Batikkan harimu! Batikku-Indonesiaku
Halo rekan-rekan semua…
Hari ini, 2 Oktober, merupakan hari batik. Karena itu, hari ini saya ingin memposting sesuatu tentang batik. Menurut wikipedia, batik adalah teknik pewarnaan kain dengan menggunakan ‘malam’, dimana teknik ini dikenal dengan nama ‘wax-resist dyeing’. Secara khusus, batik Indonesia telah ditetapkan sebagai salah satu warisan budaya oleh UNESCO pada tanggal 2 Oktober 2009, karena itulah setiap tanggal 2 Oktober diperingati sebagai hari batik.
Sejak kecil saya telah mengetahui batik, akan tetapi saya belum pernah memakai ‘batik’ yang sesungguhnya, bahkan sampai hari ini lho…. Yang saya maksud adalah kain batik yang memang benar-benar ‘dibatik’. Tetapi kalau kain bermotif batik, alias batik cap buatan pabrik, saya sering memakainya, karena kain ini jauh lebih murah dan terjangkau kantong saya ha.ha.ha…
Seingat saya, saya menjadi ‘aware‘ tentang batik justru ketika saya mendapat kesempatan belajar di luar negeri. Saya pun menjadi tahu (dari membaca di internet) bahwa yang sering saya pakai bukanlah ‘batik’ yang sesungguhnya akan tetapi kain bermotif batik. ( Dan saya pikir, banyak diantara kita yang menganggap kain bermotif batik adalah ‘batik’ yang sesungguhnya). Saya tidak akan membahas hal ini, karena saya sendiri awam akan hal ini. Untuk memudahkan, saya hanya akan menyebut batik saja
.
Waktu mau berangkat ke Australia, teman saya mengingatkan saya untuk membawa baju batik. Saya tanya, mengapa mesti batik? Dia menjawab, karena nantinya akan ada momen-momen yang melibatkan orang dari berbagai negara, dan itu menjadi salah satu kesempatan bagi kita untuk memperkenalkan Indonesia, salah satunya batik. Waktu berangkat, saya memang membawa baju batik, tetapi masih belum tahu nantinya akan dipakai kapan.
Dan ternyata, memang ada banyak acara yang bisa dijadikan kesempatan untuk memperkenalkan Indonesia. Dalam acara-acara tersebut, saya lebih senang memakai batik karena ternyata ada banyak orang asing yang tertarik dengan batik. Umumnya ketika saya datang dengan memakai batik mereka akan bilang ‘ .. wah bajunya bagus. Apa namanya? “. Dan kesempatan untuk berbicara tentang Indonesiapun terbuka lebar.
Sewaktu di Melbourne Univ, ada professor yang pernah ke Indonesia dan dia terkesan dengan batik. Waktu itu kami sempat berbicara tentang batik beberapa saat. Dan dia bahkan mejelaskan sedikit tentang batik kepada mahasiswa dari negara lain. Saya jadi bangga lho …
Gb 1. Pesta perpisahan IAP
Dari peristiwa itu, saya jadi tahu bahwa baju batik saya ternyata sudah menunjukkan keindonesian saya. Sehingga setiap ada momen yang melibatkan orang dari berbagai negara, saya berusaha untuk memakai batik. Bagi mereka yang belum pernah melihat batik akan bertanya “Where are you come from?” atau yang sudah tahu batik akan berkata “Are you from Indonesia?”. So, batikku adalah Indonesiaku
Ada satu momen yang masih teringat, saat itu di Melbourne ada acara “Festival Indonesia”, suatu acara yang memperkenalkan kebudayaan Indonesia. Band temanku diundang untuk manggung dan aku diajak untuk ikut serta. Dan waktu pentas, kami semua memakai pakaian batik.
Gb 2. Pengalaman berbatik ria
Dan ketika saya mendapat kesempatan belajar di Taiwan, hal yang sama berulang (dan sepertinya dinegara-negara lainpun juga sama
). Batik memang telah menjadi salah satu identitas kita sebagai orang Indonesia. Pernah suatu kali saya menghadiri pesta “Teacher’s day”. Dan seperti biasa saya memakai batik. Tanpa diduga, saya didekati oleh seorang karyawan di restoran itu. Dengan mantab dia berkata “Dari Indonesia ya? Saya juga dari Indonesia lho.” Saya agak kaget sebenarnya. Tetapi setelah saya menyadari bahwa saya memakai batik, saya pun sadar dari mana dia tahu bahwa saya dari Indonesia. Kami pun ngobrol-ngobrol sebentar, dengan bahasa Indonesia tentunya
Untuk acara-acara resmi yang diadakan oleh orang Indonesia sendiri, bisa diprediksi bahwa mayoritas yang hadir akan memakai baju batik.
Gb. 3. Pelantikan pengurus PPI Taiwan di KDEI Taipei
Batik memang telah mendunia. Dan batik telah menjadi identitas kita sebagai orang Indonesia. Batikku-Indonesiaku…. So, batikkan harimu!
Postingan ini diikutsertakan dalam Kontes Batikkan Harimu yang diselenggarakan Nia, Puteri dan Orin”.



Batik itu mirip lagu dangdhut atau nasi goreng
Dinikmati pagi gayeng, dipakai siang hari enak, disantap malam hari juga syuuuur
Jadikan batik bagian dari gaya hidup anda
Semoga berjaya dalam kontes ini bersama saya
Salam hangat dari Surabaya
Terima kasih Pakde Cholik sudah berkenan singgah …
Memang betul, batik selalu OK di pakai …
Semoga kita sama-sama berjaya pakde
pelajar Indonesia di LN memang salah satu promotor batik di dunia internasional..
Betul jeng, menjadi duta batik tanpa penunjukan…
Ternyata batik jugatelah sampai di Australia juga, semoga semakin di kenal di seantero dunia
Salam hangta serta jabat erat selalu dari Tabanan
Iya pk, batik memang sudah sampai kemana-mana
Salam kenal pk Sugeng….
Terimakasih atas partisipasinya yachhh….wah senangnya dikenali di LN ketika memakai batik….ikut senang juga kalo melihat WNI yang memakai batik di LN…semoga Batik makin jaya….
Terima kasih Nia…
Saya senang bisa ikut berpartisipasi…
kereeeeeennnn….
semua berbatik ria
Hidup batik Indonesia …
Kita harus bangga mengenakan batik, dengan begitu kita sudah ikut melestarikan budaya bangsa Indonesia.
Betul sekali…
belajar di LN sambil turut menjadi duta batik suatu pengalaman yang sangat menarik. sukses ya kuliahnya (sudah selesai ya?). btw makasih ya udah ikutan batikkan harimu
Terima kasih Puteri….
Memang itu pengalaman yang tidak terlupakan …
Btw, kuliahku masih setengah jalan
Ah membahagiakan ya, batik = Indonesia, semoga kita bisa menjaganya ^^