Pak Lurah

Gara-gara banyak kerjaan, hampir lupa kalau hari ini (4 Desember) adalah hari terakhir untuk ikutan GA  4 dan Kamaratih. Langsung saja ke pointnya, cerita tentang saya dan batik *halah …😀

*******************

Karena saya lahir dan besar diantara Yogya dan Solo, batik menjadi sesuatu yang biasa karena sering saya jumpai dan juga saya sering memakainya. Dulu bisa di bilang, kemeja andalan untuk berbagai acara yang saya punya ya cuma batik *sekarang juga ding😀. Acaranya seringnya ya cuma kondangan sih, njagong manten gitu😀. Pandangan saya berubah  ketika saya mendapat kesempatan belajar overseas. Teman saya menyarankan supaya saya membawa baju batik jika nantinya ada acara-acara yang mesti diikuti.  Kebetulan, saya punyanya juga cuma batik😀.

Ketika di negara orang itulah saya semakin menyadari bahwa batik itu tidak sekedar fashion, tetapi juga identitas. Dan ketika ada acara-acara yang agak formal, baik acara di kampus, acara gereja, maupun acara lainnya, batik mejadi baju andalan. Beberapa kali ketika memakai batik, orang tertarik dengan motifnya yang unik. Pernah juga ada kenalan bule, yang saat melihat saya pakai batik, dia terus bercerita tentang batik-batik yang dia temui saat pergi ke Indonesia kepada teman dari negara lainnya. Saya cuma meluruskan informasi saja kalau ada yg kurang pas *padahal pengetahuan saya tentang batik ya minim juga😀.

Pernah juga suatu kali saya di ajak teman untuk manggung di acara Festival Indonesia, yang waktu itu diadakan di Royal Exhibition Building, Melbourne. Agak nekad juga, karena manggung hari Minggu, Sabtu siang baru pada kumpul latihan. Karena acaranya memperkenalkan Indonesia, kami pun sepakat untuk tampil dengan kostum batik.

FI 2008Lupa cepretnya sebelum atau sesudah manggung

Saking seringnya makai batik di berbagai acara, teman-teman saya mulai ngeledekin. Katanya saya kayak pak Lurah, setiap kegiatan pakainya batik. Untung saja saya nggak pernah diminta kasih sambutan, kecuali untuk bercanda doank😀. Dan mulai sering teman-teman saya, memanggil saya pak Lurah. Bahkan ada yang sampai lupa nama asli saya, tapi masih ingat kalau saya dipanggil pak Lurah … *dari dulu kok nggak naik pangkat, jadi pk Bupati gitu, meskipun cuma Bupati Kethoprak …😀

Karapan

Sejak batik masuk dalam daftar warisan dunia oleh Unesco,  popularitas batik semakin tinggi. Batik pun tak lagi hanya identik dengan kemeja. Ada banyak varian produk yang didasarkan pada konsep batik seperti kaos batik, blouse batik maupun pernak-pernik batik, seperti yang ada di Rumah Batik Kamaratih shop.

kaos batikSalah satu kaos batik di Rumah Batik Kamaratih

Yang menarik untuk saya adalah kaos batik, karena bisa dipakai untuk kegiatan yang santai-santai juga. Sayang waktu pulang saya tidak kepikiran beli kaos batik, malah beli lurik. Rasanya asyik juga kalau pas pergi bermain pakai kaos batik, jadi sambil jalan-jalan sambil memperkenalkan Indonesia.

Kamaratih banner

“Happy Birthday Kamaratih Fashion yang ke-4″

Oya, apakah sahabat juga sering memakai batik ?😀

79 thoughts on “Pak Lurah

  1. Menurut aku batik itu bagus untuk menyembunyikan bentuk badan..Jadi makin kesini seiring pertumbuhan badan kesamping, aku suka pakai batik Mas Hindri..Insya Allah sukses ngontesnya🙂

  2. Blogwalking malam malam. Hiehiheiheiee. Iya nih saya jadi inget dapat BATIk dari kawan saya di Bangkalan, orang bilang in BATIK khas Madura. Bahannya kain waktu itu, dan sudah dijahit dan kini menjadi BATIK. Begitu saya pake di kantor eh ada yang bilang “batik Jamaaaaaaaaaah,,,, oh Jamaaaaaaaaaaaaaaah”. Ealaaaaaaaaaa

  3. saya sering pakai batik ke kampus, sampai sering dibilang salah kostum. Makllumlah, hari batik cuma kamis jumat, sedang saya bisa pake senin sampai jumat kalau memungkinkan. hehe😀

  4. Pingback: Daftar Peserta GA 4th Kamaratih « Carra's World

  5. Yang saya suka dari Batik itu, motifnya…
    Setiap daerah punya ciri khas. Dan cerita di balik motifnya…
    Jadi inget selama di Cirebon. Belum semua didapat juga cerita-ceritanya.

    Dulu di kantor lama pernah janjian pakai batik di hari Jumat (satu divisi), eh malah dimarahin sama HRD. Katanya Batik bukan pakaian kerja formal. Hehehehe… tapi sekarang sih udah diperbolehkan…

  6. Selamat menjadi duta batik di negara ‘daun tembakau’. Sebutan/predikat lurah identik dengan komandan, lurah pasar, lurah pabrik dan sekarang ada lurah laboratorium. Salam batik

  7. Aku jarang pake batik disini. Alasannya sih karena lupa beli waktu di Indo jadi ya ga bisa deh dipake.. Padahal kayaknya bagus tuh, soalnya di sini juga kadang2 banyak baju yang coraknya mirip2 batik gitu deh.. Mungkin kalau pulkam bisa borong🙂😦

  8. moga menang ya GA nya🙂
    wah klo dikantor sini, memang setiap hari jum’at itu jadi hari batik🙂
    batik sekatang modelnya udah keren2 jadi cocok di pake beragam suasana, tinggal menyesuaikan model batiknya aja🙂

  9. desain kaos batiknya cantik deh…
    ya, sering banget pakai batik, ini sekarang lagi pakai batik Kalimantan motif perisai dan sulur

    Senang ya kalau di negri orang banyak yang kenal batik

  10. Ehh jangan mau naik pangkat jadi Pak Bupati… skarang terjadi kemerosotan arti makna sama jabatan BUpati itu😆 hahahaha… jadi Pak Lurah aja terus, lebih cool..

    Makasih ya entrynya😀
    good luck ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s