Seri si Bedjo : Wisma Bedjo

Hari ini aku mengerjakan tugas sampai larut malam. Seperti biasa, aku mengaktifkan facebook untuk mengurangi stress (atau menambah stress karena bikin tugas ga kelar-kelar😀 ). Tiba-tiba muncul message dari teman sewaktu kuliah.
“Hi Djo-two .. baru apa.” aku lihat pengirimnya, ternyata Bedjo 1, teman seperjuangan waktu kuliah. Langsung ku balas dengan cepat
“Biasa, ngoding. tumben nyamperin. Baru apa?” aku balik bertanya. Dengan segera kami ngobrol sana sini. Dan lelucon-lelucon jaman kuliah dulu bermunculan. Lelucon-lelucon yang hanya kami saja yang bisa mencernanya. Cukup satu dua kata, tetapi kaya akan cerita. Aku tertawa-tawa di buatnya.  Ah, Bedjo 1 membuatku merindukan lagi masa-masa itu. Masa-masa ‘keemasan’ di wisma Bedjo.

Ya, wisma Bedjo memang memberi arti tersendiri dalam hidupku. wisma ini sangat berjasa dalam hidupku. Wisma ini sebetulnya adalah sebuah kost-kostan dengan 4 kamar, yang terletak di pinggiran kali Code, di belakang fakultas teknik, tempat kami menimba ilmu selama di Yogya. Sebenarnya, hanya temanku si Bedjo 1 itulah yang kost di situ, lalu aku kenal dengan orang-orang yang juga kost di situ. Ada Dhaman si pesilat, ada Farid sang seniman dan juga sang Don Juan yang aku lupa namanya. Mungkin karena kostnya kecil, jadi kami menjadi kenal dekat. Sering ketika aku ke wisma Bedjo, Bedjo 1 tidak di tempat jadi aku main ke tempat Dhaman, Farid atau sang Don juan.

Selain aku, ada 3 orang teman lain dimana kami sering bersama-sama sejak semester 1, sehingga seringkali aku menganggap kami ini seperti sebuah genk. Ada Bedjo 3 yang cerdas dan suka merancang-rancang alat elektronik. Ada Bedjo 4 yang pintar bermain guitar dan mencekokiku dengan musik-musik Metallica hingga akhirnya aku bisa menerima aliran musik itu. Yang terakhir, Bedjo 5 yang selalu cool, calm and confident. Disaat yang lain sudah panik, dia akan tetap cool, calm and confident.  Tapi aku sempat terkaget-kaget ketika tahu bahwa kesukaannya adalah musik-musik sealiran Megadeth dan Dream Theather. Untuk memudahkan, aku sebut saja diri kami adalah the Bedjo’s.  Selain The Bedjos, ada tokoh lain yang turut menghiasi hari-hari The Bedjos dengan masakan-masakannya yang enak dan juga canda tawanya, dia adalah mb Meli (begitu aku menyebutnya), pacar Bedjo 1 yang sekarang udah jd mantan pacar (lha iya, wong mereka skrg udah menikah).

Aku merasa, hari-hari di wisma Bedjo adalah hari-hari yang penuh dengan kebebasan berekspresi. Hari-hari kami berkumpul selalu penuh dengan canda tawa, meski tak jarang diisi dengan diskusi, mulai dari diskusi berat yang membuatku mabuk, sampai perdebatan tak penting tentang artis mana yang paling hebat (maklum ada teman kami yang sangat mengidolakan Curt Cobain dan terhalusinasi oleh UFO, sehingga senang rasanya bisa mengerjain dia. peace ya). Akan tetapi, aku banyak mendapatkan pelajaran dari diskusi-diskusi itu, yang sadar atau tidak, mempengaruhiku hingga kini. Kadang-kadang teman seangkatan kami yang lain juga ikut meramaikan diskusi tersebut. sebut saja mbah lanang, ki Ageng Agung, mas wicaksono, dll.

Tak jarang diskusi yang panjang itu berakhir sampai dini hari sehingga kami semua malas pulang, Akhirnya, kami semua tidur dalam satu kamar, kamar yang berfungsi sebagai tempat tidur, lab dan dapur sekaligus. Kami masing-masing mencari posisi sendiri-sendiri. Biasanya, aku yang paling dulu tertidur. Paginya, ketika kami harus ke kampus, kami sering memilih jalur terpendek untuk ke kampus meskipun itu berarti kami harus menyeberang sungai Code, lalu melewati semak-semak di sepanjang pinggiran Code, lalu menaiki tanggul dan masuk ke kampus dari arah sungai yang penuh semak-semak. Tak jarang kami bertemu dengan nawangwulan yang sedang mandi di kali.😀

Aku semakin sering ke wisma Bedjo ketika mengerjakan skripsi. Aku tak punya komputer, dan Bedjo 1 dengan baik hati menawarkan komputernya. Pada akhirnya, aku, Bedjo 1 dan Bedjo 4 mengerjakan skripsi yang temanya sama, sehingga kami sering berdiskusi. Aku ingat bagaimana kami melalui malam-malam yang panjang dengan bekerja di depan komputer secara bergantian. Kami bertukar pikiran, menggali lebih dalam dan mencoba memasukkan kreativitas kami ke dalam skripsi itu. Kadang-kadang pada saat kami bekerja, kami kekurangan informasi sehingga kami terpaksa harus ke warnet menembus dingingnya malam.

