Perjalanan ke Lyudao – Hari pertama

Beberapa hari yang lalu,  saya beserta teman-teman mengadakan perjalanan singkat ke Lyudao atau Green Island yang terletak di Taitung, Taiwan. Lyudao merupakan sebuah pulau kecil di laut Pasific, sekitar 1 jam naik ferri dari pelabuhan di Taitung. Pulau ini terkenal sebagai pulau untuk pengasingan para napi politik pada jaman perang. Semacam pulau Nusa Kambangan di Jawa Tengah. Akan tetapi pulau ini sekarang dibuka untuk umum sebagai tempat wisata yang cukup populer di Taiwan.

Kami berangkat dari Chungli hari Jumat petang. Karena musim liburan, tiket kereta ternyata sudah habis beberapa hari sebelumnya, sehingga kami terpaksa naik bis dan untuk itu harus transit dulu di Kaoshiung, dilanjutkan naik bis lagi dari Kaoshiung ke Taitung. Di Kaoshiung sempat jalan-jalan di night market sebentar, sambil mengisi perut. Sampai di Taitung, Sabtu subuh. Kami menghabiskan waktu di M*D sambil menunggu matahari terbit sebelum berangkat ke pelabuhan.

Sampai di pelabuhan, ternyata sudah dipenuhi oleh para pelancong. Tak menunggu lama, kamipun segera naik ke kapal. Ketika naik, kepala saya sudah mulai pusing. Begitu kapal bergerak, saya ke dek supaya dapat angin. Terasa lumayan meski kapal bergoyang cukup kencang. Di tengah jalan, kami bertemu dengan sekelompok ikan lumba-lumba. Sayang gagal memfoto. Ada juga ikan kecil-kecil yang meloncat sangat jauh, seperti terbang. Ketika melihat jam, ternyata baru setengah jalan meskipun pulaunya kelihatan di kejauhan. Kepala makin pusing dan pengalaman pertama naik ferri pun dihiasi mabuk laut dengan suksesnya.

Kapal mendekati Lyudao

Meski kecil, Lyudao cukup nyaman sebagai tempat wisata. Ada banyak penginapan dan warung makan. Untuk menjelajah pulaupun kita bisa menyewa sepeda motor.  Dipulau ini, pada musim libur yang padat ada sekitar 3000an motor, mmm banyak juga. Dan hanya ada 1 pom bensin, jadi mesti ngantri deh beli bensinnya😀 . Begitu kecilnya, pulau ini bisa di kitari dengan motor selama sekitar 1 jam (tanpa berhenti). Meskipun begitu, ada beberapa tempat menarik yang bisa dikunjungi, antara lain :

1. Penjara

Setelah selesai berurusan dengan penginapan, kami mulai jalan-jalan di Lyudao menggunakan sepeda motor. Tempat pertama adalah melihat penjara. Penjara disini masih aktif, tetapi saya tidak sampai masuk ke penjara, hanya melihat-lihat sisi luarnya. Kalau masuk takutnya ga bisa keluar lagi, kan repot 😀

Penjara

2. Pantai-pantai berkarang

Pantai-pantai di Lyudao kebanyakan adalah pantai-pantai berkarang. Beberapa memiliki pasir putih yang indah. Pantainya bersih serta kelihatan masih alami. Peringatan untuk tidak merusak dan mengotori pantai ada dimana-mana. Pantai-pantai itu mengingatkan saya akan pantai-pantai di Gunung Kidul, Yogyakarta. Saya menyempatkan diri untuk mencari wahyu biar cepat lulus. Padahal Wahyu aja ga diajak, kok masih dicari  ha.ha.ha.

Dibeberapa tempat, dibangun juga taman-taman di pinggir pantai, membuat tempatnya lebih menarik.

3. Gua

Di pulau itu juga ada gua kecil. Saya kurang tahu pasti kegunaannya. Tetapi waktu kesana, ada beberapa orang yang sedang berdoa.

Cuaca saat itu benar-benar panas. Rasa haus dan lapar benar-benar terasa. Untungnya di dekat gua itu ada yang jualan makanan sehingga kami makan siang disitu. Karena disitu ada menu daging rusa, kamipun makan siang dengan menu daging rusa. Maaf fotonya tidak saya upload, lagi bulan puasa😀

4. Snorkeling & Diving

Kita juga bisa snorkeling maupun diving di pantai-pantai sekitar Lyudao. Kami ikutan snorkeling pada sore harinya. Ternyata snorkeling-nya hanya di pinggiran pantai. Sebelum snorkeling, kami dibriefing dulu tentang hal-hal penting. Bagi saya ini sangat bermanfaat, karena saya belum pernah snorkeling sebelumnya. Ternyata sore itu, yang ikut snorkeling banyak banget, jadinya pantainya penuh. Mungkin karena terlalu banyak orang, airnya jadi kurang jernih dan ikannya pada takut muncul. Meskipun begitu, tetap mengasyikkan.😀

ikan-ikan

Setelah snorkeling, waktu sudah menjelang petang. Sebelum makan malam kami menyempatkan diri untuk melihat sun set.

sun set

Untuk makan malam, ternyata ada BBQ. Orang sini kan suka bakar-bakaran😀

BBQ

5. Melihat rusa

Setelah makan malam, acara masih terus berlanjut, yaitu melihat rusa yang biasanya muncul di malam hari. Penasaran juga sih melihat rusa dialam bebas. Di Lyudao memang terdapat daerah yang mennjadi tempat tinggal rusa. Rusa-rusa itu tentu saja tidak boleh di buru. Dalam perjalanan bersama pemandu wisata, ternyata banyak juga yang sama-sama ingin melihat rusa. Kami menyusuri jalanan di sekeliling habitat rusa menggunakan sepedamotor. Suara-suara motor yang lain terdengar dikejauhan. Saya agak pesimis juga, gimana rusanya mau keluar kalau suaranya bising begini. Apalagi, cara melihatnya adalah dengan menyinarkan lampu senter ke semak-semak yang diduga ada rusanya. Waakkk, apa rusanya ga stress ya tiba-tiba ada sinar yang mengarah kepadanya.

