Mbludus

Mbludus adalah istilah yang sering dipakai di daerah saya ketika seseorang masuk ke tempat tertentu dengan cara yang kurang pasπŸ˜€. Misalnya ketika kita bertamu ke rumah orang lain, kita langsung saja masuk ke kamar mereka tanpa permisi, kita bisa kena cap tukang bludusan. Atau ketika ada konser ataupun turnamen, terus kita masuk tanpa tiket, itu juga disebut mbludus. *tapi kalau aksinya sudah sampai merobohkan pagar, nah itu sudah bukan mbludus lagi, mungkin sudah taraf anarki kali yaπŸ˜€.

Tulisan kali ini berkisah tentang kenakalan saya waktu kecil:mrgreen: . Saat itu, rumah saya dekat dengan stadion. Tempat duduk di stadion ini tidak ada nomornya, karena tempat duduknya memang tidak model yang kursi gitu, hanya bangku semen yang memanjang di tepi lapangan. Jadi kalau pas ada acara, siapa yang cepat, dia yang berhak mendudukinya.

Dulu, hampir tiap tahun diselenggarakan kompetisi sepak bola, yang kalau tidak salah namanya Dipenda Cup. Pesertanya biasanya dari berbagai kabupaten, tetapi masih dalam satu Provinsi. Kalau pas ada kompetisi akan ramai sekali. Kakakku termasuk penggemar bola, jadinya dia kadang-kadang nonton, dan seringkali aku juga nginthil (ngikut) meskipun nggak terlalu suka bola. Waktu itu, orang dewasa yang akan menyaksikan pertandingan dan membawa anak kecil, anak kecilnya tidak di tarik tiket. Nah celah itulah yang sering kami manfaatkan, kami masuk stadion dengan mbludus.

Kalau ingin mbludus, biasanya kami akan berputar-putar di sekitaran pintu masuk, memperhatikan para pengunjung. Kalau ada orang dewasa yang tidak bawa krucil-krucil, biasanya kami lalu minta ijin untuk ngikut dia masuk. Seringnya sih orangnya nggak keberatan. Jadilah kami ngintil di belakangnya, berasa jadi anaknya. Tentu saja nginthilnya nggak bisa rombongan. Jadi seringnya urut kecil, yang paling kecil masuk duluan. Begitu sampai didalam, setelah mengucapkan terima kasih kepada orang yang kami ikuti, lalu menunggu yang lain di dekat-dekat pintu juga. Modus ini cukup populer di kalangan anak kecil jaman saya dan rasanya penjaga tiketnya cukup maklum, karena jarang banget anak-anak kecil seperti saya itu di larang masuk, meskipun saya yakin mereka tahu hal itu (lha iya, masak bapaknya gonta-ganti :D).

Seiring berjalannya waktu, usia saya sudah tidak memenuhi syarat untuk masuk tanpa tiket, jadi kegiatan bludus membludus ini sudah tidak bisa dilakukan lagi.

Nah, apakah sobat pernah mbludus?

39 thoughts on “Mbludus

  1. Saya sih gak pernah. Dulu saya dengar bioskop dekat rumah membolehkan anak-anak yang masuk bersama orang tua, jadi tanpa beli karcis. Kakak saya sering tuh mencoba untuk masuk dengan cara menyusup seperti itu. Tetapi sering kali gagal, karena bapak sudah pesan ke penjaga tiketnya, agar melarang kakak saya masuk ke bioskop.πŸ˜€

  2. kalau saya gak pernah mbludus ke stadion mas, tapi mbludus di rumah teman sering.gak tahu apakah orangnya suka, habis berasa akrab aja gitu. Dan gedung sepak bola dikampung Mas Hindri mestinya ditiru Senayan ya. Ramah pada anak kecil

  3. triknya lumayan juga ya…. saya pernah sebadung itu, tapi tidak terpikir trik itu. Lebih banyak usaha sendiri buat masuk. Biasanya pintu pintu tertentu sudah dikuasai rahasianya…

  4. wkwk mbludas mbludus ae rek, ga nyuwun sewu ga opoπŸ˜›

    mungkin karena masih kecil dan tidak membuat kegaduhan yang berarti makanya penjaga tiketnya santai aja walau anak yang masuk itu-itu aja dengan bapak yangberganti-ganti:mrgreen:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s