Kejayaan yang tlah lewat

Mengenang masa lalu kadang membawa romantika tersendiri. Pada waktu kecil dulu, saya pernah berangan-angan bekerja di perkebunan teh. Mungkin terpengaruh dari film atau bacaan, bayangan saya, bekerja di perkebunan teh itu menyenangkan. Pagi-pagi, saat hari masih berkabut, berangkat ke pabrik pengolahan teh dengan menyusuri deretan tanaman teh yang siap di petik sambil menikmati udara pagi yang menyegarkan. Di tengah jalan berpapasan dengan para pekerja perkebunan yang baru berangkat, ngobrol-ngobrol sebentar, kemudian lanjut jalan lagi. Bayangan berlanjut, biasanya tuan tanahnya tinggal di rumah besar yang kuno peninggalan Belanda.

Entah mengapa, dalam pikiran saya, hanya di perkebunan teh saja yang suasananya bisa menyenangkan seperti itu. Berhubung di kota saya tidak ada perkebunan teh, jadinya itu saya tidak tahu apakah memang seperti itu atau bukan. Di kota kelahiran saya, yang termasuk wilayah dataran rendah, yang ada adalah perkebunan tebu (eh, bisa di sebut perkebunan nggak ya … :D). Dan kota saya memiliki pabrik gula yang telah lewat masa kejayaannya, yaitu Pabrik Gula Gondang. Pabrik gula ini terletak di jalan Yogya-Solo. Kurang lebih 25 km dr Yogya.

Pada jaman keemasannya, pabrik gula Gondang ini, bersama dengan pabrik-pabrik gula lainnya, ikut andil dalam mengantarkan Indonesia menjadi eksportir gula terbesar kedua setelah Kuba, sekitar tahun 1930-1940. Bandingkan dengan sekarang yang katanya, kita menjadi pengimpor gula terbesar kedua di dunia. Pabrik gula yang kini sudah tidak terlalu aktif lagi ini, sebagian bangunannya di manfaatkan untuk museum gula,ย  sebagian lagi untuk resto dan taman bermain.

Berhubung beberapa waktu lalu sempat lewat, berikut ini beberapa foto dari PG Gondang.

???????????????????????????????Salah satu sisi PG Gondang๐Ÿ˜€

???????????????????????????????Sebagian onderdil mesin pabrik yang sudah mangkrak

PG Gondang cRumah jaman dulu yang mengingatkan akan jaman Hindia Belanda

42 thoughts on “Kejayaan yang tlah lewat

  1. wah tua juga pabriknya mas? dari jaman penjajahan. coba ada pabrik gula sebesar itu jaman sekarang, pasti kita nggak ngimpor gula nih.

  2. dekat tempat saya juga ada peninggalan pabrik gula kecil loh mas. Bisa saya bayangin kok jika dulu negara kita sebenarnya pernah berjaya dengan gula

  3. kayaknya banyak PG yang naas, ditutup. kayak PG di tempatku, Krian. sekrang udah rata bangunannya, entah mau dibuat bangunan apa. dulu ada pabrik dan perum pegawainya. bergengsi banget dulu klo berasal dari kalangan mereka. ada bus exklusif yg mengantar anak2 mereka sekolah. aku sempet ngiri juga. ah sekarang udah menghilang jejaknya…

  4. Kalau lihat bangunan seperti itu rasanya bagaimana gitu, kebayang yang aneh-aneh. Tapi gedung-gedung tua, apabila sekilas dilihat selalu memberikan banyak cerita.

  5. romantis sekali penggambaran cita-citanya dulu, dan hebat tuh dari kecil sudah punya cita-cita yang pasti seperti itu disaat anak-anak lain punya cita-cita hasil comot dari template: dokter, guru, polisi, dan sebagainya ;D

  6. Sayang banget ya hind. indonesia udah gak bs mengekapor lagi. padahal lahan sangat banyak. sebetulnya perlu ada pengelolaan pekerjaan dinegara ini. seperti digerman misalnya. kerja harus sesuai ijazah. kalau pertanian ya bertani. perkebunan ya berkebun. jangan kehutanan malah kerjanya dibank..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s