Pendidikan itu …

Dalam masyarakat modern, peran pendidikan terasa sangat penting baik dari sisi individu maupun masyarakat. Bentuk-bentuk lembaga pendidikan pun semakin beragam. Jika berabad-abad yang lampau anak-anak belajar dengan cara meniru, melakukan maupun melibatkan diri dalam kegiatan yang dilakukan oleh orang dewasa, maka pada saat sekarang ini hal seperti itu sudah tidak relevan lagi. Kemajuan telah membuat masyarakat semakin komplek dan terdiferensiasi menjadi kelompok-kelompok. Dalam masyarakat yang komplek seperti itu, lembaga pendidikan menjadi sesuatu yang tidak bisa dielakkan.

Adanya lembaga-lembaga pendidikan semacam ini mempercepat proses transfer pengetahuan antar generasi. Jika di jaman bahuela semua orang dewasa adalah guru, sekarang ini ada batasan-batasan yang lebih spesifik untuk bisa disebut seorang guru. Semakin berkembangnya pengetahuan membuat seseorang semakin kesulitan menguasai banyak disiplin ilmu seperti di jaman dulu.  Sehingga seorang guru adalah orang yang memiliki pengetahuan lebih (dan juga dalam hal spesifik) dari pada rata-rata.

Lembaga-lembaga pendidikan, selain befungsi sebagai tempat untuk melatih dan mengembangkan sumber daya manusia juga memiliki peran-peran lainnya, misalnya sebagai tempat pelestarian budaya. Mungkin kita masih mengingat dulu ketika di sekolah kita diajarkan tentang nilai-nilai budaya setempat baik lewat pelajaran maupun interaksi dengan para guru. Lembaga pendidikan juga memerankan  fungsi sebagai kontrol sosial. Kita tentunya masih ingat gerakan reformasi 98. Selain itu lembaga pendidikan juga merupakan tempat untuk bersosialisasi. Di jaman sekarang ini, mungkin teman kita  paling banyak berasal dari pertemuan di sekolah.

Sebagai partner masyarakat, semestinya lembaga pendidikan mampu mengakomodir kebutuhan masyarakatnya. Oleh karena itu, lembaga pendidikan dan masyarakat akan diikat oleh suatu tujuan bersama. Lembaga pendidikan yang tidak lagi dibutuhkan oleh masyarakat, dengan sendirinya akan tersisihkan. Misalnya, masih adakah les untuk mengoperasikan mesin ketik dijaman serba gadget ini?

Ditengah keprihatinan tentang carut marutnya sistem pendidikan di Indonesia – mulai dari belum meratanya mutu pendidikan di berbagai daerah, ketidakberpihakan sekolah terhadap kaum miskin, pelaksanaan UN yang menghebohkan, yang membuatnya kehilangan makna karena banyak pihak hanya mengejar nilai saja, sampai isu adanya guru besar-guru besar abal-abal, yang hanya mengejar kum untuk mendapatkan insentif – sikap optimis mesti terus kita jaga. Setidaknya catatan-catatan manis seperti siswa-siswi Indonesia yang merebut 2 medali emas, 1 perak, 2 perunggu dan 3 spesial award dalam ajang International Conference of Youth Scientist (ICYS) 2013 di Bali beberapa waktu yang lalu memberikan angin segar bahwa harapan untuk Indonesia yang lebih baik itu selalu ada.

Akhir kata,   Selamat Hari Pendidikan Nasional

56 thoughts on “Pendidikan itu …

  1. sayang kalo kontes akademik semacam itu sambutan dari masyarakat begitu adem ayem
    beda sama kontes ratu ratuan apa seleb instan modal sms
    tiap waktu diikutin seolah takut keilangan momen

    tren apakah ini..?

  2. prestasi anak bangsa dibidang edukasi kurang di soror media maupun pemerintah ya tidak seperti ajang menyanyi dan penarian bakat lainnya

  3. Media juga kurang “mem-boomingkan” berita-berita semacam itu Mas. Lebih suka sama isu terorisme, politik dsb. Padahal kalau berita tentang prestasi-prestasi tersebut lebih diblow up kan itu bisa jadi inspirasi dan bisa ditiru oleh yang lain. Selain itu juga bisa membuat masyarakat aware terhadap pendidikan.

