Petuah Si Raja Fapiao : akhir dari sebuah trilogi

Tulisan ini melengkapi dua tulisan saya sebelumnya tentang Jurus si Raja Fapiao, dimana tulisan ini menjadi akhir dari sebuah trilogi. Bagi pembaca yang belum pernah membaca tulisan 1 dan tulisan 2, sangat disarankan membacanya terlebih dahulu karena beberapa istilah yang digunakan disini diambil dari tulisan sebelumnya. Semoga tulisan ini bisa membawa manfaat bagi pembaca sekalian….😀

Hari ini, secara tidak di rencana, saya berkesempatan jalan-jalan dengan Si Raja Fapiao. Dalam perjalanan, kami sempat membicarakan tentang jurus-jurus yang pernah diturunkan kepadaku. Kami berdua cukup antusias dalam membicarakan jurus-jurus tersebut.

Pada saat membahas jurus 1 dan 2, Si Raja Fapiao memberikan petuah yang saya rasa memiliki nilai pembelajaran yang cukup dalam (setidaknya bagi saya :D). Seperti diketahui, jurus 1 dan 2 berusaha untuk memperbanyak jumlah transaksi untuk jumlah barang yang sama supaya fapiao yang di dapat lebih banyak. Ada satu trik yang ternyata sedang dianalis oleh Si Raja Fapiao yaitu dalam melakukan transaksi, usahakan melakukannya di tempat yang berbeda. Mengapa? Karena kalau transaksi-transaksi tersebut dilakukan di satu toko, maka nomor fapiaonya menjadi berurutan sedangkan kalau dilakukan di tempat yang berbeda, maka nomor fapiaonya akan lebih beragam.

Terus terang saya sedikit terkejut dengan petuah Si Raja Fapiao. Mengingat usianya yang masih sangat belia, analisis tersebut menunjukkan kecemerlangan Si Raja Fapiao. Saya rasa tidak banyak orang yang pernah memikirkan sampai sejauh itu. Selain hal diatas,masih ada beberapa petuah yang sempat di sampaikan oleh Si Raja Fapiao.

Ada beberapa hal yang saya pelajari dari petuah Si Raja Fapiao:

1. Pertama,untuk bisa sukses,kita perlu berpikir secara kreatif. Bagi saya, Si Raja Fapiao memberikan contoh bagaimana dia berpikir secara kreatif dengan jurus-jurusnya. Banyak contoh orang yang sukses karena dia berpikir secara kreatif. Misalnya sang pendiri facebook. Meskipun facebook bukan jejaring sosial pertama, tetapi melalui kreativitas, facebook bisa menawarkan variasi feature yang mampu membuatnya menjadi salah satu jejaring sosial terkemuka di dunia. Bahkan mengalahkan jejaring sosial yang sudah lebih dulu ada.

2. Kedua,mau memberikan perhatian kepada hal-hal yang kecil. Si Raja Fapiao mau memperhatikan hal-hal yang kelihatannya sepele kemudian membuatnya berdaya guna. Pernahkah saudara mendengar seseorang berkata ” banyak orang gagal karena kurang memperhatikan hal-hal kecil dan meremehkan orang lain, relasi dan pelanggannya.” Saya pernah membaca di kompas bagaimana seorang pedagang ayam bakar menuai kesuksesan karena dia mau mendengarkan pelanggannya, sehingga dia bisa meningkatkan servicenya kepada pelanggan. Saya yakin, pengusaha tersebut memberikan perhatian yang cukup terhadap hal-hal yang kecil seperti: apakah restorannya cukup memiliki kipas angin/AC yang membuat pengunjung merasa nyaman, apakah tempat sendok berdebu, apakah ada rambut yang masuk di makanan, apakah wastefelnya sudah bersih, apakah banyak lalat dll.  Selain yang berbentuk fisik, ada juga hal-hal yang tidak kelihatan misalnya: pegawai yang ramah dan bersikap membantu. Bisa di bayangkan bagaimana jadinya sebuah restoran jika para pegawainya bersikap tidak ramah kepada pengunjungnya.

3. Ketiga, kesuksesan adalah sebuah proses. Berapa banyak dari kita menilai kesuksesan adalah hasil akhir? Saya sering berpikir seperti itu. Tapi Si Raja Fapiao menyadarkan saya tentang bagaimana sebaiknya saya memandang kesuksesan. Kesuksesan bukanlah titik akhir, tetapi sebuah proses yang terus menerus. Seperti yang saya alami, ketika saya tidak menerapkan jurus-jurus Si Raja Fapiao, saya tidak pernah mendapatkan lagi lotere fapiao. Saya berhenti melakukan proses sehingga kesuksesan itu pun terhenti. Sementara, Si Raja Fapiao secara tekun terus mempraktikkan jurus-jurusnya, sehingga dia pun lebih sering meraih kesuksesan. Memang di dalam melakukan proses tersebut di perlukan ketekunan. Saya sadar, ini bukan hal yang mudah.

Beberapa hal diatas adalah pelajaran-pelajaran yang bisa saya ambil dari Si Raja Fapiao. Memang hal-hal tersebut bukanlah hal yang baru, tetapi bagi saya, hal-hal tersebut bagus untuk terus menerus di-refresh. Kita mungkin pernah mengikuti atau mendengarkan seminar tentang kiat-kiat meraih kesuksesan. Mengingat usianya yang masih belia, saya tidak yakin Si Raja Fapiao pernah mengikuti seminar-seminar tentang hal tersebut. Tetapi, dia memberi saya contoh nyata akan hal tersebut….

Chung Li,

13 Maret 2011

Belajar dari siapa saja dan kapan saja …..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s