Orientasi kampus

Hari-hari belakangan ini, kampusku sudah mulai ramai lagi dengan kegiatan-kegiatan mahasiswa yang aku sendiri nggak ngerti apa. Sepertinya sih mereka sibuk mempersiapkan sambutan untuk para mahasiswa baru secara perkuliahan hampir dimulai …

Ospek,  orientasi kampus, orientasi mahasiswa baru atau apapun namanya, adalah hal yang biasa ada di tiap perguruan tinggi. Sebelum memulai dunia perkuliahan, biasanya mahasiswa baru diminta untuk mengikuti kegiatan ini. Ospek itu hampir identik dengan budaya senioritas dimana para kakak angkatan yang jadi panitia bisa memperlakukan adik-adik angkatannya semau-maunya sendiri. Sedihnya, ada beberapa kasus ekstrim yang sampai mengakibatkan beberapa mahasiswa baru menjadi korban, entah jatuh sakit atau lebih parah lagi …

Waktu memulai kuliah dulu, aku juga ikut ospek atau orientasi kampus. Mungkin aku cukup beruntung karena saat itu kekerasan fisik dan mental dilarang di kampusku (*itu aturan resminya sih, kalau yang nggak resmi … ya namanya juga nggak resmi, suka-suka panitia donk😦 ) .  Di kampusku itu, orientasi kampus dilakukan di tingkat universitas, fakultas dan jurusan. Di tingkat universitas kegiatannya ga terlalu berat sih, mungkin karena jumlah mahasiswanya ribuan, jadi panitianya kesulitan jg kalau mau bikin acara aneh-aneh. Kegiatan di tingkat universitas ini biasanya cuma dikumpulin, lalu suruh dengerin pidato yang panjang-panjang sampai tertidur. Untung saat itu pembicaranya bukan pk B*y*, bisa-bisa banyak yang di DO gara-gara tertidur saat dia pidato. Kalau yang di fakultas, kegiatannya paling lama. Panitianya juga paling nyebelin, kami disuruh jalan jongkoklah, kalung ID pakai tali rafia lah, pakai topi kertas-lah, di jemur sambil di bentak-bentak oleh panitia yang sok jagoan lah, disuruh minta tanda tangan kakak angkatan yang jual mahal lah; ya gitu-gitu deh. Kalau dipikir-pikir ga aneh-aneh banget kali ya, tapi tetap aja aku males model begitu-begitu. Kegiatan dimulai pagi jam 7 selesai jam 5 sore. Setelahnya, paling-paling ada peer yang bisa selesai dalam beberapa jam. Kalau peer ga selesai, ya paling-paling di ceramahin panjang lebar. jadi disiapin aja itu kuping biar ceramahnya masuk kanan keluar kiri, nggak lari kemana-mana, apalagi ke hati, jangan deh.

Yang paling menyenangkan adalah yang di jurusan, karena benar-benar hanya pengenalan jurusan, mulai dari fasilitas, unit kegiatan di jurusan, para staff dan juga sharing dari kakak angkatan. Saya pikir, ini yang lebih mendekati orientasi kampus ideal😀.

Kadang-kadang saya berpikir, apa sih manfaatnya ospek ini? Sempat sih ada yang menjawab “biar mahasiswa baru lebih tangguh, pekerja keras, disiplin, berjiwa kepemimpinan, mandiri, kuat, tahan banting”. Jawabannya lebay nggak sih? Apa bisa semua itu dilakukan hanya dalam beberapa hari? Apa iya itu semua bisa dilakukan dengan cara bentak-membentak, jemur-menjemur dan yang sejenisnya? Dan lebih menyedihkannya, kadang-kadang hal-hal itu dilakukan secara kucing-kucingan oleh panitia, sehingga pihak universitas sendiri tidak mengetahui perlakuan-perlakuan aneh panitia. Kalau sudah begini, motivasi awalnya aja sudah nggak pas, jadinya aroma arogansi dan senioritas itu yang lebih dikedepankan.

Semoga tahun ini, tidak ada lagi berita miring tentang kegiatan ini …

Menurut rekan-rekan, ospek atau orientasi kampus atau  apalah namanya itu yang bagus yang seperti apa ya?

37 thoughts on “Orientasi kampus

  1. Ospek sih lebih kepada ajang penyiksaan dan menanamkan rasa takut junior ke senior dan ke dosen2nya -.-”

    Kalau ospek yang baik, harusnya seperti diadakan pengenalan kampus, trus pengenalan sama dosen2 dan asisten dosen, hari terakhir ospek diadakan semacam lomba untuk mengukur hasil daripada ospek itu sendiri.

    Saya sih dulu pernah kena ospek di UBAYA. Untungnya (entah untung apa sial), pas besoknya ospek eh malemnya kena cacar air. Alhasil gak ikut ospek2an padahal sudah siap ‘senjata’ nya😀

  2. iya sebenarnya ospek itu bagus… asal kadarnya tepat, untuk saling kenal antar mahasiswa. memang praktek seperti itu sudah kuno..

    harusnya seniornya yang menjelaskan dan mengantar adik kelasnya keliling kampus.. bukan dibalik hhhehe

  3. kalau aku malah yang dijurusan yang paling menantang ospeknya, lamanya 6 bulan, dan selama 6 bulan kita cuma pake tas dari karung ke kampus, setelah tu pun sering di suruh ngumpul sorenya, blum lagi banyak tugas-tugasnya…tapi semua itu jadi pengalaman yang tidak terlupakan😉

  4. kalau di tempat saya prnh kuliah istilanya Bakti Kampus, asyik-asyik saja meski di bentak dan diberi aneka hukuman. Kalau dimarahi ya anggap sj angin lewat, klo di hukum kan gak sendirian, pasti rame-rame. KLo bikin tugas, jd bisa saling bantu membantu..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s