Bulan hantu

Hari Jumat kemarin, waktu berangkat ke kampus, aku agak heran ada banyak orang yang menyediakan sesajen ini di depan rumah-rumah. Kadang-kadang memang aku melihat orang melakukan itu di hari-hari lainnya, tetapi hari Jumat kemarin itu banyak sekali yang melakukannya, hampir di setiap depan rumah/toko ada sajennya. Pikirku, hari ini mestinya hari yang istimewa.

Masyarakat memberikan sesajen di depan rumah/toko

Ketika sampai di kampus, akupun bertanya ke temenku, hari apakah ini? Untungnya temenku nggak jawab “Hari Jumat”, kalau itu sih aku juga tahu๐Ÿ˜€ . Kata temenku, bulan ini adalah bulan 7 dalam kalender China. Sesuai dengan kepercayaan mereka, bulan 7 itu bulan dimana roh-roh halus bergentayangan, jadi sering disebut bulan hantu. Tanggal 1 bulan 7, hantu-hantu itu keluar dari sarangnya, tanggal 15 (bulan purnama) puncak-puncaknya hantu itu agresif, lalu akhir bulan, hantu-hantu itu harus kembali kesarangnya.ย  Nah pada hari Jumat ini bertepatan dengan tanggal 15 (kalender bulan), sehingga orang-orang memberikan sesaji untuk menghindari hal-hal buruk. Begitu sih kata temenku itu (*note, ini sesuai dengan kepercayaan dia lho ya …) .

Yang menarik perhatianku sebenarnya adalah sesajinya. Jangan di bayangkan sesaji itu berupa kembang setaman (bisa-bisa dimarahin penjaga taman kalau kembangnya di bawa semua … ), kembang setelon, air dari 7 mata air yang berbeda (disini adanya cuma air pam, jadi susah kan cari mata air) atau hal-hal ganjil lainnya. Disini, barang yang dijadikan sesaji ini banyak yang buatan pabrik misalnya minuman kaleng, minuman botol, roti-roti kering dan yang sejenisnya. Selain itu, ada juga sih yang menyajikan ayam, daging maupun buah-buahan. Selain memajang makanan, mereka juga menyediakan air dalam baskom kecil di lengkapi handuk. Mungkin untuk membasuh muka para arwah.ย  Selain itu, mereka juga mengirim uang dengan cara membakar uang kertas. Tapi uang yang di bakar sih mata uang ‘dunia lain’. Nggak tahu juga kok orang-orang itu bisa tahu mata uang ‘dunia lain’.

Sajen yang umumnya produk pabrik

Iseng-iseng aku tanya, sehabis disajikan, makanannya dibuang atau di kemana-kan? Dia bilang, kalau sekarang sih jarang ada orang yang membuang makanan itu setelah dijadikan sesajen. Umumnya makanannya ya kemudian dimakan sendiri, nggak baik kan membuang-buang makanan.

Kalau dimakan orang sih, aku juga sering perlu sajen dan ga perlu nunggu bulan hantu. Kalau pas nonton bola di tipi, sajen favorit ya kacang atau gorengan plus teh manis. Kalau pas belajar, sajennya ya klethikan (snack) yang asin-asin. Kalau belum habis sajennya ya terus saja mengunyah, setelah habis sajennya trus ngantuk, trus batal belajar deh๐Ÿ˜€ . Kalau ga ada sajen sama sekali, itu tandanya tanggal tua, beasiswa belum turun …

Kalau rekan-rekan punya sajen favorit nggak ya?

43 thoughts on “Bulan hantu

  1. hihi curang tuh,,masa bakar uang dari mata uang dunia lain:mrgreen:
    hantunya lucu ya..kalau akhir bulan pada balik kesarangnya…kayak aku aja nih…kalu akhir bulan di kosan aja…nggak ada uang hehe

  2. Klu sajenku si laen dari pada yg laen mas…sajenku ntu bisa membuat mata dan pikiran jadi ngeplay…aplg klu bkn ice cream&buah straoberry…taukan maksudku…!?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s