Mengenal Yogyakarta lewat lagu

Sahabat tentunya tahu kan Yogyakarta itu dimana. Kota yang terkenal dengan sebutan kota pelajar ini memang cukup dikenal luas, tidak hanya di Indonesia, tetapi juga sampai manca negara. Kota ini juga disebut kota budaya. Bisa dibilang, kota ini merupakan salah satu pusat kebudayaan Jawa.

Jika berbicara tentang Yogyakarta dan lagu,ada banyak lagu yang menceritakan tentang kota ini. Ada Kla Project dengan Yogyakarta, ada Ebiet G Ade juga dengan Yogyakarta, maupun Tony Q dengan Ngayogyakarto nya. Lagu-lagu ini menceritakan tentang kenangan sang penyanyi akan Yogyakarta.

Tapi, ada satu lagu tentang Yogyakarta yang sangat unik. Lagu yang saya maksudkan ini bercerita tentang Yogyakarta sebagai suatu daerah secara lebih lengkap, mulai dari tempat-tempat wisata, peninggalan sejarah, wilayah-wilayah di Yogyakarta hingga perguruan tinggi – perguruan tinggi yang ada di Yogyakarta. Lengkap banget kan. Adakah yang tahu lagu apa yang saya maksud? Yaaak, betul, lagu yang saya maksud berjudul Ngayogyakarto, yang dibawakan oleh Genk Kobra. Group ini berasal dari Solo, dan lagu-lagunya memang berbahasa Jawa. Lagu Ngayogyakarto ini menurut saya sangat unik karena dengan mendengarkan lagu ini kita serasa belajar geografi tentang Yogyakarta.

Jika sahabat ingin tahu apa saja yang ada di Yogyakarta, saya persilahkan menyimak lagu apik berikut ini. Untuk liriknya saya berikan di bawahnya, plus saya coba terjemahkan secara bebas dalam bahasa Indonesia …

***

Ngayogyakarto oleh Genk Kobra

witing klapa jawata ing ngarcapada
(pohon kelapa penguasa di dunia)
salugune niki geng kobra, pancen nyata, kulo saking surakarta njajah nagri ngayogjakarta
(kami ini Genk Kobra, kami dari Surakarta jalan-jalan ke Yogyakarta)

ngayogjakarta, kuthane aman, berhati nyaman
(Yogyakarta, kotanya aman berhati nyaman)
kota seniman, kota pelajar, lan kabudayan
(kota seniman, kota pelajar dan kebudayaan)

malioboro trus ngidul kuwi kraton yogja
(Malioboro ke selatan itu keraton Yogyakarta)
kantor pos gedhe ngarepe senisono
(Kantor pos besar di depan Senisono)
ning dhek mbiyen saiki wis ora ana
(tapi itu dulu, sekarang (Senisono) sudah tidak ada)
beteng vredeburg biyen panggonane landa
(Benteng Vredeburg dulu markasnya Belanda)

golek gudheg ning mijilan mesthi ana
(Kalau mau cari Gudeg di Mijilan (daerah pusat Gudeg) pasti ada)
ndelok munyuk lan gajah ning gembiraloka
(Lihat monyet dan Gajah di Gembira Loka (nama kebun binatang))
arep santai ning laut bablas kidul kana
(Mau nyantai ke laut, tinggal terus saja ke selatan)
parangtritis, parangndhog, parangkusuma
(ada pantai Parangtritis, parang Ndhog, parang kusumo )

mbantul, prajatamansari, ben ra ucul yo digondheli
( Kabupaten Bantul memiliki slogan Prajatamansari, biar tidak lepas ya mesti dipegang (ini semacam petuah) )
sleman sembada, eman-eman marai gela
(Kabupaten Sleman dengan slogan Sembada, disayang-sayang bikin kecewa (ini semacam petuah))

tuku manuk ning ngasem sor pulau cemeti
(beli burung di pasar Ngasem (pasar hewan) )
kaliurang, nggon adhem ning lereng merapi
(Kaliurang, daerah dingin di lereng merapiP
cemilane jadah, tempe bacem, ngangeni
(makanan khasnya jadah, tempe bacem memang bikin kangen)
goa slarong ngelingake perang jaman kumpeni
(Gua selarong mengingatkan kita akan jaman kompeni)

gajah mada, iain, kalijaga, uii
(Gadjah Mada, IAIN Kalijaga, UII – nama-nama universitas di Yogyakarta)
panggonane wong pinter sing pada setudi
(tempatnya orang pandai pada belajar)
stasiun tugu, lempuyangan, nggon kreta api
(Setasiun Tugu, St. Lempuyangan tempatnya kereta api)
numpak sepur saka kana tekan ngendi-endi
(naik kereta api dari sana bisa sampai kemana-mana)

gunungkidul handayani, bacut ucul angel nggoleki
(Kabupaten Gunung Kidul memiliki slogan Handayani, terlanjur lepas, susah di cari (ini semacam petuah))
kulonprogo binangun, karo kanca mbok ya sing rukun
(Kabupaten Kulonprogo memiliki slogan Binangun, dengan teman harus rukun (ini semacam petuah))