  4. Bagaimanapun pendidikan ditingkatkan, kalo sistemnya tidak diperbaiki ya masih seperti ini aja.
    Semoga Pemerintah dimasa depan bisa memperbaiki pendidikan di negeri tercinta ini

  5. Menarik sekali pembahasan mengenai dunia pendidikan di negara kita. Permasalahan yang muncul tidak ada habis-habisnya. Kadang pemegang kebijakan lebih terfokus pada rancangan-rancangan hingga melupakan langkah nyata di lapangan dan pemberian apresiasi atas sebuah prestasi.

    Terima kasih atas tulisan yang menarik ini.

  6. Mungkin komentar saya mungkin agak diluar konteks …

    namun saya hanya ingin bilang bahwa …
    Pendidikan adalah kewajiban dan sekaligus hak setiap orang di Indonesia …
    Setiap orang berkewajiban untuk mendidik dirinya sendiri … syukur-syukur mendidik orang lain (dengan cara sendiri-sendiri)
    Setiap orang berhak untuk mendapatkan pendidikan …

    Salam saya Hind

  7. Saya apatis dengan pendidikan disini .. soalnya para petinggi itu bisa bicara banyak dan tau kelemahannya tapi cuma koar-koar dimedia.. Sepertinya pendidkan ditujukan untuk memperbodoh rakyat.. angka/nilai/ijazah bisa dibeli .. Ada uang bisa sekolah tinggi … orang-orang pintar berkarya di luarnegeri.. negara mereka atur semau sendiri ##Uhhh ESMOSI DARAH TINGGI!!! Nenggak catopril

  8. entah kenapa
    saya agak kurang suka dengan pendidikan formal
    sekolah pun tak terasa
    banyak pelajaran yang sekedar pelajaran
    orang indonesia
    belajar 6 tahun bahasa inggris tapi belum juga bisa2
    masih it is you
    hah susahnya,

    mungkin benar kalau tujuannya hanya struktur belaka
    tapi apa gunanya bila fungsi praktisnya juga gak ada

    **
    secara tak langsung aku ngakuin juga ijasah itu sebagai formalitas penting
    tapi bila ada tempat untuk mendapat pengetahuan lebih banyak, obsen kaya gitu bisa saja dihilangkan

    penting gak penting ya
    -_-

    belajar untuk menghabiskan usia muda atau untuk belajar agar bisa?

    • menurut saya, pendidikan formal penting untuk standarisasi … meningkatkan kemampuan bernalar, memahami konsep dasar. Untuk sisi praktis memang sudah sepantasnya didapat dari sektor nonformal, tempat dimana kita bisa meningkatkan jam terbang.. Dua-duanya punya peran masing2 …

  9. Ketidak jelasan status RSBI juga menambah carut marutnya dunia pendidikan di Indonesia, sampai akhirnya dihentikan. Pertanyaannya mau dibawa kemana dunia pendidikan Indonesia ini?

  10. pendidikan itu bisa didapat dari mana saja, tidak harus dari jakur formal, namun yang jadi masalah adalah, bahwa di Indonesia hanya mengakui pendidikan denganoutput selembar ijazah, bukannya pendidikan dengan output keahlian atau skill yang dimiliki 🙂

  11. saya pendukung sekolah informal… jadi sekolah tidak perlu ijazah. kalau mau makan wirausaha saja… nilai dan ijazah di kejar kejar tapi isi kepala sama aja nol besar. buat apaan…

  12. pendidikan jaman sekarang makin penting tapi masalahnya:
    1. sekolah makin lama.
    2.materinya makin banyak. materi yang dulu diajarkan di SMA sekarag diajarkan di SMP dan SD.
    3. kelebihan lulusan pendidikan daripada lapangan kerja.
    4. banyak materi pendidikan yang terbuang.contoh: difrensial, gramar, fisika kuantum tidak bisa diterapkan dalam khidupan sehari2.
    5. banyak anak harus mempelajari apa yang tidak i sukai atau tidak sesuai minatnya. ini membuat minat belajarnya rendah dan prestasinya rendah.
    di hari pendidikan nasional,banyak yang kita koreksi dan perbaiki untuk ke depan.
    kalo boleh usul, saya usulkan penjurusan sudah dilakukan sejak kecil.jadi anak-anak cukup hanya mempelajari yang ia sukai dan ia kuasai. dia akan menjadi ahli dan ilmunya bisa diterapkan dalam kehidupan untuk masyarakat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s