Pendidik, profesi yang tidak populer di Indonesia

Profesi pendidik memang bukan profesi yang populer di Indonesia meskipun profesi ini merupakan profesi yang sangat vital bagi masa depan suatu bangsa. Sebuah bangsa yang memiliki sistem pendidikan yang bagus dengan para pendidik yang berkualitas akan menghasilkan generasi yang tangguh, yang membuatnya mampu bersaing di tingkat atas percaturan global. Selain itu, kita bisa melihat bahwa tingkat pendidikannya suatu negara  berkorelasi dengan tingkat kesejahteraannya.

Ketika berbicara tentang profesi pendidik di Indonesia, apa yang terlintas dalam pikiran saya tidak akan jauh-jauh dari apa yang di gambarkan oleh lagu ‘Oemar Bakrie’. Lagu yang mencoba melukiskan kondisi memprihatinkan yang dialami oleh banyak pendidik di Indonesia itu masih cukup relevan dengan kondisi saat ini.

Tingkat kesejahteraan pendidik di Indonesia memang masih tergolong rendah, terutama di daerah-daerah. Gaji pendidik jauh lebih rendah jika di bandingkan dengan gaji orang yang bekerja di perusahaan (dengan level yang sama). Karena itulah pilihan menjadi pendidik pun sering kali tidak menjadi pilihan utama  (kecuali bagi mereka yang memang memiliki panggilan hati untuk menjadi pendidik. Akan tetapi, berapa banyak orang yang benar-benar terpanggil untuk menjadi pendidik? ). Banyak orang yang memiliki kemampuan akademik bagus memilih untuk berkarya di perusahaan yang memang menjanjikan kehidupan lebih baik.

Suatu kali saya pernah berbincang-bincang tentang profesi pendidik ini dengan seorang pendidik di Taiwan. Dia tahu bahwa gaji pendidik di Indonesia cukup rendah dibandingkan dengan gaji orang yang bekerja di perusahaan. Dia sempat menanyakan “Lalu bagaimana  orang-orang terbaik mau bekerja sebagai pendidik jika gajinya terlalu rendah? Padahal pendidik yang berkualitas sangat diperlukan untuk menghasilkan generasi yang berkualitas”. Waktu ditanya seperti itu, saya juga tidak bisa menjawab. Memang  gaji seorang pendidik di Taiwan cukup tinggi, sehingga profesi ini memang profesi yang elite, banyak diincar. Hal ini membawa dampak positif karena kualifikasi untuk menjadi seorang pendidik pun juga tinggi. Sementara di Indonesia, apalagi didaerah, saya pikir masih cukup jauh dari kondisi ideal. Memang ada sekolah-sekolah atau universitas-universitas  yang memiliki kualifikasi pendidik yang baik, tetapi itu hanya sebagian kecil saja.

Menjadi pendidik memang tidak mudah karena masyarakat sulit untuk memisahkan antara kehidupan profesi dengan kehidupan sehari-hari. Selain wajib memiliki kemampuan berpikir yang baik, seorang pendidik juga dituntut memiliki sikap hidup yang baik. Ketika seseorang memutuskan menjadi seorang pendidik, secara otomatis dia akan dijadikan sebagai panutan, sehingga tidak hanya kemampuan otaknya, akan tetapi sikap dan cara hidupnya juga akan banyak di soroti.

Di era modern ini, tuntutan menjadi seorang pendidik semakin berat karena informasi berubah sangat cepat, sehingga seorang pendidik harus bisa mengimbangi kecepatan perubahan informasi ini. Seorang pendidik yang baik memang harus terus menerus belajar sepanjang hidupnya supaya ilmunya bisa terus bekembang. Jika tidak demikian, maka ilmunya akan menjadi usang dan hilanglah daya saingnya.

Tuntutan tinggi yang tidak disertai dengan penghargaan yang memadai menjadikan profesi sebagai pendidik kurang begitu diminati. Namun demikian, kita bisa melihat bahwa dalam beberapa tahun terakhir ini pemerintah melakukan beberapa perbaikan untuk meningkatkan penghargaan terhadap para pendidik diantaranya dengan memperbanyak beasiswa studi lanjut, insentif menulis, insentif penelitian, tunjangan sertifikasi dan lain-lain. Seperti peribahasa ada gula ada semut, pemberian berbagai insentif ini membuat para pendidik semakin bergairah untuk terus exist dan meningkatkan kinerjanya ,walaupun memang mekanisme program-program itu masih banyak kekurangan dan lubang disana sini, yang bisa dimanfaatkan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab, yang hanya mengejar insentif tanpa mau meningkatkan kinerjanya.

Selain pemerintah, beberapa organisasi juga memiliki kepedulian yang cukup besar terhadap profesi pendidik,  antara lain program Indonesia Mengajar dan Sampoerna School Education. Program-program semacam ini turut serta mengangkat pamor pendidik sekaligus meningkatkan kualitas para pendidik di Indonesia sehingga diharapkan mampu meningkatkan kualitas peserta didiknya, yang pada akhirnya akan turut serta meningkatkan kualitas pendidikan masyarakat secara menyeluruh.

 

28 thoughts on “Pendidik, profesi yang tidak populer di Indonesia

  1. pendidik di beberapa wilayah indonesia gajinya malah cukup besar lho, seperti di batam, karena selain gaji pokok, mereka juga mendapat tunjangan kesejahteraan yang cukup banyak dari pemerintah daerah batam.

  2. Huaaaa di detik-detik terakhir baru ngirimin hihihi
    Semoga Menang \^0^/
    btw soal pendidik alias guru, sungguh luar bisa yaa mereka..

    *untung ajah gia kuliahnya di jurusan pendidikan hehehe*

  3. pada zaman sekarang tenaga pengajar adalah profesi yang sangat populer, semua berlomba-lomba untuk menjadi tenaga pengajar, karena begitu banyak kemudahan yang didapat, diantaranya naik golongan stiap 2 tahun, dan gaji yang cukup, tunjangan perumahan, kesehatan dsb, tapi disini saya sebutkan tenaga pengajar…karena tenaga pendidik belum semua-nya bisa mendidik para siswa-siswinya, kalau mengajar sich bisa🙂
    http://hariyantowijoyo.blogspot.com

    • memang betul pk, sejak pemerintah memberikan banyak kemudahan, profesi pengajar memang semakin naik daun. Dan jadi pengajar memang lebih mudah daripada jadi pendidik …
      Salam

  4. Tentang judul tulisan ini, sebenarnya saya nggak sepakat. Beberapa kampus yang saya ketahui di solo dan sekitarnya, fakultas pendidikan dan keguruan adalah fakultas yang paling buanyak peminatnya. Keguruan (pendidik) sangat populis di masyarakat. Apalagi setelah ada “rencana” pengkali-lipatan gaji guru oleh Negara. Mungkin akan semakin membludak dan makin populer profesi pendidik ini.

  5. Semoga saja … untuk masa yang akan datang … kesejahteraan pendidik akan lebih baik lagi …
    sekarang sudah membaik … tapi bisa lebih diperbaiki lagi …

    Salam saya

    (itu sebabnya … saya pilih jadi pendidik … tapi di perusahaan swasta … hahahaha)

    • Iya om, sejak memberikan banyak fasilitas, saat ini P&K serta DIKTI sudah menaikkan standard bagi pendidik, yg menurut saya itu suatu kemajuan …
      Pilihan yang tepat Om😉

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s