Joy VS Happiness

Beberapa waktu yang lalu, ada rekan yang bertanya, apa bedanya joy  dan happiness. Kalau dalam bahasa Indonesia, kata yang menurut saya paling mendekati adalah sukacita (joy) dan kegembiraan (happiness).  Mendengar pertanyaan ini saya jadi terdiam sejenak. Keduanya sama-sama menyatakan suatu perasaan yang menyenangkan,  sesuatu yang positif, sesuatu yang membuat ceria, sesuatu yang diinginkan, sesuatu yang …. apalagi ya🙂

(diambil dari sini dan sini )

Akhirnya, saya konsultasi dengan mbah google untuk lebih mengetahui perbedaan keduanya. Setelah googling sana googling sini, ternyata dapat juga beberapa artikel yang membahas perbedaan keduanya. Dan keduanya memiliki perbedaan yang cukup significant.

Menurut kamus bahasa online :

– Happiness is an emotion in which one experiences feelings ranging from contentment and satisfaction to bliss and intense pleasure

– Joy is a source or cause of keen pleasure or delight; something or someone greatly valued or appreciated.

Happiness memiliki kata dasar yang sama dengan happening, sehingga bisa ditarik benang merah bahwa happiness muncul karena ada sesuatu yang menyenangkan yang terjadi. Disisi yang lain,  joy atau sukacita tidak didasarkan pada apa yang terjadi, tetapi lebih berkaitan dengan apa yang menjadi sumber bagi kehidupan kita.

Dari hal tersebut kita bisa melihat bahwa karena sumber dari happiness adalah kejadian, maka happiness cepat berlalu. Ketika sesuatu yang menyenangkan berakhir, maka berakhir sudah kegembiraan kita. Sebagai contoh, kita nge-fans dengan salah satu klub sepak bola. Ketika klub tersebut memenangkan sebuah pertandingan, maka kita menjadi gembira. Kita mengalami apa itu happiness. Akan tetapi ketika klub kebanggaan kita tersebut mengalami kekalahan pada pertandingan berikutnya, maka kegembiraan kita pun lenyap. Dalam hal ini cukup jelas bahwa happiness ada karena peristiwa yang menggembirakan terjadi.

Tidak seperti happiness, joy berasal dari dalam diri dan tidak dipengaruhi oleh kejadian sehingga joy berlangsung lama. Dalam hal ini, ketika kejadian-kejadian yang tidak menyenangkan terjadi, kita tetap bisa merasakan joy atau sukacita.

Jadi menurut saya, memiliki joy atau sukacita ini sangat penting. Meski kadang-kadang hidup tidak sesuai dengan yang diharapkan, joy tetap ada didalam hati karena joy itu berasal dari dalam, joy adalah kekuatan. Akan tetapi, jika kita tidak merasakan adanya joy, mungkin kita perlu bertanya-tanya, apa yang menjadi sumber bagi kehidupan kita? Karena, bisa jadi kita salah memilih sumber kehidupan sehingga tidak merasakan adanya joy.   🙂

3 thoughts on “Joy VS Happiness

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s