Pesan tiket

Pawiro adalah salah seorang ‘weekly commuter’ yang bekerja di ibu kota. Meskipun sudah cukup lama bekerja di ibu kota, tetapi keluarganya lebih memilih tetap tinggal di kampung. Pawirolah yang akhirnya harus ‘mengalah’ dengan menyempatkan diri pulang kampung setiap akhir minggu. Sebagai anggota S3 – setiap sabtu setor- Pawiro termasuk member yang paling setia. Berita tentang kecelakaan bis yang sering menghiasi media massa, dan jarak kampungnya yang terlalu dekat jika mudik menggunakan pesawat terbang  membuat Pawiro lebih memilih naik kereta api setiap kali pulang kampung maupun ketika hendak baik ke ibu kota.

Pada suatu ketika, Pawiro ingin memesan tiket balik ke ibu kota karena libur panjangnya hampir berakhir. Poniman, keponakan yang biasanya dia mintai tolong untuk membelikan tiket sedang pergi. Akhirnya Pawiro meminta tolong Lorenzo, keponakannya yang lain untuk membelikan tiket di stasiun.

Pawiro (P) : “Zo, tolong pak Lik dibelikan tiket kereta di stasiun. Pak Lik mau balik ibu kota besok sore”
Lorenzo(L): “Siap pak Lik.”
Pawiro pun memberikan sejumlah uang kepada Lorenzo untuk membeli tiket kereta. Lorenzo dengan segera pergi ke stasiun.
Tak berapa lama, Pawiro menerima telepon dari Lorenzo yang sedang berada di stasiun.
P : “Halo… bagaimana Zo.”
L : “Pak Lik, tiketnya mau yang kelas eksekutif atau kelas bisnis?”
Pawiro pun tersadar kalau dia belum memberitahu keponakkannya tentang jenis tiket yang dia inginkan.  Belum sempat menjawab, terdengar lagi suara Lorenzo di telepon
L : “Kalau yang eksekutif sampainya lebih dulu pak Lik.”
Pawiro pun sedikit heran karena setahu dia hanya ada 1 kereta yang berangkat dari kampungnya ke ibu kota.
Memang kereta itu memiliki kelas bisnis dan kelas eksekutif.
P: ” Lho, ada kereta api  baru ya ?”
L: ” Enggak pak Lik. Tidak ada kereta api baru. Pak Lik mau milih yang mana? Yang eksekutif lebih mahal,
tapi sampai lebih dulu.”
Pawiro pun semakin heran.
P: ” Kalau tidak ada kereta tambahan, kok ada yang sampai lebih dulu?”
L: ” Iya pak Lik. kan yang kelas eksekutif berangkat lebih dulu, jadinya sampai lebih dulu.”
Pawiro bertambah penasaran.
P: ” Sebentar…sebentar, tolong diperjelas dulu. Kereta kelas eksekutif dan kelas bisnis itu loko-nya sama atau tidak?”
L: “Sama pak Lik. tapi yang gerbong eksekutif letaknya di depan, jadinya sampai lebih dulu.”Jelas Lorenzo dengan lugunya.
Pawiro pun tertawa mendengar penjelasan keponakannya itu. Ah ada-ada saja.

Pwr,
18 Jan 2011
Based on true story

2 thoughts on “Pesan tiket

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s