Pengumuman

Kalau di kampungku, pengumuman dari RT/RW biasanya diedarkan lewat surat yang diserahkan ke rumah-rumah warga. Kadang kalau pengumuman dari masjid bisa di suarakan lewat horn yang ada di masjid.

Kalau di daerah tempat tinggal sekarang, rumah-rumah warga kelihatan sering tertutup, jadi tidak tahu di rumah ada orang atau tidak. Lagian, sepertinya semua orang sibuk kerja, mana mau disuruh mengantarkan kertas pengumuman dari pintu ke pintu. Jadi pengumumannya di informasikan lewat speaker-speaker yang di pasang di tiang-tiang di jalan. Kupikir, menggunakan speaker-speaker seperti ini bisa mempercepat informasi sampai ke warga, terutama di saat-saat genting.

Speaker di tiang

Selain speaker-speaker, di tiang-tiang itu juga seringkali di pasang kamera. Jadi aktivitas di jalanan terpantau terus. Banyak juga kejahatan yang terungkap gara-gara rekaman kamera ini (sering hasil rekaman CCTV begini jadi berita di tipi). Pernah rekan yang bekerja disini orang tuanya tertabrak kendaraan. Berkat rekaman CCTV, bisa diketahui yang bersalah siapa.

Kamera

Sayangnya, karena tidak bisa mandarin, setiap ada pengumuman saya sering tidak tahu isinya. Kadang cuma menebak isi pengumuman seperti adanya angin besar atau hujan deras. Tidak bisa mengerti pengumuman kadang-kadang juga tidak mengenakkan, terutama jika terkait dengan pemadaman listrik maupun air. Pernah beberapa kali listrik di gedung di matikan. Tahunya pas malam hari waktu pulang dari kampus, tidak bisa membuka rolling door yang berarti juga tidak bisa masuk rumah (secara mengontrak di lantai satu, jadi pakainya roolling door). Alhasil, mesti balik lagi ke kampus dan bermalam disana karena biasanya listrik akan menyala lagi di pagi hari. Rasanya hhmmm … mangkel juga, udah capek tapi nggak bisa istirahat. Pernah juga air di gedung mati. Alhasil hari itu tidak bisa mandi. Untung pas tidak ada acara, jadi cuma di rumah aja.

Kalau di daerah sahabat, bagaimana cara menyebarkan pengumuman ke masyarakat?

54 thoughts on “Pengumuman

  1. halah kalo gak bisa mandarin, trus gimana dong kalo butuh apa-apa…
    tar kaya lagi di vietnam kalo masuk warung makan musti nggambar ayam apa sapi
    takut dikasih babi, hehe

  2. di sini sih biasanya pake speaker mesjid, seringnya dengar berita kematian
    klo berita yang lain2, pak RT nya ngider ngasi selebaran hehehe

    eh? Nekad yah gak isa mandarin …. belajar atuh, mumpung di kampung orang ehehe

  3. Secara saya msih tinggal dipedesaan, jadi pengumuman pastinya pake toa mesjid..๐Ÿ˜€

    Suruh yang ngasih pengumuman kursus bahasa Inggris aja..atau biar lebih ekstrim, suruh belajar bhs Indonesia..hihi.. *komen orang edan*๐Ÿ˜€

  4. masih menggunakan speaker masjid, tapi kalau undangan rapat biasa masih di serahkan sama ketua kelompoknya untuk membagi bagikan pada para anggotanya yng berjumalah sekitar tujuh orang

  5. lol.. kalo di kampung sy masi pake toa.
    oh ya mbak.
    saya ngadain kontes menulis berhadiah kecil2an nih, infonya bisa dilihat diblog saya.
    Ditunggu partisipasnya ya.

    thanks
    JUN_P.M

  6. ini mirip kentongan kalau di indonesia… hehehe cuma suaranya pake tenaga manusia.. kalau di indonesia sekarang pakenya tenaga “kalau sudah”. Kalau sudah kejadian baru tahu… hehehehe

    • sudah lama sekali aku nggak dengar informasi yg di teruskan lewat kentongan. sekarang sepertinya lebih banyak lewat toa di masjid …๐Ÿ™‚
      he.he.he. iya juga ya, ‘kalau sudah’ menjadi andalan …

  7. di liat dari foto-fotonya, disana nggak jauh beda ya kondisinya sama di indonesia.
    Di tempat saya adanya pengumuman atau ada acara-acara lewat surat edaran, berita dukacita juga sama dengan daerah lain lewat alat pengeras di masjid. mancappp infonya๐Ÿ™‚

  8. kupikir itu di kampung2 di Jakarta, ternyata…
    pantesan kok keren banget bisa pasang CCTV.
    Kayaknya Jakarta perlu pasang CCTV di setiap gang nih! soalnya banyak tukang palak tiap belokan!

  9. fi lingkungan saya, ketika speakar masjid atau mushola dipakai untuk mengumumkan sesuatu, spontan warga bertanya-tanya siapa yang meninggal dunia., padahal belum tentu itu isi beritanya, tapi barangkali sudah menjadi kebiasaan setiap pengumuman lewat speaker masjid atau mushola sudah hampir dipastikan adalah berita kematian.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s