Seri si Bedjo : Tebak-tebakan I

Suatu malam, the Bedjo berkumpul di wisma Bedjo. Langit malam itu cukup cerah, beribu bintang menghiasi angkasa. The Bedjo duduk-duduk di halaman wisma, sambil berdendang diiringi denting gitar dan ditemani kopi panas. Malam yang sangat sesuai untuk bersantai-santai sambil menikmati langit malam.

‘Djo-wan, kamu melihat ke atas terus berharap ada UFO yang lewat ya?’ gurau Djo-tri yang sedari tadi mengamati Djo-wan, yang sedang memandang langit malam dengan khusuknya. The Bedjo pun menyambutnya dengan derai tawa. Mereka sudah maklum bahwa Djo-wan sangat terobsesi dengan UFO.

‘Suatu saat, jika UFO itu datang, kalian baru akan mengerti.’ kata Djo-wan setengah serius. The Bedjos pun kembali tertawa mendengar jawaban Djo-wan.

Berikutnya, berlagu-lagu pun terus mengalun. Suara-suara yang tidak bisa dibilang merdu pun terdengar,untung saja tetangga kiri kanan tidak ada yang protes. The Bedjo benar-benar menikmati kebersamaan mereka malam itu.

Tiba-tiba Djo-for berkata, “Teman, aku ada tebak-tebakan nih.”

Para Bedjo pun berhenti bernyanyi.

“Tebak-tebakan apa?”

“Coba kalian tebak nih, bagaimana caranya memasukkan empat ekor kuda ke dalam almari es?”

“Mana muat almari es dimasuki empat ekor kuda.” Djo-tu berguman.

‘Bisalah..” kata Djo-for sambil tertawa

Para Bedjo pun berpikir keras untuk menjawab tebak-tebakan Djo-for.

“Kudanya di lipat dulu kali..”

“Kudanya di zoom out dulu..’

“Kudanya kuda miniatur ..’

Setelah berbagai jawaban dikemukakan, dan tak satupun  yang benar menurut Djo-for, akhirnya para Bedjo pun menyerah. Djo-for tertawa penuh kemenangan karena tak satupun yang mampu menjawab tebak-tebakannya.

“Caranya gampang…” kata Djo-for mengawali jawabannya.

“Kalau mau memasukkan empat ekor kuda kedalam almari es, maka pertama-tama pintu almari es di buka, lalu ekor kuda di letakkan di dalam almari, kemudian pintu ditutup.Apapun strateginya, kalau pintu almari es ga dibuka ya ga bisa masuk. Gampang kan”

Para Bedjo pun tertawa. Mereka baru menyadari bahwa mereka sudah terkecoh dengan kata “empat ekor kuda”, sehingga cara berpikir merekapun terfokus hal itu. Padahal kalau cuma ekor kuda, mau sepuluh ekor juga masuk, yang penting pintunya di buka dulu .

well, pernahkan rekan-rekan terkecoh dengan hal-hal seperti itu akibat tidak jeli memahami suatu kalimat atau kata ?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s