Susahnya mengingat nama

Siapa namamu? Bagaimana saya harus memanggil saudara? Namanya siapa? adalah kalimat yang biasa kita ucapkan saat pertama kali bertemu dengan seseorang. Dan aku punya kebiasaan buruk terkait hal itu, yaitu sering lupa nama. Aku tidak ingat sejak kapan aku memulai kebiasaan buruk tersebut, yang bisa kuingat, aku sudah memiliki kebiasaan buruk itu🙂

Dan kebiasaan buruk itu semakin terasa efeknya saat aku sekolah d Taiwan. Aku yang tidak bisa berbahasa mandarin meskipun telah beberapa tahun tinggal disni (parah banget deh…), selalu kesulitan mengingat nama Chinese. Pernah beberapa kali (waakkk, ga cuma sekali … ) ada mahasiswa baru yang akan bergabung ke lab yang sama denganku. Seperti biasa, kami berkenalan dan dia menyebutkan namanya, begitu juga denganku. Dan bisa di tebak, 5 menit setelah kenalan, aku sudah lupa namanya. Waktu mau memanggil temen itu, jadi bingung deh, akhirnya cuma hi aja …

Kata dalam mandarin memiliki 4 nada; datar, naik, naik-turun dan naik. Ketika temanku berbicara menggunakan mandarin, aku setengah mati membedakan nada yang manakah kata itu dan seringnya, menyerah deh, tidak paham apa yang dikatakannya. Karena beda nada bisa jadi beda arti (jadi ingat kejadian konyol yang dialami temanku gara-gara salah nada …).

Saya pernah salah juga mengucapkan. Ketika meeting lab, ada beberapa teman baru, seperti biasa kami saling memperkenalkan diri. Lalu salah seorang teman baru itu memperkenalkan namanya. Kucoba mengingat-ingat namanya, bahkan kutulis di kertas berdasarkan pendengaranku, ‘yīfú’. Tapi giliran aku menyebut namanya, teman-temanku pada ketawa. Dengan polosnya aku bertanya apa yang salah? Lalu mereka memberitahuku bahwa namanya bukan ‘yīfú’, karena ‘yīfú’ itu artinya pakaian. Waktu itu aku sempat ikutan ketawa juga, wah dodol banget nih aku. Lalu aku minta maaf. Teman baruku itu menyebutkan lagi namanya, yang menurutku terdengar seperti ‘yīfú’. Aku ulangi beberapa kali, ternyata aku tetap tidak bisa menyebutkan namanya… ( telingaku yang error kali ya… ha.ha.ha.). Akhirnya dia memberikan nama Inggrisnya (di sini, orang biasa memiliki nama Chinese dan nama Inggris, mungkin supaya orang luar bisa mudah mengingat namanya).

Dan sejak itu, kebiasaan burukku belum juga sembuh… Setiap ada teman lab baru, aku mencoba menuliskan namanya dalan pinyin (kata mandarin yang di tulis menggunakan abjad) lalu ku tempel di komputerku, jadi aku punya lebih banyak kesempatan menghafal nama mereka … Tapi jujur saja, aku lebih mudah memangil nama Inggris mereka daripada nama aslinya dalam bahasa mandarin…🙂

6 thoughts on “Susahnya mengingat nama

  1. Apa lagi saya yg otaknya semakin, akhir2 tambah sulit mengingat nama orang. Tapi katanya sih kita lebih mudah mengingat kalau menyangkutkan kata yg hendak di hapal kepada benda lain. Misanya namanya Rosi, bayangkan saja bunga mawar saat mengingatnya. Konon sih katanya begitu…Namun aku malah sering lupa untuk mencari benda2 padanan sebagai alat pengingat tersebut

  2. Waaaah, kalo nama dalam mandarin, saya lepas tangan.😆

    Nah, kalo saya sih, kalo saya udah niat pengen mengingat nama dan wajah seseorang, saya pasti ingat. Tapi kalo cuma asal ketemu, dan jarang2 ketemunya, saya malah malas untuk mengingat. Akhirnya gak teringat juga.😆

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s