Cōng yóu bǐng pak Gondrong

Berhubung membaca karakter mandarin itu susah, menghafal nama-nama toko maupun warung pun sulit kami lakukan. Akibatnya, saat menyebut warung tertentu, kami sering menggunakan karakteristik yang dimiliki warung tersebut. Dan penyebutan ini secara tidak tertulis disahkan oleh teman-teman yang dari Indonesia. Ada yang namanya warung pak Gendut karena penjualnya tambun, ada juga warung 55, karena menu yang sering kami beli harganya 55 NTD, ada toko kuning karena warnanya kuning (padahal toko yang warnanya kuning banyak banget :D), ada juga warung bu Agung. Kalau yang terakhir ini bukan karena nama penjualnya bu Agung, tetapi karena warung ini mirip dengan warung bu Agung yang ada di kota salah satu teman saya (entah gimana dulu kok bisa-bisanya nama bu Agung di bawa-bawa, untungnya bu Agung nggak komplen :mrgreen: ).

Kali ini saya mau cerita tentang salah satu penjual cōng yóu bǐng. Dan karena penjualnya ini gondrong, kita sebut saja pak Gondrong.  Cōng yóu bǐng bisa di bilang sebagai pancakenya China. Di sekitar kampus saya ada beberapa penjual cōng yóu bǐng dan makanan yang sejenis, tetapi cōng yóu bǐng yang cukup laris ya cōng yóu bǐng nya pak Gondrong ini. Pak Gondrong biasanya  buka sore hari, jam 4an, sampai dini hari sekitar pukul 2 am.

Kalau dilihat dari tempatnya, memang tempat jualan pak gondrong ini terkesah lusuh, beda dengan penjual lainnya yang cukup rapi dan bersih. Meskipun begitu, cōng yóu bǐng pak Gondrong ini rasanya lebih enak di banding penjual lainnya, dan harganya juga tidak lebih mahal. Mungkin karena itulah setiap kali saya melewati pak Gondrong ini, seringkali terlihat antrian pembeli di cōng yóu bǐng pak Gondrong. Apalagi kalau akhir-akhir semester, ketika banyak mahasiswa lembur di kampus untuk ngerjain tugas kuliah, antriannya bakalan lebih panjang.

???????????????????????????????Pak Gondrong sedang membuat cōng yóu bǐng

Ada satu keunikan pak Gondrong, yang tidak saya temui di penjual-penjual lainnya. Pak Gondrong ini tidak mau menyentuh uang selama jualan. Mungkin karena dia mengolah cōng yóu bǐng nya pakai tangan langsung, jadi takut tangannya menjadi kotor saat memegang uang (uang kan kotor ya). Jadi para pembeli meletakkan sendiri uangnya di atas kotakan, di atas meja tempat dia jualan. Kalau perlu kembalian, ya pembelinya ngambil sendiri kembaliannya. Dan saya belum pernah melihat pak Gondrong ini ngecek  apakah pembelinya membayar dengan benar apa nggak. Bahkan pembelinya membayar aja dia kayak nggak peduli gitu, dilihat juga enggak, fokus mbuat cōng yóu bǐng terus. Dia percaya aja gitu sama pembelinya …😀

Saya suka dengan cōng yóu bǐng pak Gondrong ini, jadi cukup sering juga saya beli. Terutama kalau mesti sampai dini hari di lab. Lumayan kalau pas kelaparan tengah malam bisa buat ngisi perut. Saya makan cōng yóu bǐng dulu ya ...

Chong you ping

41 thoughts on “Cōng yóu bǐng pak Gondrong

    • itu sejenis pancake tapi rasanya asin gurih gitu. Memang di adonannya di kasih sayuran, cuma saya tidak tahu namanya, sejenis kemangi tapi hanya saya temui di Taiwan sini …

  1. Pak Gondrong yg sangat berdedikasi terhadap produk dan kesehatan pelanggannya ya Mas..Dan kalau dia mempercayai pelanggan seperti ini, masa ada yg tega mencuri dari dia ya? Semoga tidak…:)

  2. Pengelola warung yang penuh teladan dan profesional mas.. Itu yang saya tangkap dari Pak Gondrong.. Melayani dengan memperhatikan mutu makanan yang dia jual dan membangun sebuah kepercayaan pada pelanggan. Saya pikir gak heran tuh kalau warungnya laris manis..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s