Uban di ubun-ubun

Pada kesempatan kali ini saya, ingin menulis tentang uban.  Saya tertarik menulis tentang uban karena saya mendapati mendapati banyak teman-teman saya yang sedang kuliah disini, mereka masih muda tentunya, tiba-tiba beruban ketika mendekati semester terakhir dari masa studinya. Dengan adanya fenomena itu, muncullah rasa ingin tahu saya mengapa pada saat semester-semester terakhir banyak teman saya yang mendadak beruban. Mungkin juga rasa ingin tahu saya itu dibebabkan oleh adanya kekhawatiran bahwa nantinya rambut saya akan beruban tiba-tiba di semester-semester terakhir. Apakah uban ini merupakan salah satu syarat kelulusan? Jika memang demikian, saya pun tak keberatan sedikit beruban asalkan bisa lulus (nulis sambil berdoa supaya bisa lulus…).

Rasa ingin tahu ini menuntun saya untuk menelusuri beberapa artikel tentang uban yang disediakan oleh perpustakaan maya. Tentu saja saya meminta bantuan mbah Google untuk menemukan artikel tersebut dalam tumpukan artikel di perpustakaan. Setelah mencari, membaca, mencari lagi, saya jadi tahu beberapa ulasan menarik tentang uban.

Pertama, ternyata reaksi orang tentang uban bisa berbeda-beda. Sebagian orang mungkin akan malu, karena menunjukkan usia yang tua (biasanya yang malu itu yg ubanan saat masih muda). Tetapi ada juga yang merasa bangga karena (katanya) uban menunjukkan kematangan atau tingginya tingkat pemikiran. Tentu saja saudara boleh setuju boleh tidak.

Kedua, ada beberapa faktor penting yang diyakini menjadi penyebab rambut beruban yaitu:

a)      Usia : faktor ini sangat jelas, buktinya, hampir semua nenek/kakek memiliki uban. Padahal ketika mereka masih gadis/jejaka rambutnya hitam  ;D

b)      Genetik : mungkin karena struktur DNA kita di pengaruhi oleh orang tua kita, maka faktor uban beruban pun juga ikut diturunkan secara genetik.

c)       Merokok : ada dugaan bahwa radikal bebas yang di produksi ketika seseorang merokok dapat mempengaruhi kerja pigmen rambut.

d)      Makanan : kekurangan vitamin dapat menyebabkan perubahan warna yang lebih cepat. Vitamin B, vitamin A dan vitamin E baik untuk rambut (pantas saja di cover shampoo  sering disebutkan kalau shamponya mengandung vitamin E).

e)      Stress : stress diyakini menyebabkan terjadinya uban premature.

Dari faktor-faktor diatas, bisa jadi teman-teman saya itu mengalami uban premature karena stress dan pola makan yang tidak teratur. Mengingat sebagai mahasiswa kita selalu di jejali dengan assignment, maka tingkat stressnya hampir-hampir constant selama kuliah. Yang kedua, status mahasiswa sering kali identik dengan kemampuan financial yang pas-pasan, sehingga pertimbangan utama saat memilih makanan adalah harga. Paling sering sih apa yang murah, itu yang dimakan. Tapi kita tetap bisa kok mensiasati menu supaya tetap sehat dan ramah di kantong😀

Buat rekan-rekan yang sedang belajar (sebenarnya lebih ditujukan ke diri sendiri sih ;p ), jangan kaget kalau rambutnya tiba-tiba beruban. Tetap semangat.

Chung Li

7 April 2011

2 thoughts on “Uban di ubun-ubun

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s