Pemilik warung

Sosok itu datang lagi seperti biasanya. Seorang perempuan tua tunawisma, dengan kaos yang sudah pudar warnanya. Pakaiannya selalu sama, hanya saja, terlihat semakin kumal dari hari ke hari. Dia duduk di depan sebuah warung makan, agak jauh dari pintu masuk. Matanya menerawang jauh, mungkin mengingat kembali masa lalunya yang lebih indah.

Tak berapa lama, pemilik warung memanggilnya. Seperti yang sudah-sudah, perempuan tua itupun lalu masuk, dan duduk di salah satu kursi. Dengan gesit, pemilik warung menyajikan makanan yang sudah dipersiapkannya.

Setiap kali perempuan tua itu datang, pemilik warung itu terlihat bercakap-cakap dengannya, dan mata perempuan tua itu akan terlihat berbinar. Kadang-kadang perempuan tua itu datang sambil membawa sesuatu untuk sahabatnya itu, sebagai ucapan terima kasih.

Pemilik warung itu bagaikan sosok pahlawan bagi sahabatnya itu. Pahlawan yang selalu menunjukkan rasa kasihnya yang tulus. Ketulusan yang membuat persahabatan mereka begitu murni dan indah.

Note: “Pemilik warung” diikutkan dalam Kuis Cerpelai Persahabatan. Jumlah kata 142 (tidak termasuk judul dan note)

Chung Li, 24 April 2011

14 thoughts on “Pemilik warung

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s