Dua kali

Dia muncul di saat aku terjatuh begitu dalam. Saat aku terhempas mengetahui sahabat terbaikku meninggalkanku untuk selamanya, meninggalkan ruang kosong direlung hati. Kenangan indah bersamanya tak kan pernah terganti. Memang tak ada lagi air mata, tetapi duka ini terus menganga. Dan aku, terus tinggal di dalam ilusi, melalui hari-hari bersamanya.

Lalu dia datang, mengulurkan persahabatan yang tulus, dan pelan-pelan, aku terbangun dari ilusiku. Dia berhasil mengisi ruang yang sebelumnya kosong. Aku bisa melihat kembali hangat mentari. Embun pun terasa sejuk di pagi hari. Dan pelangi tampak begitu indah setelah hujan pergi.

Tetapi, aku terhempas kedua kali. Tubuh memang tak abadi. Dia pun kini telah pergi. Ruang itu kosong kembali dan duka ini kembali menganga. Tetapi kali ini, aku tak ingin lagi tinggal di dalam ilusi. Biarlah semua kenangan, tetap tersimpan di hati …

Chung Li, Mei 2011
mengingat dia

4 thoughts on “Dua kali

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s