Sang penunggu

Sebagai seorang mahasiswa, lembur tugas dan pulang pagi merupakan makanan sehari-hari. Karena kontrakan saya dekat dengan kampus, maka saya pergi pulang selalu jalan kaki.

Nah, di dekat kontrakan, ada warga yang memiliki 2 ekor anjing yang ukurannya lumayan besar. Anjing itu yang satu berwarna hitam dan satunya berwarna putih kecoklatan. Keduanya sering di lepas begitu. Anjing-anjing ini suka sekali berdiri di tengah jalan, mengamati orang-orang yang lalu lalang. Waktu pertama kali lewat, saya merasa agak takut juga ketika berjalan di dekat anjing itu. Apalagi ketika keduanya mengendus-endus. Rasanya pengen lari saja.ย  Setelah beberapa kali melewati jalan itu, kedua anjing itu tidak lagi mengendus-endus saya, mungkin sudah hafal.

Karena kebiasaannya yang suka berdiri atau tiduran di jalan, seolah-olah menunggu sesuatu, saya sering menyebutnya kedua anjing itu ‘sang penunggu’.ย  Sekarang ini, kalau saya lewat, anjingnya cuma ngelihatin aja. Beberapa hari yang lalu ketika melewati jalan itu lagi, saya iseng-iseng mengambil gambar kedua anjing tersebut. Sewaktu saya masih agak jauh, anjingnya berdiri di tengah jalan. Ketika saya ambil fotonya, mereka malah duduk-duduk di pinggir jalan.๐Ÿ˜€

Nah, adakah rekan-rekan yang punya pengalaman terkait dengan anjing ?๐Ÿ˜€

4 thoughts on “Sang penunggu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s