Karena rusanya ga nongol-nongol, maka pemandunya beralih menjelaskan serangga yang katanya salah satu khasnya Lyudao. Serangga itu hermaphrodite dan di bagian ujung ekornya ada dua benjolan (ga tahu namanya). Katanya kalau serangga pada umumnya hanya punya 1.

serangga

Setelah menjelaskan tentang serangga, pemandunya mengajak kami untuk kembali mencari rusa. Dan kami cukup beruntung, sang pemandu yang sudah terlatih, melihat seekor rusa di balik pepohonan. Segera dia  menghentikan motornya dan menyorot rusa tersebut dengan lampu senter. Kamipun segera mematikan mesin motor. Kami melihat seekor rusa sedang berdiri di balik pohon. Memang cuma kelihatan setengah badan bagian belakang saja. Rusa itu tidak menunjukkan tanda-tanda kaget terkena sinar lampu senter. Tak berapa lama, rusa itu berlalu dengan tenangnya, berjalan masuk ke rerimbunan semak. Sayangnya gambar yang kami ambil terlalu kabur.

Setelah itu, sang pemandu membawa kami ke daerah yg cukup gelap dan sepi untuk melihat bintang. Dia menjelaskan beberapa rasi bintang yang dipakai sebagai pemandu pada jaman dahulu. Diantara bintang-bintang itu terdapat sekumpulan bintang yg berbentuk menyerupai kabut. Dalam kepercayaan setempat, kabut itu merupakan sebuah jembatan penghubung. Lalu sang pemandu mengisahkan sebuah cerita rakyat, yang ternyata sangat mirip dengan cerita rakyat dari Jawa Tengah, Jaka Tarub.

Didalam Jaka Tarub versi mereka, pada jaman dahulu ada sekumpulan bidadari yang turun ke bumi (saya lupa turun ke bumi untuk mandi atau sekedar bermain). Ketika sudah tiba saatnya pulang, ada seorang bidadari yang tidak bisa kembali ke langit. Lalu datanglah seorang peternak sapi untuk menolongnya. Keduanya lalu menikah dan mempunyai anak. Setelah beberapa tahun menikah, datanglah ibu dari bidadari itu yang telah mencari-cari anaknya. Bidadari itupun lalu dibawa kembali ke langit. Menurut pemandu itu, waktu dilangit berbeda dengan waktu di bumi ( hitungan jam di langit setara dengan hitungan tahun di bumi). Sang peternak pun terpisah dari istrinya. Akan tetapi, peternak itu ternyata memiliki sapi yang dulunya adalah sapi langit. Dan sapi itupun berkata kepada peternak itu, jika sapi itu mati, maka kulitnya dibuat sepatu supaya bisa membawa peternak itu ke langit untuk menemui istrinya. Dan ketika sapi itu mati, kulitnya dibuat sepatu sehingga sang peternak bisa pergi ke langit. Dan kumpulan bintang yang terlihat seperti awan itu adalah jembatan yang menghubungkan tempat peternak dengan bidadari, istrinya.

Selesai bercerita, ternyata waktu sudah larut malam. Kamipun sudah kelelahan, sehingga kami langsung kembali ke penginapan untuk mandi lalu beristirahat.

Untuk kegiatan hari kedua, nantikan di postingan berikutnya. 😀

25 thoughts on “Perjalanan ke Lyudao – Hari pertama

    • Disini banyak sekali rekan-rekan yg muslim. Untuk beradaptasi sih ga ada masalah, paling sedikit ribet masalah makanan, jadi tidak bisa makan di sembarang warung. Seringnya ya makan di warung makan halal atau warung makan vegetarian … 😀

  1. Chung Li ke Taitung? jauh banget masih menyeberang laut pula. Tapi terbayar dengan panorama indah dan budayanya. Jaka Tarub ala Taiwan … ketemu Nawangwulankah?

  2. Jalan2 asyik nih Mas Pur. mengenai cerita legenda, kayaknya emang banyak persamaan antara belahan dunia satu dengan belahan lainnya ya. wah pasti punya sejarah menarik nih. jadi di pulau ini tak ada mobil ya?

  3. Saya masih merasa heran bila ada obyek wisata semacam penjara. Kan menyeramkan tuh…😀
    Tapi ternyata ada tempat lain dengan pemandangan indah di pulau itu.🙂

  4. Dan pulangnya bawa dendeng rusa ya mas.. Hihi…
    Asyik ya pulaunya. Bersih, indah, rapi, aman..berirama…
    Dapat sunset yang keren. Dapat snorkelling.. Dapat Joko Tarub.. Aish..senang…

    Selamat (sudah) bersenang-senang ya mas…🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s