Alon alon waton kelakon

Rekan-rekan mungkin sudah sering mendengar istilah diatas ‘Alon-alon waton kelakon’. Memang ini istilah dalam bahasa Jawa yang bisa diartikan sebagai ‘Pelan-pelan asal terlaksana’. Saya kesulitan mencari padanan kata untuk ‘waton’, akhirnya kata ‘asal’ yang saya pilihπŸ˜€ .

Kalimat ‘alon-alon waton kelakon’ ini sering diucapkan terutama saat kita dalam posisi lambat, pelan dan yang sejenisnya. Misalnya saat kita lambat atau terlalu pelan dalam mengerjakan tugas sehingga orang lain sudah mendahului kita. Dan kalimat tersebut sering dipakai sebagai ‘alasan’ dari keterlambatan tersebut. Oleh karenanya, kalimat tersebut sering mendapat kesan negatif, tidak sesuai lagi dengan jaman sekarang yang serba cepat. Bahkan kadang orang menganggap bahwa kalimat tersebut hanya cocok dipakai untuk orang yang malas😦

Namun apakah demikian?

Menurut saya, banyak orang cenderung menitik beratkan pada kata ‘Alon-alon’ atau ‘pelan’pelan’ ketika mengucapkan kalimat tersebut, sehingga wajar jika kalimat tersebut lalu identik dengan alasan atau pembenaran dari suatu keterlambatan.

Padahal ada bagian lain yang sangat penting yaitu ‘waton kelakon’ alias ‘yang penting bisa terlaksana’. Menurut saya, bagian ini adalah bagian tersulit dan menitik beratkan pada hasil. Dan oleh karenanya, ‘alon-alon’ bukan lagi sekadar pelan, tetapi lebih mengacu kepada suatu proses yang penuh pertimbangan, tidak tergesa-gesa supaya target yang diinginkan tercapai dan tentu saja tepat waktu.Β  Kalau tidak tepat waktu kan berarti gagal sehingga ‘waton kelakon’ -nya tidak tercapai. Selain itu, cara-cara yang dilakukan pun harus cara-cara yang tidak melanggar aturan, karena kalau melanggar aturan akan menimbulkan masalah baru yang artinya ‘waton kelakon’ -nya juga tidak tercapai.πŸ˜€

Oleh karena itu, menurut saya ‘alon-alon waton kelakon’ ini masih tetap relevan pada jaman sekarang yang serba cepat serba instant ini. Sekali lagi ini cuma opini pribadi lhoooo …πŸ˜€

Dalam bahasa daerah rekan-rekan, kalimat apakah yang berkesan untuk rekan-rekan ?

32 thoughts on “Alon alon waton kelakon

  1. Alon itu memang disatu sisi mengandung makna perlahan …
    namun disisi lain … saya menganggap ada makna … Kehati-hatian disana …
    (cie cie cie … sok analisa linguistik nih …)

    salam saya Hind

  2. Saya menganggap peribahasa ini tetap relevan, seperti sebuah nasihat bijak yang akan selalu saya ingat, segera tapi jangan tergesa-gesa. sekilas terlihat sama, namun antara segera dan tergesa-gesa masing-masing mengandung arti dan membawa akibat yagn berbeda.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s