Saat aku naik …

Bagi sebagian dari kita, termasuk saya, sarana transportasi umum masih menjadi andalan utama untuk pergi kemana-mana. Berikut ini beberapa pengalaman saya, yang masih membekas saat naik berbagai sarana transportasi umum.

Pengalaman waktu di Melbourne, bus maupun tram hanya berhenti di halte atau tram stop dan jadwal keberangkatannya tepat waktu. Saat awal-awal di Australia, sewaktu akan naik bus, saya pernah di omeli sopir bus. Gara-garanya, waktu di ‘bus stop’, busnya udah berhenti dan  saya masih berjalan dengan santainya masih menunggu teman saya yang masih di belakang (masih terbawa kebiasaan di Indonesia dimana bisnya yang menunggu penumpang) dan berharap bisnya menunggu kami dengan sabarnya. Begitu sopirnya tahu saya tidak segera naik bis, dia langsung memasang tampang cemberut dan menyuruh saya segera naik. Alhasil, teman saya yg di belakang berlari-lari menuju bis. Tidak hanya sampai disitu, begitu naik, ada bapak-bapak tua yang langsung mengomeli kami berdua. Rasanya sangat-sangat tidak nyaman diomeli seperti itu. Untungnya waktu itu penumpangnya hanya sedikit dan jarak yang kami tempuh cuma sekitar 2 atau tiga blok.  Rasanya lega sekali setelah turun.

Pengalaman naik tram beda lagi. Pernah suatu malam, ketika naik tram, tramnya baru saja menutup pintu dan mau berangkat. Tiba-tiba, pintu belakang di gedor-gedor oleh calon penumpang yang ingin naik, sepertinya penumpang itu sedang mabuk, karena biasanya kalau sudah telat, calon penumpang memilih untuk  menunggu tram berikutnya, jarang sekali ada yang sampai menggedor pintu. Meski pintunya digedor, sopir tramnya cuek saja dan tidak mau membuka pintu tapi malah langsung berangkat.  Saya pernah juga berlari-lari mengejar tram, begitu sampai di tram stop, tramnya sudah berangkat. Begitulah, seringkali sopir tramnya tidak mau menunggu meskipun tahu penumpangnya sudah berlari-lari mengejar tram. Tapi ada keuntungannya, bahwa kita bisa mengandalkan bus atau tram tersebut karena mereka tepat waktu.

Tram di depan Melb Uni

Sewaktu di Taiwan, pengalamannya lain lagi. Disini jadwal bisnya bisa dibilang tepat waktu, tetapi sopirnya kebanyakan mau menunggu jika melihat ada calon penumpang yang berlari-lari mengejar bis. Kalau naik kereta, karena tidak bisa membaca mandarin, mesti mencari mesin tiket yang ada bahasa Inggrisnya. Untungnya sekarang sudah semakin banyak mesin tiket yang ada bahasa Inggrisnya.

Kalau di Indonesia, pengalamannya sungguh unik. Kalau naik bis ekonomi, seringkali bisnya full musik. Mulai dari kita naik sampai kita turun, para pengamen tak henti-hentinya menghibur penumpang. Kadang-kadang, uang untuk ngasih pengamen malah lebih banyak daripada ongkos naik bis. Belum lagi di tambah para pedagang yang menawarkan barang dagangannya mulai dari tisu, aqua, rokok sampai cover HP. Enaknya, kita bisa naik dan turun bus di mana saja, tidak perlu ke bus stop. Untuk yang terakhir ini, Indonesia memang tak ada lawan😀 .

Penghibur jalanan (foto diambil dari sini)

Kalau naik kereta,  kita bisa melihat penumpang yang tidak kebagian tempat duduk dengan santainya duduk-duduk di tengah jalan. Pemandangan seperti ini (duduk-duduk massal) hanya saya temui di Indonesia (tapi tidak berarti di tempat lain tidak ada).

Duduk di dalam kereta

Nah itu beberapa pengalaman saya saat naik sarana transportasi umum. Bagaimana dengan rekan-rekan ?

6 thoughts on “Saat aku naik …

  1. Ada 2 kejadian lucu yg saya alami bersama teman2 Mas
    Pertama ketika mau masuk kereta.
    Kebiasaan di kita kan penumpang yg mau turun belum keluar, penumpang baru sudah buru2 naik
    Makanya saat di Singapura, saya dan temen2 seperti orang aneh dan diliatin orang karena sudah “muntel” berdiri di tempat yg kira2 pintu kereta akan terbuka. Padahal dibawahnya ada garis pembatas, bahwa penumpang naik ada dikiri-kanan, yg tengah hanya buat yg turun.
    Trus ketika didalam, Ada deretan isi 4 yang baru diduduki 1 orang. Karena teman kami berempat, maka ada yg “pangkon”. Akhirnya penumpang yang 1 tadi (asli orang sana) berdiri dan mempersilakan teman kami untuk menduduki tempatnya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s