ngayogjakarta, kuthane aman, berhati nyaman
(Yogyakarta, kotanya aman berhati nyaman)
kota seniman, kota pelajar, lan kabudayan
(kota seniman, kota pelajar dan kebudayaan)

borobudur, prambanan, kuwi candhi gedhe
(Borobudur, Prambanan itu candi-candi besar)
taman sari, pemandian, ning kari bekase
(Taman sari, pemandian yang sekarang tinggal bekasnya saja)
tari srimpi lan gambyong sakgamelane
(Tari Srimpi dan Gambyong beserta alat musik gamelannya)
yen ditonton mesti wae yo nyenengake
(Enak dan menyenangkan untuk dilihat)

daerah yogja ono papat kabupatene
(Yogyakarta memiliki 4 kabupaten)
gunungkidul, sleman, bantul, kulonprogo batese
(Gunung kidul, Sleman, Bantul dan Kulonprogo, yang juga merupakan batas-batas wilayahnya)
dalad, sangi, lan nyothe kuwi basa premane
(dalad (makan), sangi (kembali) dan nyothe (kamu) itu bahasa gaulnya (bahasa walikan khas yogya) )
yen takpikir aku mesthi kekelen dhewe
(kalau dipikir-pikir, jadi geli sendiri )

## bagian ini lebih mirip kayak pantun, dimana ada kalimat pembuka kemudian diikuti dengan petuah
sanga papat punjul enem
(sembilang empat lebihnya enam)
menawi lepat nyuwun ngapunten
(kalau ada kesalahan kam minta maaf)
sanga papat punjul enem
(sembilang empat lebihnya enam)
kulo niki lulusan pakem
(kami ini lulusan Pakem (daerah di dekat Kaliurang yang terkenal dengan RSJ-nya))

sikil gudhig aja dikukur lan dithithil
(kaki yang berkudis jangan di garuk dan dikelupasi)
tangan reget aja nggo uthik-uthik upil
(tangan kotor jangan untuk ngupil)
sirah mumet lan ngelu padha ngombea pil
(kepala sakit dan pusing silahkan minum obat)
dadi uwong sing pinter aja dadi pokil
(jadi orang kalau pintar jangan suka ngakali orang lain – (ini kalimat petuahnya))

susruk wajan nggo nggoreng krupuk kuwi sothil
(serok untuk menggoreng itu namanya sothil (spatula))
mbok ya anteng tangane, aja padha nggrathil
(tangannya mbok ya diam, jangan usil)
benik ucul dondomi ben ora prithil
(kancing baju yang lepas di jahit biar nggak lepas lagi)
dadi uwong sing sugih aja dadi uthil
(kalau jadi orang kaya jangan kikirĀ  (ini kalimat petuahnya))

 

About these ads

91 thoughts on “Mengenal Yogyakarta lewat lagu

  1. Genk Kobra memang keren. Saya punya satu albumnya.
    Yogyakarta itu rumah mertuaku, jadi kalo mudik, masuk dalam agenda singgah.
    Oiya, Lagunya KLa Yogyakarta ini kemudian di-repackage oleh Ungu. Sayang banget jadi kesannya lagu Melayu lewat vocalist-nya Pasha :)
    Yang suka lagu melayu mendayu-dayu pasti demen. Kalo saya lebih suka versi aslinya.

  2. musti seringe siji sing salah kaprah, borobudur kui dudu ning jogja lho ya, ning magelang

    hehehe… emang apik kutane Jogja ki, ngarai betah, opomaneh ono sing njajakke :)

  3. Sampai sekarang aku kok ya belom pernah ke Borobudur ya Wong, kesian sekali aku ini *halah* hihihihihi.
    Lagu Yogyakarta yg paling ‘nempel’ ya lagunya KLa itu^^

  4. Aku gak tahu kalau lagu ini lagunya geng kobra. Belum pernah denger di youtube maupun di radio. Tapi aku hapal lagunya. Hahaha….. Karena, tiap dua minggu sekali jaman kuliah dulu, selalu denger lagu ini di bis pas mudik ke Pwr maupun pas balik ke Jogja. Jadi yang kutahu penyanyi lagu ini adalah: pengamen bis!! Hahaha….

  5. Ada juga JHF (Jogya Hip Hop Foundation) yg jadi faforitku ….. atau Antiacne dan satu lagi apa ya, “Wayang HipHop” atau apaaan ya. Mereka para musisi yang mengangkat Jogya :)

  6. wuah …
    lengkap bener ya lagu ini …
    kreatif …

    namun demikian …
    talking about Yogyakarta …
    talking about lagu …
    maka Kla punya lah … yang paling saya suka

    Salam saya Hind

  7. Pingback: THE NINE FROM “STRONG QUARTZ” | The Ordinary Trainer writes ...

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s