Taroko National Park

Ada satu perjalanan yang sangat berkesan bagi saya selama di Taiwan selama ini. Dan sampai sekarang, itu adalah perjalanan terpanjang yang pernah saya lakukan di Taiwan, iya, jalan kaki terpanjang dan terlama selama ini. Kisahnya bisa jadi tidak kalah dengan kisah perjalanan ke barat mencari kitab suci. Bedanya adalah kami berjalan ke timur, dan bukan mencari kitab suci, tetapi karena salah perencanaan:mrgreen: .

Ceritanya bermula saat kami pergi ke Taman Nasional Taroko, salah satu taman nasional yang terkenal di Taiwan. Taman ini letaknya di pegunungan (daerah Taiwan tengah) dan berbatasan dengan 3 daerah yaitu Taichung City, Nantou City danย Hualien County. Karena lumayan jauh dari kampus, waktu itu kami menginap di Hualien-nya, terus paginya baru berangkat dengan naik bis ke Taroko.

SungaiTaroko yang eksotis

Sekitar pukul 7 pagi, sebelum sempat sarapan, kami naik bus dari depan stasiun Hualien, menuju Taroko. Perjalanan sekitar 1 jam lebih untuk sampai ke gerbang masuk Taman Nasional Taroko ini. Sebenarnya gerbang ini hanya seperti penanda saja, bukan kayak gerbang wisata di Indonesia. Masuk ke taman ini memang gratis (banyak tempat-tempat wisata alam di Taiwan yang gratis). Dari gerbang masuk ini kami memutuskan untuk lanjut lagi naik bus, sampai di atas (stop-an bis terakhir di taman ini). Mikirnya, dari atas kami jalan turun, lalu nanti kalau capek kami bisa nyetop bis di tengah jalan. Perjalanan dengan bis dari gerbang sampai ke atas sekitar 30 menitan.

Kami sampai di atas sekitar pukul 9 am. Rasanya senang. Karena belum makan, maka kami mencari warung makan diatas, ternyata belum ada yang buka. Jadilah cuma beli snack-snack buat bekal di jalan. Dengan penuh semangat, kami mulai berjalan. Tentu saja tidak lupa berpoto-poto ria๐Ÿ˜€. Kami mulai menyusuri taman nasional ini, dan berhenti di spot-spot yang menarik.

tebing batuTebing batu

Saya akui, tempatnya menawan, masih orisinil, bukit-bukit batu yang sepertinya khas daerah sini. Jalur yang kami lalui adalah jalan utama penghubung antara Taiwan bagian timur dengan taiwan bagian barat, yang menembus pegunungan berbatu. Bagian tengah Taiwan memang daerah pegunungan yang medannya cukup sulit. Kalau melihat sejarah pembuatan jalan ini (sepertinya dimulai saat Jepang menguasai pulau ini), banyak memakan korban. Karena medannya memang sulit, jalannya dibuat dengan menembus gunung maupun mengikis lereng gunung berbatu tersebut.

TerowonganJalan yang menembus gunung

Perjalanan 2Jalan yang dibuat dengan mengikis lereng gunung

Berjalan di antara tebing batu ini rasanya sedap-sedap ngeri, karena disatu sisi ada bukit batu yang siap dengan longsoran batunya, di sisi lainnya ada sungai yang cukup dalam. Memang di banyak tempat di pasang peringatan akan longsoran batu. Dan di salah satu spotnya, ada orang yang cidera karena terkena runtuhan batu. Kami sampai di teriaki orang supaya menyingkir, karena runtuhan itu cukup dekat dengan kami. Saat kami lanjut jalan turun, berpapasan juga dengan ambulan, yang sepertinya memang menjemput korban tersebut.

PeringatanBeware of Rockfalls

Beberapa spot pertama kami masih senang sekali. Pada pukul 12.00an, kami tiba di salah satu spot yang cukup ramai. Tempat itu ada camping area-nya. Trus ada kantinnya juga. Tapi ternyata kantinnya tidak menyediakan makan, hanya minuman dan snack saja. Oh nooo, padahal perut belum terisi dari pagi. Dengan penuh semangat kami melanjutkan perjalanan.

