Muscle memory

Pembelajaran ini saya dapatkan saat saya kuliah algoritma dan kompleksitas. Dosen saya yang masih muda dan lulusan Princeton ini lumayan nyentrik. Gaya mengajarnya memang lain dari dosen-dosen lainnya. Meskipun di kampus itu semuanya sudah pakai LMS (learning managemen system, e-learning yg dipakai di sekolah itu), tetapi gaya mengajarnya masih cukup konvensional.

Selama satu semester, dia hanya beberapa kali saja memakai power point, sisanya, apalagi kalau bukan nulis di whiteboard  (konvensional banget kan :D). Dan yang di bawanya kerapkali hanya beberapa lembar kertas yang berisi coret-coretan dia. Meskipun begitu, bukan berarti dia gaptek. Seingat saya, dia satu-satunya dosen yang merekam kuliah (meskipun hanya audio saja). Setiap habis kelas, rekaman itu di uploadnya di LMS, jadi mahasiswa masih bisa mereview (meskipun aksennya susah banget di pahami :D). Selain itu, tiap kali whiteboard di depan kelas penuh, dia akan memotretnya sebelum menghapusnya, jadi foto itulah yang akan diuploadnya di LMS, untuk bahan belajar mahasiswa jika diperlukan.

Mungkin karena mata kuliahnya lebih banyak teori dan matematisnya, makanya dia mengajar seperti itu. Dosen saya ini sebenarnya baik. Dia seringkali telaten memberikan contoh-contoh soal untuk dikerjakan supaya mahasiswa lebih bisa memahaminya. Dan salah satu tips yang saya ingat adalah ‘muscle memory’. Jika ada latihan soal, akan lebih membekas jika kami mengerjakannya dengan mencorat-coret dari pada mengerjakannya hanya dengan awangan saja. (Karena pelajaran itu lebih banyak matematisnya, makanya saat di kelas, soal-soal latihan itu seringnya kami kerjakan secara manual). Dengan mencorat-coret di kertas, otot-otot ini ikut mengingat, sehingga ingatan kita akan lebih lama.

Pada intinya, tips ini ingin menekankan pentingnya berlatih, sehingga kita menjadi terbiasa dan bisa mengerjakan sesuatu dengan lebih mudah.  Saya dulu juga pernah mendapatkan tips senada dari bapak maupun ibu guru di sekolah. Hanya saja, saya baru tahu istilah ‘muscle memory’ ini 😀 .

Apakah menurut sahabat muscle memory ini penting?

65 thoughts on “Muscle memory

    • kalau latihan soal dengan corat-coret itu mungkin juga bisa dikaitkan dengan teori:
      what you hear, you forget..
      what you see, you remember..
      and what you do, you understand..
      itu kali ya mas. Karna dengan melakukan, semua indra kita ikut bekerja termasuk otot2 kita. Dan kalau kita melakukannya berulang-ulang, ingatan kita akan semakin baik. The power of repetition. The power of ‘bola-bali’ aka ‘kulina’. Hehe….
      Muscle memory itu juga seperti itu kali ya.. Melakukan berulang2 sehingga otot kita menjadi ingat, hapal, bahkan terbiasa. Seperti kalo kita hapal letak huruf di keyboard maupun di keypad hp karena kita sering melakukannya. CMIIW

  1. iya banget!!
    klo aku belajar, biasanya dengan merangkum, dan aku lbh inget dgn cara ini… termasuk muscle memory gak nih?
    trus dr rangkumanku, aku akan inget letak2 yang kutulis, jd lbh gampang utk recall…

  2. Penting. Gak hanya soal-soal menurut saya.
    Pengalaman saya, saya ini paling susah menghapal. Sedangkan pas kuliah, ujian itu kebanyakan hafalan. Dah gitu, banyak banget poin yang harus dihafal. Yang saya lakukan kalau pas mau ujian adalah, meminta teman yang lagi belajar, untuk membaca keras-keras. Tanpa saya sadari saya jadi ingat. Dibandingkan pas dulu SMEA, hafalan banyak juga. Tapi saya belajar menghafal sendiri. Berulang-ulang. Tapi yang nyantol itu dikit. :d

  3. lumayan membantu koq, dulu waktu aku masih nakal (sampe sekarang juga ding…hihihi)
    kalo mo nyontek suka nulis dulu di kertas semua bahan sekecil-kecilnya hingga bisa dilipat..
    tapi alih-alih mau nyontek, aku malah udah apal sendiri karena serius banget nulis catatan tadi..
    jadi lumayan berguna lah itu yang namanya ‘muscle memory’…:D

    • menurut saya, tetap membantu, terutama terkait dalam hal teknisnya. itulah sebabnya, seorang pelukis maupun penulis, memerlukan banyak latihan sebelum bisa menghasilkan karya yang bagus …

  4. otak kita cenderung mengingat skema untuk pembelajaran matematis, kita cenderung memperhatikan sesuatu yang seharus-nya berada di tempatnya, dengan begitu memory akan tertata dengan baik.

  5. Menurut saya penting. Dengan menggunakan metode muscle memory, Dosen bisa paham mana yang benar2 mengerjakan, mana yang hanya nyontek. Kalau yang nyontek, biasanya coretannya rapiiiiih bangettsss.😆

  6. Setuju nih. Oret2an itu perlu banget. Sama halnya skill lain, kalo cuma baca teorinya aja, gak bakal terampil. Tapi kalo sambil dipraktekin, insya Allah bakal nempel terus deh🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s