Tips mendapatkan beasiswa

Siapa yang tertarik mendapatkan beasiswa? Kali ini saya ingin membagikan pengalaman saat mencari beasiswa untuk studi lanjut🙂 . Kebanyakan beasiswa studi lanjut memang diperuntukkan bagi mahasiswa pasca sarjana. Mengapa? Salah satu alasannya adalah karena pemberi beasiswa membutuhkan banyak mahasiswa untuk mendukung riset di institusi mereka, dan program kuliah pasca sarjana memang mendukung aktivitas riset ini, sedangkan untuk S1 (college), hal itu sulit dilakukan.

Cara mendapatkan beasiswa sebenarnya mirip juga dengan mencari kerja. Pertama kita apply dokumen, jika lolos shortlist, kemungkinan besar diteruskan dengan wawancara. Kadang-kadang juga ada test  lanjutan. Jadi tipsnya saya bagi saja menjadi dua: mempersiapkan dokumen dan wawancara.

A. Mempersiapkan dokumen

  1. Pastikan bahwa dokumen yang dikirimkan lengkap dan memenuhi persyarat yang diinginkan pemberi beasiswa. Jika ada yang belum memenuhi syarat, misalnya skor TOEFL/IELTS nya kurang, lakukan tes ulang agar bisa melewati ambang batas yang diinginkan pemberi beasiswa. Karena kalau dokumen tidak lengkap atau ada syarat yang belum terpenuhi, dokumen kita kemungkinan besar akan langsung masuk kotak sampah tanpa dilihat lebih lanjut. Terutama jika peminat beasiswa ini banyak.
  2. Saat mengisi formulir beasiswa, tunjukkan bahwa kita adalah kandidat yang  berkualitas dan sesuai untuk program beasiswa tersebut. Untuk itu kita perlu tahu juga tentang tujuan maupun jenis dari program beasiswa tersebut. Apakah beasiswa goverment to goverment, beasiswa dari sekolah tujuan, beasiswa dari badan konsorsium dll. Hal ini penting terutama untuk menyesuaikan tujuan kita dengan tujuan pemberi beasiswa. Pemberi beasiswa tentu mencari kandidat yang paling sesuai dengan tujuan mereka, tidak mesti yang paling pintar. Isilah formulir dengan jawaban secara menarik, tidak perlu bertele-tele tetapi jelas point-pointnya.
  3. Jangan ragu-ragu untuk menuliskan berbagai prestasi maupun pengalaman yang relevan dengan program beasiswa di daftar riwayat hidup. Ini bisa menjadi point tambahan.

B. Wawancara

Wawancara beasiswa mirip dengan wawancara kerja. Hal-hal yang perlu diperhatikan antara lain

Saat persiapan :

  1. Pastikan bahwa kita memiliki informasi yang cukup tentang pemberi beasiswa, universitas tujuan maupun rencana riset/kuliah kita. Kita bisa meminta pertolongan mbah Google. Dengan mengetahui hal ini maka kita bisa mengarahkan jawaban kita agar tidak melenceng dari sasaran pemberi beasiswa.
  2. Ketahui kekuatan dan kelemahan diri kita. Pertanyaan ini cukup sering muncul di wawancara. Berikan beberapa contoh yang menunjukkan kekuatan kita misalnya dengan menceritakan salah satu pengalaman yang menunjukkan bahwa itu sisi kelebihan kita. Sedangkan untuk kelemahan, selain menceritakan tentang sisi lemah tersebut kita juga perlu mengatakan hal apa yang telah kita upayakan untuk mengatasinya.
  3. Carilah pertanyaan-pertanyaan yang sering ditanyakan oleh pemberi beasiswa (bisa di googling) supaya kita bisa mempersiapkan diri lebih baik. Beberapa diantaranya adalah: mengapa memilih negara/universitas tersebut ? mengapa memilih topik riset tersebut ? apa keuntungannya jika kita terpilih sebagai penerima beasiswa, baik bagi kita sendiri maupun masyarakat di sekitar kita? siapa tokoh favorit kita dan mengapa? Apa yang akan kita lakukan jika menjadi pemimpin?

Saat wawancara :

  1. Bersikaplah ramah dan sopan. Berikan sapaan misalnya “Good morning” atau kalau pewawancaranya sudah menyapa duluan ya kita jawab dengan ramah. Kita bisa juga memberikan apresiasi misalnya “It’s my pleasure to be here” ketika pewawancara berkata ‘welcome’ misalnya. Saat berkata juga tidak perlu berlebihan, sewajarnya saja.
  2. Tunjukkan bahwa kita berantusias terhadap beasiswa tersebut. Hal ini bisa kita lakukan dengan memberikan perhatian yang sesuai ketika pewawancara berbicara.
  3. Saat berbicara, tidak perlu terlalu cepat. Pelan tetapi jelas dan tidak bertele-tele. Bisa juga kita mengaitkan jawaban kita dengan apa yang sudah kita lakukan sebelumnya sehingga terlihat bahwa kita memiliki background yang kuat di bidang tersebut (terutama pertanyaan tentang rencana riset kita).

Karena wawancara adalah kesempatan unjuk gigi, jadi ya usahakan untuk memberikan kesan yang baik, baik lewat penampilan maupun perkataan🙂.

Sekian dulu sharingnya, lain kali saya sambung lagi.

50 thoughts on “Tips mendapatkan beasiswa

  1. Tips yang berguna banget apalagi dari yang berpengalaman.

    btw, kasih tips yang lebih spesifik dong mas, misal untuk beasiswa ke Ausie dan Taiwan itu universitas mana aja dan di Indonesianya melewati apa aja😀

  2. wahhhhh… mas nya hebattt yaaa…

    mau mau mau tapiii saya selalu terpojokan dengan kemampuan bahasa inggris saya >_<

    mauuuuuuuuuuuuuuuuuuuuu, ajak saya dunk mas, pengen banged ke luar negeri

    • sekarang ini kesempatan beasiswa terbuka lebar kok. rajin-rajin cari informasi aja. Kalau nggak PD dengan kemampuan bahasa Inggris, bisa mencari beasiswa di non-English speaking country, biasanya syarat Inggrisnya nggak terlalu tinggi …😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s