Dua gaya pembelajaran yang berbeda

Ada siang ada malam, ada tinggi ada rendah, ada lebar ada sempit. Mmm, banyak hal di dunia ini yang sering dikotakkan menjadi dua bagian, tak terkecuali dalam hal pembelajaran. Kita mungkin sering mendengar tentang istilah Barat dan Timur, yang sering kita pakai untuk merepresentasikan Eropa (yg kemudian orang Eropa menyebar serta menguasai Amerika & Australia) dan Asia. Begitu juga dalam hal pembelajaran, saya mengamati ada perbedaan cukup mendasar dalam pembelajaran diantara orang Barat & Timur.

Ketika saya belajar di negara yang cukup kuat budaya baratnya, ada dua hal penting yang mereka tekankan: independent study dan critical thinking. Independent study mungkin bisa di artikan sebagai belajar secara mandiri. Dengan  independent study, maka untuk belajar tidak perlu disuruh-suruh atau dipaksa-paksa (jadi ingat waktu kecil suka berkelit kalau disuruh belajar). Belajar seperti ini bisa muncul ketika kita menyadari bahwa belajar adalah sebuah kebutuhan, sehingga dengan sendirinya kita akan mencari-cari, menggali-gali pengetahuan yang kita butuhkan. Dan belajar di sekolah bukan untuk mendapatkan ijasah, tetapi pengetahuan (karena itu mereka menilai seseorang dari kemampuannya, bukan ijasahnya atau IPnya atau almamaternya)

Critical thinking membuat kita tidak secara mentah-mentah ‘menelan’ suatu informasi. Pengetahuan yang didapat perlu di analisis, dipandang dari  berbagai sudut, dilihat kelebihan dan kekurangannya, dilihat konteksnya. Apakah ada kelemahan dalam pengetahuan itu, hal apa yang masih bisa dilakukan untuk memperbaikinya. Critical thinking memungkinkan kita untuk menambah sesuatu hal yang baru, yang memperkuat atau malah menggantikan pengetahuan yang sudah ada. Pengetahuan pun semakin berkembang. Dan yang saya alami, mereka sangat menghargai ide baru, ide yang orisinal. Untuk tepat atau tidaknya ide tersebut, tergantung seberapa kuat argument kita. Selain itu, mereka juga lebih menitik beratkan pada hasil. Mereka tidak perduli keras tidaknya usaha kita (tapi tidak mentolerir curang lho), yang mereka lihat adalah outputnya seperti apa. Dan tentu saja untuk memperoleh hasil yang bagus, perlu kerja keras dan ketekunan.

Dan ketika saya belajar di negara yang cukup kuat budaya timurnya, independent study dan critical thinking ini tidak terlalu di tekankan. Bukan berarti hal tersebut tidak penting, hanya saja mereka lebih menekankan kepada proses. Jika proses yang di lakukan baik, maka hasilnya pun akan baik. Tetesan air yang terus menerus pun akan mampu melubangi batu karang. Makanya tidak heran jika orang di Asia timur itu sangat terkenal sebagai pekerja keras dan orang yang tekun. Dan mereka mampu berbicara banyak di level internasional.

Demikianlah hasil pengamatan  saya yang sekaligus sebagai pembelajaran buat saya.

12 thoughts on “Dua gaya pembelajaran yang berbeda

  1. Tingkat kemandirian anak2 di Indonesia amat terlambat.
    Sudah SMA saja banyak yg apa2 nggak bisa sendiri.
    Beli buku belum bisa, nyemir sepatunya nggak bisa. Apalagi cuci baju.
    Trus apa2 maunya ada temannya.
    Banyak juga anak TK yg masih disuapi

  2. saya setuju dengan pembelajaran yang butuh proses, akan tetapi harus proses yang benar-benar, jangan proses karbitan..seperti yang banyak terjadi di negri ini..misalnya kalau tidak lulus sekolah favorit..cari jalan agar bisa masuk lewat jendela…, 🙂

  3. Saling berinteraksi nih kuat di independent study dan critical thinking hasil nyantrik di Melb sekalian menempa proses. Selamat berproses dalam pembelajaran.

  4. memang tingkat kemandirian itu harus di ajarkan dari sejak kecil yaa..
    tapi liat anak SMA jaman sekarang manja-manja banget kaya nya sulit ya untuk bisa mandiri🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s