Pemulung

Pemulung tidak hanya marak di Indonesia. Di Taiwan pun banyak pemulung. Dan mereka juga seringnya mengambil sampah yang bisa didaur ulang, entah itu botol plastik, kaleng maupun kardus-kardus, seperti di Indonesia. Meskipun begitu, ada beberapa perbedaannya.

Disini umumnya pemulung sudah berusia lanjut. Meskipun ada juga yang masih berusia agak muda. Para pemulung yang sudah tua biasanya akan berjalan sambil mendorong troli untuk mengangkut barang bekas. Kardus-kardus akan di tumpuk sedangkan botol-botol biasanya di masukkan dalam tas besar, sejenis karung. Jika melihat ada sampah yang bisa didaur ulang, maka akan dipungut. Kadang-kadang mereka akan meminta ijin kepada pemilik warung-warung untuk mengambil sampah seperti piring atau gelas kertas.

Sementara pemulung yang agak muda biasanya lebih agresif. Mereka membawa motor/mobil sambil mengitari jalan-jalan. Sama seperti yang sudah berusia tua, mereka akan mengambil sampah yang bisa di daur ulang di jalan maupun meminta kepada warga (pemilik warung atau sejenisnya). Kadang-kadang, mereka akan mendahului truk sampah yang berkeliling. Biasanya seminggu 2 kali ada truk sampah khusus untuk sampah daur ulang. Nah para pemulung ini akan berjalan di depannya, sehingga ketika ada warga yang akan membuang botol atau kaleng, mereka akan memintanya. Dengan cara seperti ini hasilnya jauh lebih banyak.

Selain itu, kadang-kadang, warga menaruh sampah daur ulang di depan rumah, sehingga ketika ada pemulung lewat bisa diambil. Saya juga sering melakukannya. Lebih praktis dibandingkan dengan menunggu truk sampah lewat. Setelah terkumpul, biasanya pemulung ini akan menyetorkan ke pengepul. Lho kok saya tahu ? Bukan karena saya bekerja sambilan jadi pemulung, tetapi karena tetangga saya ada yang suka mulung. Di garasi rumahnya penuh dengan barang-barang bekas dan tiap beberapa hari sekali dia akan mendorong gerobak yang isinya barang-barang bekas ini. Tetangga saya ini sudah nenek-nenek, tetapi saya salut dengan semangat kerjanya. Ketika saya baru mau berangkat ngampus, dia sudah berjalan pulang membawa hasil pulungan.  Lalu ketika saya balik rumah, saya sering melihat dia masih berjalan-jalan mencari barang bekas.

Dan saya juga beberapa kali melihat di depan rumah-rumah yang menurut saya bagus, ada tumpukan barang-barang bekas hasil pulungan. Rumah-rumah seperti ini biasanya memiliki anggota keluarga yang sudah tua, yang mengisi waktu luangnya dengan memulung. Saya salut juga lho, walaupun di garasinya terparkir mobil keren (mungkin punya anaknya), orang tua-orang tua ini tetap memanfaatkan waktu dan tenaga yang ada untuk bekerja. Saya mesti banyak belajar dari etos kerja mereka …

About these ads

42 thoughts on “Pemulung

  1. Hebat sekali etos kerja mereka ini mas. Bahkan tidak seperti “orang-orang disini” yang kebanyakan masih gengsi itu melakukan pekerjaan serupa.

    #berdasarkan survei, mayoritas masyarakat menganggap pemulung sebagai pekerjaan yang masih dipandang sebelah mata apdahal jasa mereka luar biasa.

  2. Wah… ternyata tetap semangat kerja meski udah tua ya. Mungkin mereka tetap ingin berkarya dan tak ingin hanya menggantungkan diri pada anak2nya…
    Ehtapi, kalo di Indonesia, kebanyakan pemulung itu yang membuat sampah di tempat sampah jadi berhamburan :(

  3. klo di sini bedanya masa tua digunakan untuk beristirahat setelah sekian lama mengumpulkan harta benda. Klo yg islam, sih kebanyakan lebih terfokuskan ke ibadah begitu. Dan klo saya pribadi lebih nyaman dg opsi keadaan kebanyakan orang tua di sini..

    tetap semangat berbagi Mas
    salam sahabat,

    • kalau dengan santai masih bisa mandiri sih nggak masalah. kadang-kadang kan meskipun sudah tua tetap harus bekerja supaya bisa makan …
      Tapi itu semua kan pilihan ya … :)
      Salam

  4. pemandangan yang sudah biasa di sini
    cuma bedanya di garasi mereka gak ada mobil mewah hehehe
    tapi bagus ya mereka punya etika, minta ijin klo mau ambil2, beda sama di sini, boro2 minta ijin, tapi malah nylonong masuk ke dalam :(

  5. Inilah yang patut kita contoh bagi kita.Karena setiap waktu itu perlu kita manfaatkan sebaik-baiknya untuk mendapatkan manfaatnya.

  6. saya juga suka memulung loh mas. Bahkan oraganisasi pencinta alam saya, dana organisasinya sebagian didapat dari hasil memulung sampah. Kayaknya saya juga punya ide tuh soal sampah, dan siapa tahu nanti sampeyan minat untuk ikutan. tapi syarate satu, harus mau memulung.. piye? hehehe.. sukses di negeri orang mas

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s