Partai Final

Partai final itu biasanya seru. Para finalis sudah mengeluarkan seluruh daya dan upayanya untuk mencapai tahap itu dan tentunya dipartai puncak mereka akan mengeluarkan kemampuan terbaiknya supaya bisa mendapatkan hasil maksimal.

Akhir pekan kemarin saya menyaksikan dua partai final, rame-rame, bareng-bareng dengan banyak orang di tempat yang berbeda-beda (halah jayus banget, garing laksana kripik tempe). Yang pertama adalah X-Factor Indonesia, yang disiarkan secara langsung pada hari Jumat malam, sedangkan yang kedua adalah Final Liga Champion, yang disiarkan Minggu dini hari.

Meski saya tidak terlalu mengikuti X-Factor Indonesia, tetapi saya beberapa kali sempat melihat  performance kedua finalis di youtube (habis banyak teman yang pasang link mereka di wall, jadi penasaran kan). Keduanya konstentan yang hebat. Yang satu memiliki karakter, teknik vokal, kematangan dan konsistensi yang baik, satunya lagi masih muda, punya vokal yang unik, serta punya daya magnet tersendiri alias faktor X. Dan memang pemenangnya yang punya faktor X ini, sesuai dengan acaranya kan ya, X- factor:mrgreen: . Karena dia masih muda, saya pikir dia masih bisa berkembang lebih jauh. Untuk sang runner up, jangan bersedih, kamu punya kualitas, semoga semakin sukses kedepannya.

Sementara untuk Liga Champion (LC), sebenarnya saya nggak terlalu ngikuti banget sih. Di fase group saya hanya mengikuti sepak terjang MU saja (you know why :mrgreen:). Baru ngikuti lebih itens pas udah 8 besar. Dan final kali ini menorehkan catatan tersendiri karena dua klub Jerman bertemu di final. Nama Bayern München tentu sudah tak asing lagi karena klub ini merupakan salah satu raksasa sepak bola. Juara LC 4 kali dan menjadi runner up 5 kali cukup membuktikan ketangguhan Bayern. Sementara Dortmunt, meski belum sebesar kompatriotnya, tetapi sudah pernah menjuarai LC juga di musim 1996/1997. Bagi liga-liga tetangganya, lolosnya dua wakil Jerman di partai puncak tentunya menjadi peringatan tersendiri akan kekuatan Bundes Liga, yang sering kali dianggap masih di bawah Premier League dan La Liga.

Partai final tentu berbeda dengan partai lainnya. Penuh dengan sport jantung. Di X-Factor Indonesia, melihat kontestannya yang deg-degan menunggu pengumuman pemenang yang sengaja di ulur-ulur, penonton pun ikut deg-degan. Apalagi saat pembawa acaranya menyatakan selisihnya sangat tipis, 51 % vs 49 % (meskipun bisa jadi ini memang modus untuk menarik banyak sms … skeptis  :mrgreen:).

Begitu juga saat melihat pertandingan final LC. Jual beli serangan bikin pendukung juga deg-degan. Final kali ini memang sangat seru, Dortmund yang main ngotot plus Bayern yang tidak ingin gagal lagi di final ketiga dalam 4 tahun terakhir ini. Pertandingan yang cepat, benar-benar menguras stamina. Selain itu ada bumbunya juga. Ribery yang seperti sengaja menyikut Lewandowski tapi luput dari kartu maupun Lewandowski yang seperti sengaja menginjak kaki Boateng menunjukkan betapa panas dan kerasnya pertandingan final LC tahun ini. Gol kemenangan Bayern di menit 89 benar-benar membuat pertandingan semakin dramatis. Selamat untuk Bayern München.

Partai final itu memang seru, bikin deg-degan, membuat makan nggak enak tidur pun tak nyenyak. Yah begitulah balada partai final. Jika akhir minggu kemarin jadi penonton,  maka awal minggu ini saatnya jadi pemain. *lap kringet:mrgreen:

39 thoughts on “Partai Final

  1. kalau liat final Liga Champions kemarin saya enggan begitu ikutan deg-deg plas mas.. maklum yang berlaga bukan tim favorit saya. Jadi siapapun yang juara tak mengapa hehe. Cuma dalam hati kecil berharap aja Dortmund yang juara, sebab Munchen sudah membabat habis tim favorit saya Barcelona. eh ternyata malah Munchen jawaranya haha

  2. menurut saya Dortmunt seharusnya memasukkan ole gunar solkjer di menit2 akhir supaya final UCL thn 99 terulang lagi wkwkwwk….
    *menghayal yg main itu MU

  3. Biasanya acara kompetisi nyanyi-nyanyi gitu yang lebih sukses justru yang bukan juara pertamanya.. Bahkan di luar juga begitu. Contohnya adalah Carly Rae Jepsen, juara 3 Canadian Idol. Saya justru gak tau siapa juara 1 &2 nya…❓

  4. ngikuti perempat final Piala Sudirman antara Cina vs Indonesia? Seru lho, perolehan angka tiap partai ketat. meski Indonesia kalah 2-3, pelatih kepala Cina, Li Yongbo, menganggap partai itu adalah real final…

  5. Pingback: (Ikut-ikutan) Pensiun | cet4k cet1k cet0k

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s