Longtan Township : 1

Beberapa waktu yang lalu, saya dan teman-teman International students mengadakan trip. Trip ini di sponsori oleh National Youth Commission, sebuah lembaga yang bertujuan mempromosikan tempat-tempat wisata di Taiwan. Salah satu programnya adalah memberikan bantuan finansial kepada mahasiswa yang ingin mengadakan trip. Tahun ini adalah kali kedua kami mengajukan rencana trip untuk didanai. Pengajuannya lewat sekolah.

Untuk trip-trip yang didukung oleh National Youth Commission lokasinya sudah ditentukan, dan tentunya bukan tempat-tempat yang sudah populer😀. Kalau populer kan nggak perlu dipromosikan dengan cara begini. Jadilah kami mencari program-program yang ditawarkan, yang budgetnya tidak terlalu besar, supaya bantuan finansial dari National Youth Commission bisa mencukupi tanpa kami harus mengeluarkan uang lagi *tetep, pengennya gratisan😀. Akhirnya ada satu program yang sesuai bugdet dan lokasinya dekat dengan kampus kami. Tempatnya sering disebut dengan Longtan Township, yang memperkenalkan kehidupan orang-orang Hakka di Taiwan. Longtan Township ini suatu area dimana dulunya banyak orang Hakka tinggal disini, dan saat ini masih ada beberapa peninggalan sejarahnya, yang sering dipakai sebagai tujuan wisata budaya.

Pada saat trip, ada seorang pemandu yang menemani kami sepanjang perjalanan, selain itu di setiap tempat yang kami kunjungi ada guide sendiri yang menjelaskan tentang  tempat tersebut. Karena kami banyak yang tidak mahir mandarin, maka salah seorang rekan kami yang mahir mandarinnya merelakan diri menjadi translator sepanjang perjalanan😀. Ada beberapa spot yang kami kunjungi, yaitu:

1. Longtan Shrines Pavilion

Tempat ini mulanya dipakai untuk membakar teks-teks yang tidak dipakai lagi dan juga sebagai tempat ‘pemujaan’ untuk menghormati penemu huruf Mandarin. Katanya sih banyak mahasiswa yang kalau pas ujian, pada datang kesini dan berdoa supaya nilainya bagus gitu. Kata pemandunya, tempat ini memiliki beberapa keunikan, antara lain: gerbangnya merepresentasikan angka delapan dalam karakter China (八) yang memiliki arti menyambut para pengunjung. Pagar di monumennya membentuk pola seperti diamond, representasi dari bentuk kura-kura,  yang diyakini merupakan simbol umur yang panjang.

Longtan Shrines Pavilion

2. Henggang Back cultural centers

Tempat kedua adalah sebuah rumah yang dulunya merupakan rumah seorang pelukis Hakka. Rumah kuno ini sekarang dimanfaatkan menjadi semacam galeri lukisan. Disana kami mendengarkan penuturan dari sang pelukis tentang kehidupan masyarakat Hakka disekitar situ yang diabadikannya dalam lukisan. Setelah itu kami menikmati lukisan-lukisan beliau yang dipajang di tempat itu.

Mendengarkan penuturan dari sang pelukis

Menikmati karya-karya sang pelukis

3. Chen Changheba Line – 1

Tempat berikutnya adalah rumah seorang pembuat obat tradisional Hakka. Leluhur pemilik rumah ini merupakan seorang tokoh terkenal di dunia obat-obatan tradisional Hakka. Sekarang bisnis ini dijalankan oleh keturunannya. Rumah induknya tetap dibiarkan apa adanya. Sang guide menceritakan tentang sejarah dan perkembangan obat-obat tradisional Hakka di Taiwan, berikut informasi tentang rumah tradisionalnya. Ternyata, desain rumah tradisional itu tidak sesederhana kelihatannya, banyak simbol-simbol yang melekat didalamnya, banyak sekali detail-detail yang merupakan simbol-simbol dari kepercayaan lokal.

Melihat salah satu sudut rumah

Setelah melihat-lihat beberapa bagian rumah dan juga gudang obatnya, kami kemudian makan siang di tempat ini. Menunya apalagi kalau bukan masakan tradisional Hakka. Tetapi buat lidahku ya rasanya mirip-mirip masakan China lainnya.😀

Makan siang (*yang ini foto dari panitia😀 )

Baru setengah perjalanan, ternyata sudah panjang juga … Sisa perjalanannya saya lanjutkan di postingan berikutnya saja ya …😀

Selamat beraktivitas

60 thoughts on “Longtan Township : 1

  1. wow …… seru ya Wong rame rame begitu
    membayangkan pagar di monumennya membentuk pola seperti diamond, representasi dari bentuk kura-kura🙄
    lukisan lukisan di atas itu kira kira dibikin tahu berapa ya Wong ?🙂

  2. Seru juga ya Mas jalan-jalannya. pake dibikinin kaos gitu. Justru kalo menurut saya jalan-jalln yang oke tuh ke tempat yang kurang populer tapi bagus lokasinya. jadi lebih berasa.
    btw njenengan laki-laki apa perempuan kok saya manggilnya mas-mas padahal gatau. hehehehe..😀

  3. Aku tadi baru lihat orang2 hakka di wiki. . .😀
    Mas, kamu tau gak penemu huruf Mandarin itu siapa?

    Kamu yang mana si, mas?
    Yang pakai baju putih ya?
    #hahah, pakai baju putih semua.😛

  4. aduuuuh seandainya di indonesia ada juga yang mau mendanai. gue malah seneng deh jalan-jalan ke tempat non populer kayak gitu🙄 pengen hihihi btw as usual, photonya menarik😀

  5. Bagus ya pemerintah Taiwan itu, membiayai anak2 muda yg ingin mengeksplorasi negara mereka. Duh kalau saja pemerintahnkita menirunya..betapa banyak pelosok dinegeri kitabyg harus dikenal dan dipromosikan oleh anak muda, Mas Hindri

  6. wah ternyata tempatnya gak jauh dari kampus toh. Senangnya kalau ada tempat kreasi gini didekat sekolah yak. jadi akomodasinya gak usah mahel2 juga *pelid* hihihi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s