Persaingan semakin ketat

Saat membaca sebuah artikel di salah satu media online, bahwa China dan India mendominasi lulusan perguruan tinggi, saya pun teringat lagi ketika belajar di Melbourne. Apa sebabnya? ya karena meskipun saya belajar di Australia, teman-teman saya justru banyak yang dari China dan India. Waktu itu, dalam satu kelas, orang bulenya hanya 1 atau 2 orang, sisanya berasal dari China (paling banyak), India dan negara-negara Asia lainnya. Saya pun sempat berpikir, ini saya belajar di China atau dimana ya … Tapi ada juga keuntungannya, karena yang dari China bahasa Inggrisnya kurang bagus, jadi saya pun ga perlu minder dengan kemampuan bahasa saya yg pas-pasan. Tapi kalau yang dari India, bahasa Inggrisnya udah seperti orang native (karena kata temenku yg dari India, bahasa Inggris dipakai sebagai official language), cuma pakai geleng2 kalau bicara.

Saat itu saya memang mengambil jurusan teknik, yang katanya diminati oleh pelajar dari kedua negara tersebut. Dan untuk orang-orang lokal, mereka lebih memilih mengambil jurusan art (Gotye dengan ‘somebody that i used to know’-nya adalah salah satu alumni univ tersebut), law serta economic.

Kalau diamati, perkembangan kedua negara tersebut memang luar biasa. Ini dari kacamata saya yang orang teknik. China terkenal dengan produk-produknya yang murah sehingga sangat merndominasi dimanapun. Produk dari berbagai level, mulai dari kebutuhan sehari-hari hingga peralatan pabrik, dibuat di China. Tadinya saya berpikir bahwa produk mereka murah karena tenaga kerjanya yang murah. Akan tetapi saya salah, mereka bisa membuat produk murah karena memiliki dan memakai teknologi, sehingga kinerjanya jauh lebih produktif. Memang untuk soal kualitas, produk China ini masih sering jadi bahan guyonan, akan tetapi, saat ini mereka memiliki para engineer berkualitas yang melimpah, jadi saya pikir merekapun sudah bersiap juga untuk bersaing dalam hal kualitas. Saya yang sedang bergulat dengan jurnal-jurnal inipun mengamati bahwa sebagian besar artikel yang saya baca penulisnya adalah orang China.

India memiliki kemampuan di bidang IT yang mumpuni. Banyak ahli IT asal India yang menjadi orang top di perusahaan multi nasional maupun di universitas-universitas. Kajur di dept. tempat saya belajar waktu itu adalah orang India, dan dia salah satu pioner ‘cloud computing’, bidang yang terus naik daun akhir-akhir ini. Dosen yang sangat  disegani dengan berbagai award yang prestigious. Di India sendiri, banyak programmer handal dengan tarif murah (hal ini pernah dikeluhkan oleh teman saya yg adalah seorang programmer freelance). Mereka sering dipakai sebagai outsource oleh perusahaan-perusahaan di negara lain. Untuk bidang telekomunikasi, orang India sering dipekerjakan sebagai tenaga online customer care karena bahasa Inggrisnya yang bagus. Selain itu, beberapa waktu yang lalu juga heboh juga adanya mobil murah dari India.

Persaingan semakin ketat dan semakin terbuka. Kita harus terus-menerus memperbaiki kemampuan diri, ‘innovate or die’,  ‘publish or perish ‘.

Salam

12 thoughts on “Persaingan semakin ketat

    • Mereka memang gencar dalam pengembangan teknologi … Indonesia sebenarnya punya SDM yg baik juga, cuma kebijakan pemerintahnya yg belum terarah dengan baik …
      Saya dulu kul di The Univ of Melbourne …

  1. Saya pernah sekolah di DSSC (Defence Services Staff College) di Wellington, Tamilnadu-India selama 11 bulan.
    Salut untuk metode mengajar dan alat-perlengkapannya.
    Sayangnya waktu itu sering mati listrik kalau sore hari sehingga menganggu waktu belajar.

    Salam hangat dari Surabaya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s