Camping areaCamping Area

Setelah melalui beberapa spot yang lain, selain merasa letih, kami mulai menyadari, bahwa dari tadi, yang menyusuri tempat itu dengan berjalan kaki ya cuma kami saja. Pengunjung yang lain pada naik motor, mobil maupun bus wisata. Ditambah lagi, kami tidak menemukan tempat pemberhentian bis di spot-spot itu. Well, ada yang tidak beres nih.

Kami lalu bertanya pada petugas (polisi) yang ada disitu, bagaimana caranya naik bis untuk turun. Dan petugasnya tampak bingung. Katanya di tempat itu tidak ada pemberhentian bis. tuing..tuing… Petugasnya tanya, ada berapa orang? Kami bilang kalau rombongan 7 orang. Petugasnya berkata lagi, ‘kalau 1 atau 2 orang, dia bisa menitipkan ke pengendara mobil lain, tapi kalau 7 orang kan nggak mungkin masuk 1 mobil.’ Setelah berpikir sejenak, akhirnya kami memutuskan untuk lanjut jalan saja. Dan ternyata, perjalanan masih sangat panjang.

Perjalanan 1Jalan kita masih panjang

Di bagian bawah, sudah jarang ada spot-spot yang menarikย  dikunjungi. Kalaupun ada, mesti masuk agak jauh dari jalur utama, jadinya. Sekitar pukul 3 pm, fokus kami cuma satu, sampai ke gerbang sebelum gelap.ย  Dan dengan kepayahan, kami sampai di bawah sekitar pukul 6 pm, saat hari mulai gelap.

Sampai di bawah rasanya lega sekali, apalagi terus ketemu warung makan. Jadilah kami memutuskan untuk makan disitu. Kami tanya ke penjualnya apakah masih ada bis ke Hualien? Penjualnya liat jam lalu bilang, masih ada satu lagi. uuhhh, untunglah. Penjualnya sempat heran saat tahu kami jalan kaki dari atas sampai ke bawah. Dia bilang ‘ hebat.’ย  ngeceee tenan. Dan di dekat warung itu, ada beberapa penyewaan sepeda motor. Jadi saudara-saudara, untuk menikmati taman itu, kami mestinya menyewa sepeda motor dan bukannya nekad jalan kaki berkilo-kilometer. Tapi nasi sudah menjadi bubur, so di nikmati saja sambil menunggu bis yang akan membawa kami pulang๐Ÿ˜€

Rute perjalananRute yang kami lalui hari itu : Tiansiang – visitor center

NB: foto-foto adalah koleksi peserta jalan sehat:mrgreen:

56 thoughts on “Taroko National Park

  1. ahahahaha
    nasi sudah menjadi bubur memang
    ^^
    tapi tempatnya benar2 eksotis dan free ya

    lain kalo sini serba bayar. apa lagi mau jadi anggota dewan >,</
    perjalanan terkenang juga berati ya

  2. Apalagi nyari jodoh ya, jalannya lebih panjang berliku penuh batu.. ๐Ÿ˜€

    Tapi keren banget deh pemandangannya. Kalau sempat, dikasih rincian biayanya ya. Siapa tahu aku dapat rejeki dan bisa mewujudkan mimpi keliling asia afrika.๐Ÿ˜€

    Tks om..

  3. Seru juga perjalanan akibat salah perencanaannya. Diulangi lagi mau apa gak, Mas? Dijamin selalu sehat deh ๐Ÿ˜€
    Anyway, pemandangannya menarik banget di daerah situ ya Mas.

  4. Kalau orang tua bilang malu bertanya sesat di jalan ya Mas..Tapi jalan tersesat adalah jalan para pencari hehehe..Eh ngomong2 foto paling atas, garis hijau yang melintasi lembah, itu jembatan ya Mas Hindri?

  5. Secara pemandangan ga kalah loh sama kaki bukitnya gunung semeru. Mirip rip rip sama daerah saya bang. Sayangnya jembatan dan teknologinya kalah maju๐Ÿ˜ฆ

  6. Weh itu batu bersih2 bangetttt …. tak ada yang iseng coretan aneh … keren.
    Andai ada tempat deket gini tiap hari kali belajar motret di tempat itu.
    Tks suguhannya … Mantap๐Ÿ™‚

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s