Seri si Bedjo : Ujian

Lonceng tanda masuk telah berbunyi. Murid-murid SD Suri Teladan segera memasuki kelas masing-masing. Tak terkecuali Bedjo, yang langsung duduk di bangkunya lalu mengeluarkan segala peralatan perang diatas meja; pena, penggaris, dan kertas kosong untuk corat-coret. Tak seperti biasanya, kali ini Bedjo duduk dengan gelisah. Dia menoleh ke kiri dan kanan. Teman-temannya telah duduk di bangkunya masing-masing. Bedjo melihat,beberapa temannya juga duduk dengan gelisah. Sebagian teman yang lain terlihat membuka-buka buku pelajaran, sedangkan sisanya asyik mengobrol.

Tak berapa lama, pak Jarwo, guru matematika, memasuki kelas, sambil menenteng sebuah amplop coklat besar. Kelas pun seketika menjadi sunyi. Tak ada lagi yang berani bicara.
“Selamat pagi anak-anak.”
“Selamat pagi pak.” Jawab anak-anak serentak.
“Hari ini kita akan mengadakan test. Buku-buku harap dimasukkan dalam tas. Hanya alat menulis dan selembar kertas kosong saja yang perlu dipersiapkan.”

Beberapa siswa yang tadi masih membaca buku memasukkan buku mereka kedalam tas. Pak Jarwo mengeluarkan soal test dari dalam amplop. Setelah memastikan bahwa tidak ada lagi buku di atas meja, pak Jarwo mulai membagikan kertas test.

“Sebelum tanda test dimulai, kertas soal jangan di pegang dulu.” Kata pak Jarwo mengingatkan.

Lembar soal test pun di berikan dengan halaman soal di bawah sehingga anak-anak tidak bisa langsung membacanya. Setelah semua anak mendapatkan soal test, pak Jarwo berkata.

“Baik, sekarang bisa mulai mengerjakan test.”

Anak-anak pun bergegas membuka soal test. Sedetik kemudian,semua sibuk dengan soalnya masing-masing. Hanya suara kertas dibalik saja yang terdengar.

Setelah beberapa lama, kepala Bedjo berkunang-kunang. Matanya menjadi kabur melihat soal test di depannya. Deretan angka itu seolah menari-nari di depannya. Dia tak menyangka soal test akan sesulit ini. Malam sebelumnya dia tidak belajar dengan baik karena kelelahan setelah sore harinya keasyikan bermain bersama teman-temannya. Malam itu Bedjo benar-benar tidak bisa konsentrasi belajar. Sebetulnya sebelum Bedjo pergi bermain, ibunya sudah mengingatkannya untuk pulang lebih awal, tetapi Bedjo keasyikan bermain sehingga lupa akan pesan ibunya.

Keringat dingin Bedjo mulai bercucuran. Bedjo sangat khawatir test kali ini ia akan mendapatkan nilai yang jelek. Soal test kali ini benar-benar sulit sehingga Bedjo hanya bisa mengerjakan beberapa soal saja.

Godaan pun terlintas di benak Bedjo. Ia terpikir untuk menyontek. Bedjo melihat pk Jarwo, berdiri di depan kelas mengawasi para siswa yang sedang ikut test. Sekilas pandangan Bedjo dan pk Jarwo bertemu, buru-buru Bedjo menunduk. Bulu kuduk Bedjo berdiri. Ada perasaan ragu di hatinya, memilih antara menyontek untuk bisa mendapat nilai bagus, atau mengerjakan test sebisa mungkin, dengan konsekuensi nilainya akan jelek. Bedjo mengetuk-ngetukkan telunjuknya di meja sambil menimbang-nimbang mana yang harus dipilihnya.

Lalu Bedjo teringat akan nasehat ibunya. Pernah suatu kali Bedjo bercerita kepada ibunya bahwa hari itu Bedjo telah menyontek supaya mendapat nilai bagus. Ibunya geleng-geleng kepala tanda tidak setuju, lalu menasehati Bedjo.
“Bedjo, besok lagi jangan menyontek ya. Itu tidak bagus. Itu akan merugikan masa depanmu sendiri.” Begitu nasehat ibunya.
“Tapi dengan mencontek Bedjo akan bisa dapat nilai bagus bu.” kilah Bedjo.
“Iya, ibu tahu. Tapi kalau Bedjo mencontek, maka lama-lama Bedjo akan menjadi malas belajar, malas berusaha. Bersekolah itu tidak hanya untuk mendapatkan nilai bagus. Yang lebih penting dari itu adalah mendapatkan pengetahuan yang di berikan di sekolah. Pengetahuan itulah yang akan menjadi bekalmu kelak, bukan nilai.”
“Tapi Bedjo ingin menjadi juara di kelas.” Bedjo masih membela diri
“Menjadi juara di kelaa itu bagus. Tetapi kalau caranya curang, itu menjadi tidak bagus. Yang lebih penting adalah, bagaimana Bedjo bisa berusaha semaksimal mungkin, sesuai dengan kemampuan Bedjo. Tekun dan disiplin, itu sangat penting.Tantangan yang paling sulit adalah mengalahkan diri sendiri.”
Bedjo mengangguk-angguk mendengar nasehat ibunya.
“Ibu yakin, kalau Bedjo belajar dengan teratur, Bedjo akan mendapatkan nilai yang bagus sehingga bisa menjadi juara di kelas. Test di sekolah adalah bagian dari proses belajar. Setiap test adalah kesempatan untuk mengevaluasi, apakah Bedjo sudah berusaha dengan baik atau belum.”

Demi teringat akan nasehat ibunya, Bedjo berkeputusan bulat untuk tidak mencontek. Bedjo mengerjakan soal test semampu dia.

“Anak-anak, waktu test sudah habis. Silahkan meletakkan pena dan lembar jawaban diatas meja.”

Dengan lesu Bedjo berhenti mengerjakan test. Beberapa soal tidak bisa dijawabnya.

=============================================

Sesampainya dirumah, wajah Bedjo masih kelihatan lesu.

“Kenapa wajahmu begitu sedih nak?” Tanya ibunya ketika melihat wjah Bedjo yang muram.

Bedjo lalu menceritakan kepada ibunya apa yang dialaminya disekolah, bagaimana dia tidak bisa mengerjakan soal-soal test matematika dan keinginannya untuk mencontek tetapi tidak jadi. Dengan lembut ibunya membelai kepala Bedjo.

“Bagus, Bedjo tidak jadi mencontek. Ingatlah pelajaran hari ini, jika Bedjo ingin mendapat nilai bagus, Bedjo harus mau disiplin dalam belajar. Baik ketika akan ada test maupun tidak ada test, Bedjo harus belajar dengan teratur. Kalau sudah waktunya belajar, jangan main saja. OK.“

Bedjo pun mengenggukkan kepala. Dia menjadi sedikit lega.

=============================================

Minggu depannya, ketika hasil test dibagikan, Bedjo mendapatkan nilai yang sangat jelek. Bedjo sedih karena mendapatkan nilai jelek, tetapi dia tidak kecewa. Bedjo menyadari bahwa nilai jelek itu adalah karena kesalahannya sendiri yang tidak mempersiapkan diri dengan baik. Nilai test ini disimpannya dengan rapi, sebagai pengingat agar dia mau berusaha lebih keras lagi. Bedjo berjanji pada dirinya sendiri untuk lebih berdisiplin dalam belajar.

————— Selamat hari pendidikan nasional ————————-

Salam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s