Tak seorangpun tahu

Siang tadi pembimbingku masuk ke lab dengan raut muka yang lain dari biasanya. Tak berapa lama dia menghampiriku, lalu berkata

“Kamu tahu A, salah satu alumni lab ini.’
“Ya. saya tahu.”
“He has passed away”
“Hah …”

Saya kaget sewaktu mendengar berita itu. Bagaimana bisa? Secara A ini masih cukup muda, paling baru beberapa tahun lewat kepala empat. Aku kenal dengannya karena  dia ini dulu cukup sering datang di lab meeting. Memang ada beberapa alumni yang masih sering datang pas lab meeting meskipun sudah lulus. Terutama alumni yang kemudian mengajar di universitas lain, seperti A ini. Selain itu, dia kadang diminta pembimbingku untuk ikut menguji teman-temanku. Orangnya baik dan juga ramah.

Memang sudah cukup lama juga saya tidak melihat A. Setelah cerita-cerita dengan temenku, aku baru tahu bahwa dia kena k*nk*r hati. Kata temanku, A ketahuan kena penyakit ini setelah stadium terakhir, dan masuk RS tidak sampai 2 bulan sebelum akhirnya berpulang beberapa hari lalu. Temenku ini juga kaget saat tahu berita yang di sampaikan pembimbingku itu. Semoga keluarga A di beri kekuatan dan ketabahan.

Memang kalau Tuhan sudah berkehendak, tidak ada yang bisa menolak. Kita tak pernah tahu berapa lama lagi waktu kita di dunia ini, meskipun kita tahu bahwa saat itu akan datang. Yang bisa kita lakukan hanyalah berusaha hidup sebaik-baiknya, sesuai dengan keyakinan kita, sumber hidup kita, supaya jika tiba saatnya, kita telah siap.