagu jaman itu?
mungkinkah aku hidup tanpa lagu-lagu jaman itu?
Hanya waktu yang bisa jawab semua itu
Sampai kapan aku tak tahu …

*lebaynya keluar deh …:mrgreen:

Sebelum bertambah kacau, mari kita simak saja lagunya Andy Liani.

NB: sahabat yang suka lagu-lagu jaman 90an absen yuk (*moduss cari temen … :mrgreen:)

45 thoughts on “Sumo

  1. mas.. SUMO dengan postingannya gimana hubungannya? *garuk kepala*

    Saya gak tahu Andy Liani itu mas.๐Ÿ˜€
    kalau lagu dulu yang suka tuh: Panggung Sandiwara – semua versi.
    yang paling diinget sampe sekarang:

    “Mengaku… bujangan kepada setiap wanita…”
    ni gara-gara nontonin cici latihan dance.

  2. saya juga suka mas.. SLANK pas masih formasi lama.. malah dulu ampe nahan enggak jajan gara-gara pingin lengkapi koleksi album kasetnya..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s