Gb 1. Bekerja bergantian sepanjang malam

Ada banyak rintangan yang kami lalui tetapi kami saling menyemangati. Saat terberat bagiku adalah waktu komputer yang kami pakai hilang. Saat itu semua mudik karena libur lebaran. Aku sangat merasa bersalah karena akulah yang terakhir memakai komputer itu. Kami semua shock dengan kejadian itu. Tapi temanku si Bedjo 1 sungguh luar biasa. Dia tetap bisa tenang, dan hubungan kami tetap baik-baik saja, tak ada yang berubah. Itu sungguh menguatkanku. Kami memulai lagi dari apa yang tersisa. Kami memakai komputer Bedjo yang lain sampai Bedjo 1 bisa membeli komputer lagi.

Aku cukup puas dengan kerja kami. Pernah suatu ketika, kami ikut dalam pameran hasil riset mahasiswa di jurusan. Pameran itu cukup ramai. Tanpa diduga, seorang wartawan kompas sempat memotret hasil kerja kami. Alhasil, robot buatan kami disertai wajah Bedjo 1 terpampang di Kompas, di halaman berita lokal. Kami cukup terkejut dengan hal itu, tetapi sekaligus senang. Berita di kompas itu juga yang mengenalkan kami dengan Venzha, seorang seniman new media art yang tinggal di Yogya. Seingatku Venzha datang ke jurusan dan mencari kami. Kalau tidak salah, kami tahu bahwa robot itu masuk koran juga dari Venzha yang menunjukkan korannya.

Gb. 2. Kalau sekarang melihat lagi robot itu, terlihat betapa hancurnya penampilan robot kami 😀

Belakangan aku tahu bahwa Venzha dan istrinya adalah salah satu pendiri “The house of natural fiber”, HONF, sebuah laboratorium new media art. HONF didirikan tahun 1999 dan saat itu bermarkas di rumahnya Venzha (aku tak tahu kalau sekarang). Venzha mengajak kami berkolaborasi untuk salah satu rencana projek seninya. Kami menjadi semakin dekat dengan Venzha. The Bedjos pernah beberapa kali ke tempatnya, dan bisa tertebak siapa yang paling nyambung berdiskusi, tak lain dan tak bukan adalah si cerdas Bedjo 3.

Karena sudah kehabisan dana, maka akupun memutuskan untuk meloloskan diri dari jurusan lebih cepat dari teman-temanku, lalu mencari kerja. Karena dapat kerjanya tidak di Yogya, praktis komunikasiku dengan the Bedjos semakin berkurang. Aku tak lagi bisa intens ikut di projek Venzha dan The Bedjos. Tapi aku masih ingat, kami ada diantara 5 komunitas yang ikut tergabung dalam projek” 3 EXPLORATION WORKS 2005-2006″. Bagian kami diberi nama “Hey, ma ROBOT will find you! “.

Gb. 3. Poster dari kegiatan HONF

Meskipun “Hey, ma ROBOT will find you! “. akhirnya gagal mendapatkan sponsorship, tapi kami cukup senang bisa berpartisipasi. Kami sempat melakukan “Workshop For Technology Research and Projects Presentation” di UKDW, UKSW, BTC dan SMU I Depok, Yogyakarta. Aku sendiri hanya sempat menghadiri workshop yang di selenggarakn di UKSW. Sedangkan tempat lainnya, dilakukan oleh The Bedjos yang lain. Setelah projek itu, kami masih berhubungan dengan Venzha. Dan salah seorang the Bedjos, yaitu Bedjos 3, mendapat kesempatan ke Helzinki, Finlandia, bersama Venzha dalam kegiatan seputar new media art.

Gb 4. Coba tebak, teman kami yang mana😀

Seiring berjalannya waktu, kami satu-persatu meloloskan diri dari jurusan, dan mencari peruntungannya masing-masing.  Kami masih berkomunikasi meskipun sangat jarang. Aku tak tahu lagi bagaimana nasib wisma Bedjo, apalagi setelah gempa 2006 serta erupsi merapi 2010, yang turut menghancurkan banyak kost-kostan ditepi kali Code. Tetapi, dalam tahun-tahun yang aku lalui, aku masih sering teringat akan wisma Bedjo, yang telah menyatukan kami. Terima kasih untuk para sahabat yang telah menghiasi hari-hariku selama di wisma Bedjo.

Salam
Bedjo 2

NB: saya kehilangan semua foto-foto dan dokumen saya tentang the Bedjos. Sehingga foto-foto disini diambil dr dokumen Bedjo 1, BEdjo 3 dan HONF.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s