Radio

Hari ini, saya tahu dari teman tentang situs yang menyediakan layanan live streaming untuk radio-radio di beberapa kota di Indonesia. Saya pun penasaran dan akhirnya mengakses situs tersebut. Ternyata situs tersebut menyediakan banyak alternatif stasiun radio. Akhirnya saya memilih mendengarkan stasiun radio yang dulu cukup sering saya dengar sewaktu kuliah. Dan tak berapa lama, saya serasa kembali ke jaman dimana saya sering mendengarkan radio.

Saya mulai sering mendengarkan radio sejak SMP, waktu itu saya mulai menyukai musik-musik pop, sehingga radio adalah alternative terbaik untuk bisa menyimak dan mengikuti perkembangan musik pop. Dan saat itu, di kota saya berdiri sebuah radio yang banyak menyiarkan lagu-lagu pop, sehingga dengan cepat sekali mendapat pendengar setia. Saya masih ingat, saat itu ketika ingin berkirim salam kepada teman harus datang ke stasiun radionya dan menuliskannya pada sebuah kertas sebelum di bacakan dalam salah satu siarannya. Lagu pertama yang saya ‘request’ adalah ‘Back for Good’ nya Take That. Sampai sekarang pun saya masih suka mendengarkan lagu tersebut. Selain itu ada sebuah lagu yang sangat spesial, yaitu ‘Gerangan cinta’ nya Java Jive. Coba tebak kenapa saya suka lagu tersebut …😀

Kegiatan mendengarkan radio ini tetap bertahan sewaktu di SMA. Bahkan mulai berkembang tidak hanya mendengarkan musik-musik saja, tetapi juga program-program yang menyajikan pengalaman/curhat kisah cinta. Pasti tahu kan jenis program yang saya maksud😀 . Saat itu juga sedang marak-maraknya kompetisi lagu indie, sehingga banyak band-band yang mengirimkan demo lagu dan disiarkan di radio-radio. Pasti tahu kan salah satu contoh band indie yang sekarang telah sukses dan tidak indie lagi …

Sewaktu kuliah S1, radio juga setia menemani kalau saya harus bergadang mengerjakan tugas kuliah. Sering juga saat nongkrong di warung burjo, suara penyiar radio yang merdu akan menemaniku. Lalu sewaktu kuliah S2 di Melb, ternyata radio juga yang selalu menemani sewaktu saya di flat baik saat memasak, mencuci pakaian mapun membersihkan lantai. Saya pernah agak heran juga ternyata radio di sana juga ada program yang menyiarkan surat pembaca yang isinya kebanyakan adalah kisah percintaan. Ternyata gak ada bedanya dengan di Indonesia. Salah satu lagu yang sering saya dengar saat itu adalah ‘paralyzer’ nya finger eleven.

Saat melanjutkan kuliah di Taiwan, bisa di bilang saya terputus dari radio. Selain tidak memahami bahasa mandarin, saya juga tidak punya radio😛 . Lalu, tiba-tiba, hari ini teman saya memposting situs yang menyediakan layanan live streaming untuk radio-radio di beberapa kota di Indonesia yang membuat saya bisa mendengarkan radio di sini. Saya pun menjadi teringat lagi pengalaman saya bersama radio … Bagaimana pengalaman saudara dengan radio …😀

NB. ini link yang sering saya akses http://www.jogjastreamers.com/

2 thoughts on “Radio

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s