Seri si Bedjo : Jangan dibuka

Seperti diceritakan sebelumnya, wisma Bedjo yang menjadi markas the Bedjo sering kedatangan tamu. Komputer yang ada disitu pun sering dipakai bersama-sama. Suatu kali, Djo-wan iseng-iseng ingin membuktikan hipotesanya bahwa semakin dilarang, justru keingintahuan manusia itu akan semakin besar, yang pada akhirnya berakhir dengan dilanggarnya larangan tersebut.

Djo-wan berpikir sebentar tentang apa yang akan dilakukannya untuk membuktikan hipotesanya. Ide untuk membuat folder terlarang pun muncul.  Kemudian dengan cepat dia sudah membuat folder tujuh tingkat yang gokil. Setelah jadi, dia tersenyum-senyum sendiri membayangkan reaksi teman-temannya ketika melihat folder tersebut…

Siang itu, Djo-tri yang datang pertama ke wisma Bedjo. Tak berapa lama, diapun sudah berada di depan komputer. Sementara itu, Djo-wan asyik merokok di luar kamar.

Djo-tri yang sedang asyik berkerja di depan komputer tiba-tiba tertegun dengan sebuah folder yang di beri nama yang aneh. Dia berpikir sebentar. Jika ingin menyimpan file rahasia, kok di kasih nama aneh begini. Apa nggak lebih baik di hidden aja foldernya biar nggak menggoda orang untuk membukanya.

Djo-tri lalu melanjutkan kerjanya. Tapi, ini tak bertahan lama karena folder itu begitu mengganggu konsentrasinya. Rasa ingin tahunya membesar. Dia terdiam sejenak. Dia menoleh ke kiri dan kekanan. Dan di kamar itu tak ada siapapun. Tanpa sadar, Djo-tri mengetuk-ngetukkan jarinya ke meja. Dia bimbang antara membuka dan tidak. Kalau isinya file rahasia bagaimana? Atau file-file … Djo-tri tersenyum sendiri

Pikiran yang terakhir itu yang membuat rasa ingin tahunya tak bisa di tahan, dengan sambil melirik kiri kanan, seolah memastikan kondisi telah aman, Djo-tri membuka folder tersebut. Ternyata disitu hanya terlihat satu folder aja. Dia mengklik lagi, ternyata tetap hanya ada satu folder didalamya. Dia klik lagi, klik lagi dan klik lagi sampai folder terakhir. Ternyata didalamnya tidak ada apa-apa.

“Sial, dikerjai deh..” guman Djo-tri dalam hati.
“Djo-wan, folder ini kerjaanmu ya.” teriak Djo-tri…

Djo-wan yang sedang merokok pun hanya tertawa ringan. he.he.he.he..

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s