(Ikut-ikutan) Pensiun

Seperti yang telah saya tuliskan sebelumnya, berita pensiunnya SAF memang cukup mengejutkan. Tanpa SAF, MU tak lagi sama. Ya iyalah masak ya iya donk …

Berhubung manager favorit saya memutuskan pensiun, maka saya pun ingin ikut-ikutan pensiun, ya pensiun menjadi pelajarย  *gayamu Wong:mrgreen:. Jika SAF sudah membesut MU lebih dari 26 tahun, saya pun ‘berkarier’ sebagai pelajar selama kurang lebih 25 tahun, terpaut sedikit lah ya dengan lamanya SAF menjadi manager MU. Jadi SAF, Scholes, Beckham dan saya akan pensiun akhir musim ini … *ditoyor rame-rame

Jika SAF sudah memutuskan untuk pensiun sejak Natal 2012, saya sudah merencanakan pensiun sejak 3 tahun yang lalu. Mendekati hajatan Piala Dunia 2010, topik rencana itu sudah mulai terpikirkan. Lalu saya diskusikan dengan advisor saya. Terus menjelang perhelatan EURO 2012, rencana itu saya sampaikan ke dewan penguji direksi, dan rencana itu disetujui untuk ditindaklanjuti. Berhubung SAF memutuskan pensiun akhir musim ini, makanya saya jadi ogah menunggu Piala Dunia 2014 untuk memutuskan gantung KTM (kartu tanda mahasiswa) *jumawa :mrgreen:. Setelah berdiskusi dengan advisor, akhirnya diputuskan untuk menghadap dewan direksi terkait finalisasi pensiun saya akhir semester musim ini dan rapat pun digelar pada awal minggu ini.

presentasisaya bukan maniak bola, suer …

Sama seperti SAF yang setelah pensiun tidak serta merta meninggalkan dunia bola dan MU, maka sayapun berencana setelah pensiun tidak akan serta merta meninggalkan dunia pelajar ini.

“Kini saya bisa menyaksikan mereka dan bukan menderita bersama mereka (MU)” kata SAF.

Kalau kata saya sih “Kini saya bisa menyaksikan mereka dan bukan menderita bersama mereka (pelajar)”.

Meski pensiun, hal-hal baru sudah menyambut, jadi bakalan banyak-banyak belajar hal baru. Memang belajar kan sepanjang hayat ya. *sudah tidak sabar untuk memulai petualangan baru

Kalau mengingat masa-masa yang telah lewat, terasa begitu luar biasa berkatNya. ‘Rasanya amazing sekali’ (sambil niru gaya Wahyu Galaxi). Campur tangan dan penyertaanNya tak berkesudahan. Terima kasih Tuhan. Terima kasih juga untuk keluarga saya, baik keluarga kecil, keluarga besar, keluarga jauh, keluarga dekat yang selalu mensupport saya. Juga kepada pembimbing saya, kepada bapak dan ibu guru, kepada sahabat-sahabat saya, baik sahabat di dunia nyata maupun maya, terima kasih untuk kebersamaan, bantuannya, momen-momen istimewa, saat-saat suka maupun duka. Semua itu memberi pengalaman luar biasa bagi saya, dan saya berterima kasih untuk itu.

Sebelum ceracau saya semakin kacau, sebaiknya saya akhiri saja sampai disini. Masih ada beberapa proses administrasi pertandingan yang mesti saya lalui sebelum saya benar-benar pensiun. Terima kasih sudah membaca ceracau saya yang kacau ini … love you all … muuuacchhh …

42 thoughts on “(Ikut-ikutan) Pensiun

  1. Mungkin SAF memilih mengundurkan diri saat karirnya masih bagus dan belum jatuh hehehe analisa sotoy dari aku.Awet banget ya dari aku masih jalan sekolah sampai sekarang baru pensiun di MU

  2. Horeeeee…. selamat ya, MasWong. Selamat memasuki dunia yang baru ๐Ÿ˜€
    Dunia yang lebih kejam dan lebih kompetitif. Penuh intrik dan sikut menyikut, gak seperti waktu masih jadi pelajar:mrgreen:

    (malah meden-medeni๐Ÿ˜› )

  3. Ndherek bingah Mas Hind, puji Tuhan. ….. di dalam dan bersamaMU jerih payahmu tidak sia-sia.
    Pagar betis penyambut sudah digelar, pagelaran karya sudah menanti, mahkota begawan besar berhati wong cilik tengah melirik.
    Selamat berakhir pekan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s