Cerita Anak SMA – Cerita dari kota kecil

Cerita anak SMA di jaman saya tentu sudah sangat berbeda dengan anak SMA sekarang. Jaman saya dulu internet belum semudah dan semurah sekarang. Saat itu windows baru saja muncul  (ups, ketahuan deh saya angkatan berapa) dan hanya orang-orang tertentu saja yang bisa beli komputer, apalagi di kota kecil. Kalau mau internetan ya mesti ke warnet, dan jumlah warnetnya pun belum banyak. Handphone juga masih belum menjadi ‘barang wajib’.  Jadi, kalau mau telp ya ke wartel (sekarang cari wartel lebih susah daripada cari handphone😀 ).

Wah nggak asyik donk masa SMA jaman dulu, apalagi di kota kecil. Eiiittsss, siapa bilang, setiap jaman dan daerah pasti punya keasyikannya tersendiri (*edisi maksa😀 ).

Salah satu hal yang berkesan saat saya SMA adalah bola, di sekolah kami ada kompetisi sepakbola antar kelas. Kebetulan sekolah saya yang memiliki 27 kelas itu berada tepat di samping stadion, jadi sangat menguntungkan. Meski bodi nggak atletis sama sekali, tetapi saya selalu bersemangat kalau ada pertandingan. Pada mulanya sering dipasang sebagai kiper, karena tidak kuat berlari-lari. Moment terbaik adalah saat bisa menggagalkan penalti. Posisi kiper akhirnya tidak bisa saya pertahankan ketika saya sekelas dengan Acong, yang ngotot jadi kiper karena nendang bolanya tidak lebih baik dari saya.  Sejak saat itu saya lebih sering bermain di sayap (dan tentu saja sulit bisa bermain 90 menit :D) .

Ah ya, bicara tentang Acong, itu adalah nama panggilan sayang kami kepadanya. Saat itu memang sedang hot-hotnya iklan tentang persaudaraan 3 orang sahabat, Acong, Djoko dan Sitorus (pas nulis ini kok jadi ingat film ‘Sang Pemimpi’ yang berkisah tentang 3 orang sahabat  juga). Iklan itu memiliki pesan yang kuat dan tak lekang oleh waktu. Saya dan Acong memiliki banyak cerita menarik, yang membuat saya sering tersenyum sendiri kalau mengingatnya, lain kali akan saya tuliskan.

Selain bola, moment yang juga berkesan adalah saat acara ultah sekolah. Awalnya saat kelas 1, saya terpana ketika melihat kakak kelas asyik manggung di acara ultah sekolah. Karena ingin bisa manggung juga (ternyata jiwa narsis sudah ada sejak dahulu kala😀 ) saya dan beberapa teman lalu membentuk band. Saat itu saya sama sekali tidak bisa bermain alat musik. Akhirnya saya didaulat memainkan bass dengan pertimbangan yang paling cepat mempelajarinya. Saya pun merayu kakak dan adikku untuk mau patungan membeli gitar. Setelah mengumpulkan uang tabungan, misipun terlaksana dengan suksesnya, sebuah gitar akustik bisa terbeli. Meski suaranya  tidak terlalu merdu, tapi sangat bermanfaat untuk latihan.

Sejak mempunyai gitar, jadi lebih sering mendengarkan radio serta rajin pinjam majalah yang ada chord-chord lagunya. Malam minggu pun sudah tidak terlalu kesepian karena ditemani oleh gitar dan radio. Waktu itu musik alternatif dan indie sedang booming serta sering disiarkan diradio saat weekend. Dan semasa SMA, saya sukses manggung di acara ultah SMA selama 2 tahun berturut-turut. Saat manggung pertama kali, rasanya luar biasa (ya iyalah, yang pertama kan biasanya lebih berkesan). Apalagi banyak cewek yang histeris. Tetapi bukan, bukan histeris karena saya, tetapi karena sang vokalis yang wajah dan suaranya lumayan.

Meskipun tidak punya dasar musik yang baik, kesukaan saya pada musik itu ternyata berlanjut sampai sekarang. Lumayanlah bisa untuk menghibur diri sendiri disaat galau atau bisa untuk narsis, contohnya seperti ini nih😀.

Wah, ternyata tulisannya sudah lumayan panjang. Saya stop aja sampai disini sebelum rekan-rekan semakin bosan.

Bagaimana dengan cerita SMA rekan-rekan ?

24 thoughts on “Cerita Anak SMA – Cerita dari kota kecil

  1. wah, seru juga ceritanya mas, kalo jaman sma dulu, saya juga sukanya main sepak bola mas, dan syukurnya dalam setiap perlombaan antar kelas, kelas saya nggak pernah menang, hehe

  2. Kebetulan sekolah saya punya lapangan bola sendiri.
    Makanya kompetisi antar kelas selalu diadakan.
    Nggak cuma anak laki2…
    Antar cewek juga dipertandingkan dan justru inilah yg paling rame.

  3. Wah, sama dong. Saya di SMA dulu juga menggeluti musik. Kebetulan Tim nya semua dari kelas saya, kelas yang lain pade gak punya, sehingga latihan jadi lebih kompak. Kalau olahraganya di badminton, ini malah sejak SMP.

  4. dari SD sampai SMA saya juga ada di kota kecil yang bernama wonogiri, ketika kuliah juga kota kecil juga sih, di Solo, dan ketika bekejra masih di kota kecil Solo juga, almhamdulillah,, hidup dikota kecil memang lebih nyaman

  5. masih mending udah nemu windus
    jaman dulu masih pake dos modal disket
    monitornya monochrome layar item tulisannya ijo
    satu unit dipake gantian anak sekelas
    hehe

  6. wah cerita bpk jman SMA seru juga yach..
    klo aku dlu sukanya yng ada rekreasinya ky studi banding ke skolah lain jd seru sambil jalan-jalan he
    salam kenal pak

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s