Bahasa ‘Walikan’

Bagi rekan-rekan yang pernah tinggal di Yogya, tentu tidak asing dengan bahasa gaul anak muda di Yogya, yang sering disebut dengan bahasa walikan (kebalikan). Mengapa di sebut bahasa walikan? Karena memang kata-katanya diambil dari kata dalam bahasa jawa yang kemudian disusun menggunakan metode ‘dibalik’.  Saya tidak tahu secara pasti asal muasal bahasa ini, tetapi bahasa ini menjadi sangat dikenal, bahkan diluar Yogya, seiring dengan munculnya sebuah merek dagang yang menjadikan Yogya sebagai sumber inspirasinya, DAGADU. Kata DAGADU sendiri sudah dikenal sejak lama, yang artinya adalah matamu (sebuah umpatan yang cukup kasar sebenarnya🙂 ).

Lalu bagaimana cara menyusun kata-kata dalam bahasa walikan ini? (jadi ingat, pernah membantu teman yg tugas kuliah programmingnya mendagadukan kata-kata :)  ).  Decodenya cukup sederhana, yang penting mengetahui susunan elemen huruf jawa. Huruf jawa terdiri dari 20 elemen, yaitu

Gmb 1: Huruf jawa
diambil dari sini

Huruf jawa itu disusun berdasarkan huruf konsonannya,  dan disusun  dalam 4 baris yang masing-masing baris terdiri dari 5 elemen.  Nah, tiap kata dalam bahasa walikan di bentuk dengan menukarkan baris dari elemen tersebut. Elemen baris pertama akan di tukar dengan elemen baris ketiga (begitu juga sebaliknya) dan elemen baris kedua di tukar dengan elemen baris ke-empat (begitu juga sebaliknya).Penukaran ini dilakukan hanya untuk konsonannya, sedangkan vokalnya mengikuti.

Gambar 2. Decode DAGADU
(gambar diambil dari DAGADU )

Sebagai contoh adalah kata matamu. Kata MA terletak pada baris keempat kolom pertama, sehingga kata ini di tukar dengan kata pada baris kedua kolom pertama DA. Kata TA terletak pada baris kedua kolom kedua, sehingga kata ini di tukar dengan kata pada baris keempat kolom kedua GA. Yang terakhir, Kata MU terletak pada baris keempat kolom pertama, sehingga kata ini di tukar dengan kata pada baris kedua kolom pertama DU. Jadilah MATAMU menjadi DAGADU.

Dengan cara membalik seperti ini, sudah banyak kata-kata walikan yang cukup akrab dan mudah diingat seperti

1. Dab = mas
2. Jape methe dab = cahe dewe mas (teman sendiri mas)
3. themony / themon = wedok = cewek

Nah, setelah tahu cara mendecode, kita bisa membuat kata-kata dalam bahasa walikan… Jika teman-teman tidak mau bersusah-susah, sudah ada teman kita yang membuat script untuk men- DAGADU – kan…

http://rony.dgworks.net/uploads/dagadu/index.html

Selamat mencoba …

bengadag dedhjosa…

2 thoughts on “Bahasa ‘Walikan’

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s