Perjalanan ke Lyudao – Hari kedua

Postingan ini merupakan kelanjutan dari postingan sebelumnya, disini.😀

Agenda hari kedua adalah menyaksikan matahari terbit sambil berendam kemudian mengunjungi tempat-tempat yang belum sempat dikunjungi di hari pertama.

Lyudao

6. Hot spring

Pagi-pagi sekitar pukul 4.30 kami sudah meluncur menuju tempat lokasi berendam air hangat (hot spring) yang terletak di bagian tenggara pulau. Sumber airnya ternyata tidak memakai sumber air panas alami. Sampai di TKP, ternyata sudah banyak pengunjung yg memadati, sambil menunggu matahari terbit. Ini pertama kalinya saya bisa melihat matahari terbit dari pantai secara langsung. Selama ini ya saya lihat matahari terbitnya dari antara pucuk-pucuk pohon maupun gunung, karena saya kan tinggalnya di Jawa bagian tengah ha.ha.ha.

Setelah puas berendam kami lalu sarapan. Ternyata berendam di musim dingin atau semi lebih menyenangkan dari pada berendam di musim panas (namanya juga Hot Spring bukan Hot Summer, eh, tapi kalau summer benar-benar hot lhoo😀 )

7. Sleeping Beauty & sleeping dog

Disalah satu sudut pulau itu, ada tepat yang kalau dilihat dari jauh seperti orang yang sedang tidur. Tempat itu sering disebut dengan ‘Sleeping Beauty’, karena yg tidur seorang wanita😀 .  Didekatnya, ada sang anjing yang juga ikut-ikutan tidur, makanya disebut ‘Sleeping dog’.

Jangan sampai salah menebak mana yang Sleeping Beauty dan mana yang Sleeping Dog😉

Saya coba mengamat-amati, penasaran juga, kira-kira yang Sleeping Dog itu mirip jenis anjing apa ya?😀

Salah satu sudut pantai d Lyudao

8. Jalan dan jembatan

Selain pantai, jalan maupun jembatannya pun ada yang menarik. Beberapa bagian jalan benar-benar di pinggir pantai, disebelahnya ada tebing-tebing batu yang struktur batunya khas sekali. Ada tebing yang terlalu menjorok ke pantai, sehingga terpaksa di lubangi untuk jalan. Struktur batu dan model jalan seperti ini banyak ditemui di jalur barat pulau Taiwan. Jalur barat ini malah lebih eksotis daripada yang di Lyudao.

Jalan

jembatan

tebing yang dibuat jalur jalan

Kalau pas jalan di dekat tebingnya, serasa mau tertimpa batu-batu aja. Dan memang batu-batunya mudah berguguran, jadi harus selalu waspada. Selain pantai, di pulau ini ada juga bumi perkemahan, jadi yang enggan tinggal di penginapan, bisa berkemah.

Tak terasa, waktu sudah melewati tengah hari, kamipun harus segera berkemas karena siang itu juga kami akan meninggalkan Lyudao. Sewaktu naik ke kapal, saya sedikit khawatir akan mabuk lagi. Bersyukur ternyata saya tidak mabuk. Mungkin karena kapalnya jauh lebih nyaman dari sebelumnya, atau saya yg terlalu kelelahan, sehingga malah tertidur di kapal😀.

Dermaga Lyudao

Dari Lyudao, kami akan menginap 1 malam di Taitung, karena esok harinya akan jalan-jalan disekitar Taitung. Jadi, jalan-jalan di Taitung akan menjadi tema postingan berikutnya😀

15 thoughts on “Perjalanan ke Lyudao – Hari kedua

  1. whuiihh keren, Pur..!

    anjingnya jenis yang bertelinga lebar..
    sleeping beauty-nya bukan bundo.. karena kagak bisa tidur telentang begitu.. xixi.

  2. Fotonya keren2, salut dengan kemasan optimalisasi keindahan alam tuk wisata. menyisir tebing dan pantai, menembus tebing. Selamat beraktivitas.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s