Metafora hidup

Sahabat tahu kan ya apa itu metafora. Kata pak Dhe Wiki sih metafora itu mengungkapkan sesuatu dengan cara perbandingan analogis. Biasanya metafora itu akan memudahkan kita memahami sesuatu, karena analogi yang dipakai seringkali lebih sederhana maupun lebih bersifat visual (katanya manusia kan makhluk visual ya, jadi lebih mudah menangkap informasi visual daripada bentuk-bentuk yang lainnya).

Banyak sekali hal yang bisa kita analogikan dalam hidup ini, termasuk hidup itu sendiri. Sahabat tentunya pernah mendengar beberapa ungkapan yang berusaha memetamorkan tentang hidup, misalnya: hidup itu seperti roda, kadang di atas kadang di bawah, atau ungkapan hidup itu seperti permainan melempar-lempar bola-bola ke udara (juggling), dan kita harus menjaga keseimbangan agar bola-bola tersebut tidak jatuh.

Cara kita memetamorkan kehidupan ini cukup terkait dengan cara pandang kita terhadap hidup. Dan tentunya cara pandang ini juga mempengaruhi sikap kita dalam menyikapi hidup, termasuk menggunakan waktu, menggunakan uang, berelasi dengan orang lain, dan sebagainya.

Misalnya,

  • jika orang menganggap hidup itu seperti balapan, maka kecepatan akan dianggapnya sebagai hal yang utama. Mungkin orang ini hidup dengan ketergesa-gesaan, selalu ingin yang tercepat, terdahulu.
  • Jika hidup dipandang sebagai sebuah pertempuran, maka kemenangan adalah hal yang dianggap paling utama. Orang seperti ini mungkin akan selalu menganggap sesuatu sebagai kemenangan dan kekalahan.
  • Jika hidup itu adalah ujian, maka orang akan menganggap segala sesuatu yang dialaminya; kekecewaan, konflik dsb ;Β  sebagai sebuah ujian, yang akan membawanya ketingkat yang lebih tinggi (baca: berguna dalam pengembangan karakter, integritas dsbnya).
  • Jika hidup dianggap sebagai sebuah titipan dan kepercayaan, maka orang itu menganggap bahwa apa yang dimilikinya sejatinya bukanlah miliknya, tetapi merupakan titipan, yang perlu dijaga sebaik-baiknya. Karena cuma titipan, maka suatu saat pasti akan di minta kembali oleh pemiliknya.

Tentunya masih banyak lagi metafora yang digunakan untuk menggambarkan kehidupan, karena kehidupan itu sendiri sangat kompleks.

Apakah sahabat memiliki metafora tentang hidup?

51 thoughts on “Metafora hidup

  1. Aku tidak ada sih. Kujalani saja sebagaimana hidup ini membawaku kemana pergi. Aku berusaha mengisinya sebaik-baiknya agar kelak saat meninggalkan dunia ini, tidak sia-sia…

  2. Hidup itu seperti pucuk cemara yang tertiup angin. Kadang meliuk ke kiri kadang ke kanan, bahkan perlu merunduk untuk berlindung, atau tegak untuk menantang angin.

    (Hayah, opo meneh ikiπŸ˜› )

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s