Lalen

Lalen adalah istilah bahasa Jawa yang berarti pelupa. Nah, saya ini ternyata tipical orang yang pelupa. Terutama tentang meletakkan barang-barang.

Pernah suatu kali, ketika mau pulang ke Indonesia, teman saya titip oleh-oleh. Ketika masuk ke bagian imigrasi, saya baru teringat bahwa tas  yang berisi titipan dari teman saya tertinggal di troli. Buru-buru saya keluar lagi. Ternyata trolinya udah ga ada. Saya panik sekali karena ada titipan teman saya di tas itu. Dengan bahasa seadanya, saya mencoba bertanya ke bagian informasi. Lalu disarankan untuk tanya ke petugas kebersihan yang biasanya merapikan troli-troli yang sudah tidak terpakai. Saya lari ke bagian kebersihan. Disana disarankan untuk ke pos polisi bandara, karena biasanya barang-barang yang tertinggal di serahkan ke pos polisi. Saya lalu berlari-lari mencari pos polisi bandara. Ketika sampai di pos polisi, saya melihat polisinya sedang memeriksa tas saya itu, bahkan petugas kebersihan yang menemukan tas itu masih disana. Hati saya senang sekali. Saya mengucapkan beribu-ribu terima kasih ke petugas itu dan juga petugas polisi yang ada disana.

Pernah juga, ketika pulang dan sampai di Indonesia, ada barang saya yang tidak muncul di bagian ‘claim baggage’. Dengan segera saya menuju ke kantor ‘lost and found’ yang mengurusi masalahan barang-barang yang hilang atau terselip. Petugasnya dengan ramah membantu mencarikan barang saya. Dia telp ke bagian yang mengurusi bagasi. Pada saat itu, saya diminta menunggu di kantor tersebut. Pada saat menunggu itu, saya meletakkan salah satu barang bawaan saya di bawah kursi. Tak berapa lama, barang yang saya cari ternyata sudah di temukan. Saya pun mengucapkan banyak terima kasih kepada para petugas dan meninggalkan kantor tersebut dengan buru-buru karena mengejar penerbangan yang lain. Karena buru-buru, saya lupa akan barang bawaan yang saya letakkan di bawah kursi tadi. Beruntung, sebelum keluar bandara, ada petugas yang memanggil saya dan memberi tahu bahwa ada barang saya yang tertinggal.

Belum lama ini, saya pergi ke salah satu kantor yang di kampus. Pada saat itu sedang gerimis sehingga saya memakai jaket. Ketika sampai di kantor tersebut, saya melepaskan jaket saya lalau saya letakkan di sandaran kursi. Bisa di tebak, ketika pulang, saya lupa membawa jaket saya tersebut. Hari berikutnya, saya ada janji dengan seorang teman di kantor yang bersebelahan dengan kantor sebelumnya. Sekalian mengambil jaket, pikirku. Ketika sampai disana, teman saya belum datang, saya lalu duduk dan meletakkan tas yang saya bawa, di atas kursi. Ketika teman saya datang, kami ngobrol-ngobrol denganasyiknya. Setelah selesai, saya teringat untuk mengambil jaket di kantor sebelah. Dengan segera saya ke kantor sebelah untuk mengambil jaket, lalu kembali ke lab. Di jalan saya baru sadar bahwa tas saya ketinggalan. Ketika balik, kantornya sudah di kunci. Waaah, memang benar-benar saya ini seorang pelupa. Bagaimana yang menguranginya …😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s